Latest Program: Novita Hardini hadirkan layanan kesehatan mata gratis bagi warga Trenggalek
Novita Hardini Hadirkan Layanan Kesehatan Mata Gratis Bagi Warga Trenggalek
Latest Program – Jakarta – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Novita Hardini, bersama mitra strategis melakukan upaya untuk memberikan akses layanan kesehatan mata secara gratis kepada masyarakat di Kecamatan Kampak dan Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan yang menargetkan kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan. Dalam wawancara di Jakarta, Senin, Novita menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga, sekaligus menjawab tantangan yang dihadapi dalam mencapai kesejahteraan bersama.
Novita menjelaskan bahwa program layanan kesehatan mata ini dijalankan melalui kolaborasi dengan UPRINTIS Indonesia, sebuah lembaga yang didirikannya. Institusi tersebut bekerja sama dengan sejumlah mitra seperti BPJS Ketenagakerjaan, BPR Jwalita, Klinik Mata EDC, serta PT JET untuk memastikan pelayanan yang optimal. “Kami terus melangkah untuk memberikan pelayanan optimal,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima di Jakarta. Upaya ini bertujuan memperkuat kehadiran DPR dalam memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat, terutama di daerah yang membutuhkan dukungan ekstra.
“Kesehatan dan pangan adalah dua prioritas yang sama pentingnya. Jangan sampai program krusial ini tergeser oleh fokus pada satu kebutuhan saja,” tegas Novita.
Menurut Novita, inisiatif tersebut bertujuan mengurangi beban ekonomi warga sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pemeriksaan dan perawatan mata yang lebih mudah dijangkau. Layanan yang disediakan mencakup pemeriksaan kesehatan mata, pengobatan dasar, serta edukasi mengenai penyakit mata umum, seperti katarak atau glaukoma. “Kami menyadari peran kami sebagai pengayom masyarakat. Kesejahteraan dan perlindungan warga adalah prioritas yang kami jalankan dari tahun ke tahun,” tambahnya.
Dalam program ini, Novita menggandeng beberapa lembaga swasta dan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan alat dan tenaga medis yang cukup. Kegiatan yang diadakan secara rutin ini diharapkan mampu mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan mata. “Kami menyadari bahwa kesehatan mata adalah bagian integral dari kesejahteraan umum,” ujarnya. Selain itu, Novita menekankan pentingnya pendekatan yang inklusif agar semua lapisan masyarakat dapat menikmati manfaatnya.
Kendala Birokrasi dan Pengelolaan KIS
Novita juga mengungkapkan keluhan masyarakat terkait proses administrasi yang rumit, terutama dalam penggunaan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Ia menyoroti bahwa banyak warga yang mengalami kesulitan memperoleh layanan kesehatan darurat karena pengelolaan KIS yang dinilai masih menyulitkan. “Birokrasi seringkali menjadi penghalang utama bagi masyarakat yang kurang mampu,” katanya.
Dalam rangka meningkatkan akses, Novita menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyelaraskan upaya ini dengan kebijakan nasional. “Program ini harus bisa menjangkau semua lapisan masyarakat tanpa hambatan birokrasi yang membebani warga kecil,” ujarnya. Dengan memperbaiki mekanisme pengelolaan KIS, Novita yakin layanan kesehatan dapat menjadi lebih efektif, terutama bagi keluarga yang membutuhkan bantuan ekstra.
“Masalah kesehatan itu sama pentingnya dengan pangan. Jangan sampai program-program krusial ini tergeser oleh fokus pada satu kebutuhan saja,” katanya.
Novita menyoroti bahwa dampak dari ketidakoptimalan layanan kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sangat signifikan. Banyak warga yang terlambat mendapatkan perawatan akibat prosedur administrasi yang rumit, sehingga mengurangi kualitas hidup mereka. “Kami berupaya memastikan bahwa kebutuhan dasar ini tidak terabaikan,” tambahnya. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Novita juga mengajak rekan-rekannya di DPR, khususnya Komisi IX, untuk terus mendorong perbaikan kebijakan kesehatan di tingkat nasional.
Peluncuran Program dan Harapan Masa Depan
Kelompok kerja yang terlibat dalam program ini tidak hanya berfokus pada layanan langsung, tetapi juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mata. “Kami mengharapkan program ini menjadi pemicu perubahan pola pikir masyarakat mengenai kesehatan,” ujarnya. Dalam beberapa tahun terakhir, Novita telah melakukan berbagai inisiatif serupa di daerah lain, dan menurutnya, pengalaman tersebut bisa diaplikasikan untuk meningkatkan kualitas hidup warga Trenggalek.
Novita berharap program ini dapat menjadi contoh yang baik bagi kebijakan kesehatan nasional. “Dengan akses yang lebih mudah, warga akan lebih aktif dalam menjaga kesehatan mereka sendiri,” katanya. Dalam upayanya untuk memperluas jangkauan program, Novita juga menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah, swasta, dan masyarakat. “Kerja sama ini adalah kunci untuk mencapai solusi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai anggota DPR yang aktif, Novita tidak hanya berperan dalam mengawal kebijakan, tetapi juga menjadi fasilitator bagi berbagai inisiatif yang berdampak langsung pada masyarakat. Dalam kunjungan ke Trenggalek, ia menilai bahwa kebutuhan masyarakat terkait kesehatan mata perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius. “Kami berupaya menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama,” katanya. Ia juga berharap program ini bisa menjadi pilot project yang kemudian diimplementasikan di wilayah lain.
Novita menegaskan bahwa komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan warga tidak akan berhenti di program ini. “Dari tahun ke tahun, kami terus berusaha memperbaiki kebijakan yang ada,” ujarnya. Dengan menggandeng mitra strategis, ia percaya bahwa layanan kesehatan mata bisa menjadi bagian dari solusi holistik dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat. “Kami berharap kebijakan kesehatan bisa lebih responsif terhadap kebutuhan warga miskin,” tutup Novita.