Visit Agenda: Safrizal tekankan amanah intelektual dalam pengukuhan profesor USK

Safrizal Tekankan Amanah Intelektual dalam Pengukuhan Profesor USK

Visit Agenda – Dalam acara Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas Syiah Kuala (USK) yang berlangsung di Event Hall Academic Activity Center (AAC) Prof. Dr. Dayan Dawood, M.A, Banda Aceh, Ketua Majelis Wali Amanat USK Safrizal Zakaria Ali menegaskan bahwa jabatan profesor bukanlah akhir dari perjalanan karier akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ia menyampaikan bahwa posisi tersebut menuntut komitmen untuk terus mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan memastikan kontribusi yang bermakna bagi masyarakat.

Mengutip Perkataan William Arthur Ward

Dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa, Safrizal menekankan bahwa proses pendidikan tidak hanya terbatas pada penyampaian materi, tetapi juga melibatkan inspirasi perubahan. “Mengajar adalah lebih dari sekadar memberikan pengetahuan: itu adalah membangkitkan keinginan untuk bertransformasi,” kata Safrizal. Sementara itu, belajar dianggapnya bukan sekadar menyerap fakta, melainkan memperoleh pemahaman yang mendalam. Pernyataan ini mengambil dari kalimat William Arthur Ward, seorang penulis terkenal, yang diterjemahkan secara tepat oleh Safrizal dalam konteks pembelajaran di lingkungan akademik.

“Teaching is more than imparting knowledge: it is inspiring change. Learning is more than absorbing facts: it is acquiring understanding,”

Menurut Safrizal, ilmu pengetahuan harus terus berkembang sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, bukan sekadar prestasi akademik yang menjulang tinggi. Ia menyatakan bahwa ilmu pengetahuan bisa diibaratkan seperti tetes embun yang mendinginkan tanah kering di musim kemarau. “Ilmu bukan sekadar capaian monumen karir akademik yang menjulang tinggi laksana mercusuar, sebaliknya ia bak tetes embun yang membasahi kerontangnya tanah di musim kemarau. Menjadi satu entitas yang cerah dan mencerahkan, serta entitas yang hidup dan menghidupi,” ujarnya.

Lihat Juga :   Key Discussion: Kemendikdasmen: Tidak ada PHK massal guru non-ASN pada 2026

Safrizal juga menekankan pentingnya integritas akademik dalam menjaga kredibilitas institusi pendidikan. Ia menyampaikan bahwa ketika dunia semakin pragmatis, profesi akademik harus tetap menjadi pilar moral yang mampu memandu arah peradaban. “Jagalah integritas akademik setinggi-tingginya. Karena ketika kampus kehilangan integritasnya, maka runtuhlah kepercayaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri. Di tengah dunia yang semakin pragmatis, profesor harus tetap menjadi teladan moral, penjernih di tengah kegaduhan, dan penuntun ketika masyarakat kehilangan arah,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Safrizal juga menyampaikan apresiasi kepada para keluarga profesor yang selama ini mendukung perjalanan akademik mereka. “Sesungguhnya profesor tidak pernah lahir sendirian. Di belakang setiap ilmuwan besar, selalu ada keluarga yang ikut berjuang dalam diam,” kata Safrizal. Ia menyoroti bahwa peran keluarga sangat vital dalam menopang keberhasilan akademik para profesor.

Enam Profesor Baru Dikukuhkan

Kegiatan pengukuhan profesor juga menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen moral akademik. Dalam sidang terbuka tersebut, enam profesor baru diresmikan, di antaranya Prof. Dr. Zumaidar (Biologi Tumbuhan), Prof. Dr. rer.nat Ilham Maulana (Kimia Anorganik), Prof. Dr. Vivi Silvia (Ekonomi Mikro), Prof. Dr. Rizwan (Teknik Galangan Kapal), Prof. Dr. dr. Iskandar Zakaria (Radiologi Intervensi), dan Prof. Dr. Drs. Ir. Tarmizi (Matematika Komputasi). Mereka diangkat sebagai bagian dari upaya USK dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.

Pengukuhan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Rektor USK Prof. Dr. Mirza Tabrani, Ketua Senat Akademik Prof. Dr. Ir. Abubakar, jajaran Forkopimda Aceh, serta para guru besar, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan insan pers. Hadirnya mereka menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan akademik universitas tersebut.

Peran Profesor sebagai Teladan

Menurut Safrizal, para profesor memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi model perilaku bagi generasi muda. “Profesor bukan hanya pemberi ilmu, tetapi juga pengaruh yang mampu membentuk sikap dan nilai masyarakat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa integritas akademik harus dijaga dengan ketat, karena hal tersebut menjadi dasar kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.

Lihat Juga :   Latest Program: Pemkab Lampung Selatan hubungkan petani lokal dengan Program MBG

Safrizal juga mengingatkan bahwa dalam era modern, peran profesor harus lebih dari sekadar penyedia pengetahuan. “Profesor harus mampu menjadi pemandu dalam menghadapi tantangan global, serta penjernih pemikiran di tengah kerumunan informasi yang sering kali menyesatkan,” kata beliau. Ia menekankan bahwa di tengah perubahan yang cepat, profesor tetap menjadi pelopor dan penjaga kebenaran.

Pengukuhan profesor dianggap sebagai langkah strategis USK untuk memperkuat kekuatan akademik dan mendorong inovasi. Dalam pidatonya, Safrizal menyatakan bahwa keberhasilan akademik tidak terlepas dari keberlanjutan pemikiran dan tindakan yang konsisten. “Ilmu pengetahuan adalah jembatan antara masa depan dan masa kini. Profesor wajib menjadi pelopor dalam menyampaikan nilai-nilai yang relevan dan bermakna,” ujarnya.

Kehadiran para profesor baru juga memberi harapan baru bagi perkembangan USK. Mereka diharapkan mampu mendorong keterlibatan masyarakat dalam pemupukan generasi muda yang berkualitas. Safrizal menambahkan bahwa selain menjadi peneliti dan pengajar, profesor juga memiliki peran dalam membangun kebudayaan akademik yang sehat dan bermartabat.

Pengukuhan sebagai Simbol Komitmen

Pengukuhan profesor ini bukan hanya acara resmi, tetapi juga simbol komitmen USK untuk terus menjaga kualitas pendidikan dan penelitian. Safrizal menyampaikan bahwa di tengah persaingan global, universitas harus mampu menghasilkan tokoh yang mampu memberikan kontribusi nyata. “Kita harus membangun sistem yang tidak hanya menghasilkan ilmuwan, tetapi juga pelaku perubahan yang berakar di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, tugas profesor tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga berkembang ke berbagai sektor kehidupan. “Ilmu pengetahuan harus menjadi kekuatan yang mampu memecahkan masalah nyata, dan profesor adalah mereka yang bertugas mengarahkan kekuatan tersebut,” tambah Safrizal. Ia menekankan bahwa amanah intelektual harus dikelola secara bijak dan berkelanjutan.

Lihat Juga :   Berita Penting: Tim SAR Banten cari warga China terseret arus Pantai Cibobos Lebak

Sebagai bagian dari pengukuhan, kegiatan tersebut juga menjadi momen refleksi tentang pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, masyarakat, dan pemerintah. Safrizal mengharapkan para profesor baru dapat menjadi pilar yang kuat dalam mengembangkan kompetensi akademik, serta mendorong penelitian yang relevan dengan kebutuhan lokal dan nasional.

Kehadiran Forkopimda Aceh dan Banda Aceh dalam acara ini menunjukkan peran pemerintah dalam mendukung pendidikan tinggi. Selain itu, kehadiran tokoh masyarakat dan mahasiswa menegaskan bahwa universitas adalah bagian integral dari kehidupan masyarakat sekitar. “Pengukuhan profesor harus diiringi oleh komitmen bersama untuk