Aktivis Perempuan Vietnam Bikin Sejarah di Jalur Gaza Usai Lakukan Ini

Share: X Facebook
khrisna-edit-1784267917-f95bce8053

Sejarah Baru untuk Vietnam: Aktivis Perempuan Ditangkap di Jalur Gaza

Pondokkebaikan.com – Tieu Nguyen Bao Ngoc, seorang aktivis berusia 28 tahun dari Kota Ho Chi Minh, telah mencatatkan namanya dalam sejarah ketika ditangkap oleh pasukan militer Israel. Penangkapan ini terjadi saat ia berpartisipasi dalam misi kemanusiaan laut yang bertujuan menembus blokade Israel menuju Jalur Gaza. Sebagai satu-satunya warga negara Vietnam yang bergabung dalam Koalisi Flotilla Sumud Global (GSF), keberangkatannya telah diumumkan dua pekan sebelum kapal memulai pelayaran melintasi Laut Mediterania.

Reaksi Publik dan Media Vietnam

Insiden penangkapan tersebut langsung memicu perdebatan yang sengit di kalangan masyarakat Vietnam. Yang lebih menarik, peristiwa ini berhasil mendobrak tradisi bungkam yang selama ini dilakukan oleh media-media resmi pemerintah. Selama dua hari masa penahanan, media-media utama yang dikontrol pemerintah memilih untuk tidak memberikan liputan apapun. Sikap ini sangat kontras dengan respons cepat dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Indonesia yang segera mengecam tindakan Israel.

Ketidakhadiran informasi resmi dari pemerintah mendorong publik untuk mengambil inisiatif secara mandiri. Ribuan petisi elektronik dikirimkan langsung ke Kedutaan Besar Vietnam di Israel untuk mendesak langkah penyelamatan bagi aktivis tersebut. Aksi solidaritas ini menunjukkan betapa kuatnya dukungan masyarakat terhadap Bao Ngoc.

Perjalanan dan Motivasi Aktivis

Sebelum terlibat dalam isu-isu global, perempuan yang akrab disapa Ashley ini berprofesi sebagai pembuat kue dan hanya mengelola penampungan hewan lokal. Pandangannya terhadap dunia berubah total setelah menyaksikan eskalasi konflik di Gaza yang meletus pada akhir tahun 2023. Sebagai bentuk protes terhadap hubungan institusinya dengan Israel, ia memutuskan untuk keluar dari program magister di Singapura.

Sekembalinya ke tanah air, ia mendirikan gerakan VietForPalestine yang aktif memprotes berbagai kebijakan yang dianggap merugikan rakyat Palestina. Komitmennya yang bersedia mempertaruhkan keselamatan pribadi telah menginspirasi banyak orang untuk mempertanyakan langkah konkret selanjutnya dalam mendukung perjuangan Palestina.

Peringatan dan Dukungan Internasional

Ketegangan memuncak ketika sistem pelacak kapal melaporkan bahwa armada kemanusiaan tersebut dihadang oleh militer Israel di perairan internasional. Pihak koalisi segera merilis pesan video darurat yang mengonfirmasi penangkapan Bao Ngoc oleh otoritas Israel. Melalui video tersebut, aktivis ini mendesak pemerintah Vietnam untuk segera mengintervensi penahanannya.

Kementerian luar negeri Vietnam akhirnya memutus kesunyian dengan menyatakan telah mengupayakan pembebasan Bao Ngoc menuju Istanbul, Turkiye. Pengamat sejarah diplomasi menyebut insiden intervensi warga negara dalam aksi politik di luar negeri ini sebagai peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Vietnam.

Sebagai orang Vietnam yang pernah merasakan penderitaan dan kejahatan perang yang sama oleh imperialis Barat, terutama AS, saya merasakan simpati yang luar biasa terhadap rakyat Palestina.

Ucapan tersebut diungkapkan Bao Ngoc kepada Republika Online dalam sebuah wawancara dari atas kapal bantuan, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera pada Jumat, 17 Juli 2026. Pernyataan ini dengan cepat viral di Vietnam dan memicu gelombang dukungan masif di media sosial.

Akar Dukungan Masyarakat Vietnam

Dukungan kuat masyarakat kepada Bao Ngoc berakar pada memori kolektif bangsa Vietnam terhadap trauma masa lalu. Meskipun generasi muda saat ini tidak mengalami perang secara langsung, identitas budaya mereka tetap dibentuk oleh narasi perjuangan melawan kolonialisme. Bao Ngoc berhasil menarik benang merah antara sejarah kelam perang Vietnam dan situasi kemanusiaan di Palestina hari ini.

Aksi ini juga memperkuat jaringan solidaritas lintas isu antara perjuangan Palestina, Rohingya, dan masyarakat Asia Tenggara. Di tengah pembatasan ruang sipil oleh Partai Komunis Vietnam, keberanian Bao Ngoc menjadi fenomena langka yang menarik perhatian publik. Ia berhasil memantik simpati mendalam dari generasi muda di negaranya yang akrab dengan narasi sejarah perang.

Anehnya, aksi solidaritas ini justru memicu reaksi keras dari kelompok pengagum pemerintah yang menuduh gerakan tersebut merusak citra nasional. Kelompok oposisi digital bahkan menebar teori konspirasi yang meragukan keaslian paspor Vietnam milik Bao Ngoc. Namun, berbagai pesan solidaritas hingga karya seni digital terus didedikasikan untuk mengapresiasi keberanian sang aktivis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *