PP FPTI kirim 13 atlet untuk ikuti World Climbing Series Wujiang

PP FPTI Kirim 13 Atlet untuk Ikuti World Climbing Series Wujiang

PP FPTI kirim 13 atlet – Dari Jakarta, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirimkan 13 atlet untuk mengikuti acara World Climbing Series Wujiang yang digelar oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC) di Tiongkok pada 8–10 Mei. Kehadiran para atlet ini menjadi bagian dari rangkaian pertandingan pembuka musim kompetisi 2026. Mereka akan mengikuti dua cabang yang dipertandingkan, yakni speed dan lead. Sebelum keberangkatan ke negara tetangga, pelatih tim panjat tebing disiplin speed Indonesia, Galar Pandu Asmoro, memberikan pernyataan terkait persiapan para atlet.

Kesiapan Atlet untuk Kompetisi Internasional

Dalam wawancara sebelum keberangkatan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Galar menegaskan bahwa tujuan utama mereka, sebagai pelatih, adalah memastikan para atlet memperoleh pengalaman maksimal dalam mengikuti pertandingan tanpa membuat kesalahan signifikan. “Kami ingin mereka fokus pada peningkatan kualitas teknik dan mental, serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik,” ujarnya. Ini menjadi momen penting bagi para atlet untuk memperkuat mental dan performa sebelum tampil di ajang besar yang akan segera dihelat.

“Sebagai pelatih, tujuan kami adalah memastikan atlet-atlet memanjat dengan maksimal tanpa melakukan kesalahan,” kata Galar.

Dalam persiapan ini, Indonesia menurunkan lima atlet putra dan empat atlet putri untuk berlaga di nomor speed. Sementara itu, untuk nomor lead, tim mengirimkan dua atlet putra serta dua atlet putri. Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi terkini mengenai kemampuan teknis dan kesiapan mental para kontingen. Galar juga menekankan bahwa keikutsertaan dalam World Climbing Series Wujiang bukan hanya untuk memperoleh pengalaman, tetapi juga sebagai strategi persiapan menuju Asian Games 2026 yang akan diadakan di Aichi-Nagoya, Jepang, bulan September mendatang.

Lihat Juga :   Klasemen MPL Indonesia Season 17: Dewa United bayangi ONIC di puncak

Seiring dengan persiapan untuk Asian Games, Galar meminta para atlet tetap fokus dan percaya diri. “Meski ada rekor baru yang tercipta, itu lebih menjadi target individu. Kami harap mereka tetap mengejar kemajuan secara konsisten,” tambahnya. Kehadiran rekor dunia yang dipecahkan oleh atlet putra Tiongkok Zhao Yicheng dalam nomor speed menjadi momen menarik bagi para pesaing. Zhao mencatatkan waktu 4,586 detik, yang memicu persaingan sengit di babak ini.

Meningkatkan Kualitas Teknik dan Mental

Di sisi lain, pelatih tim panjat tebing disiplin lead Indonesia, Amri, menyoroti pentingnya World Climbing Series Wujiang sebagai ajang uji coba bagi para atlet. “Seri ini menjadi platform untuk menguji hasil latihan sekaligus mengukur mental mereka dalam kondisi kompetitif,” jelasnya. Persiapan untuk Asian Games 2026, menurut Amri, tidak hanya melibatkan latihan fisik, tetapi juga pengembangan kepercayaan diri dan adaptasi terhadap atmosfer pertandingan tingkat internasional.

“Di sana (World Climbing Series Wujiang), akan menjadi ujian untuk melihat hasil latihan dan mental atlet,” tambah Amri.

Amri juga mengimbau para atlet untuk memanfaatkan peluang ini secara optimal. “Kami harap mereka bisa mengeksplorasi teknik, mengambil pelajaran dari lawan, serta memperbaiki strategi dalam setiap babak pertandingan,” ujarnya. Sebagai bagian dari rangkaian World Climbing Series, Wujiang dianggap sebagai salah satu dari beberapa kejuaraan yang menjadi fondasi utama bagi para pesaing dalam membangun performa sebelum tampil di Asian Games. Pada seri ini, para atlet juga akan menghadapi tantangan fisik dan mental yang terbilang berat.

Tim Indonesia dan Target Kompetisi

Dalam konteks persiapan menuju Asian Games 2026, keikutsertaan dalam World Climbing Series Wujiang dinilai sangat strategis. Kompetisi ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung dalam pertandingan internasional, tetapi juga menjadi ajang untuk menguji dan memperbaiki strategi yang akan digunakan di ajang lebih besar nanti. Galar menambahkan, meskipun ada kehadiran rekor baru, para atlet harus tetap menjaga fokus agar tidak teralihkan dari tujuan utama.

Lihat Juga :   Special Plan: Ketum PB Perbakin targetkan emas Olimpiade saat lantik lima pengprov

Indonesia menurunkan lima atlet putra dan empat atlet putri untuk nomor speed. Dalam babak ini, mereka akan bersaing melawan pesaing dari berbagai negara, termasuk Tiongkok yang dianggap sebagai salah satu pelaku dominan. Sementara untuk nomor lead, tim mengirimkan dua atlet putra dan dua atlet putri. Kedua kategori ini diperlukan untuk memperkaya pengalaman para kontingen dalam menghadapi berbagai bentuk pertandingan.

Daftar Nama Atlet yang Berlaga

Berikut adalah daftar atlet yang akan tampil dalam World Climbing Series Wujiang:

  • Nomor Speed Putra: 1. Veddriq Leonardo 2. Kiromal Katibin 3. Antasyafi Robby Al Hilmi 4. Aditya Tri Syahria 5. Raharjati Nursamsa
  • Nomor Speed Putri: 1. Desak Made Rita Kusuma Dewi 2. Kadek Adi Asih 3. Rajiah Salsabillah 4. Berthdigna Devi
  • Nomor Lead Putra: 1. Putra Tri Ramadani 2. Raviandi Ramadan
  • Nomor Lead Putri: 1. Sukma Lintang Cahyani 2. Alma Ariella Tsany

Dengan jumlah total 13 atlet, PP FPTI menargetkan peningkatan kualitas teknis dan mental para pesaing. Kehadiran mereka di Wujiang diharapkan menjadi fondasi kuat untuk tampil lebih baik di kompetisi besar seperti Asian Games 2026. Selain itu, keikutsertaan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun brand nasional dalam olahraga panjat tebing, yang kini semakin dipertahankan keberadaannya di kancah internasional.

Sebagai kompetisi yang diselenggarakan IFSC, World Climbing Series Wujiang dianggap sebagai salah satu dari beberapa acara penting dalam kalender olahraga panjat tebing. Para atlet akan menghadapi tantangan berupa rute yang beragam, kondisi cuaca, serta tekanan psikologis dari lawan. Dengan keberhasilan di babak ini, mereka diharapkan bisa memperoleh pengalaman berharga guna meningkatkan