Special Plan: Ketum PB Perbakin targetkan emas Olimpiade saat lantik lima pengprov

Ketum PB Perbakin Ambil Langkah Strategis untuk Mencapai Target Emas Olimpiade

Special Plan – Jakarta, Sabtu – Dalam acara pelantikan lima Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbakin di Final Hall 10 meter, PB Perbakin, Jakarta, Ketua Umum PB Perbakin Letjen (Purn) Joni Supriyanto menyatakan komitmen untuk menorehkan prestasi maksimal, termasuk meraih medali emas di Olimpiade. Acara ini menjadi momen penting bagi pengurus baru yang dilantik, yakni dari DKI Jakarta, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Langkah Bersama untuk Meningkatkan Kualitas Atlet

Dalam pidatonya, Joni menekankan pentingnya kolaborasi antar daerah dan keseriusan dalam pembinaan atlet. Ia mengungkapkan, motto yang dipegangnya adalah “melangkah bersama dan berprestasi,” dengan harapan bisa mewujudkan impian atlet Indonesia meraih kemenangan di level internasional. “Mimpi saya adalah memiliki atlet yang mampu menjadi juara Olimpiade,” ujarnya, menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak bisa dicapai hanya melalui usaha satu pihak.

“Prestasi bukan sekadar angka. Saat atlet meraih medali, bendera Merah Putih berkibar dan lagu kebangsaan berkumandang di kancah internasional. Maka di situlah harkat dan martabat bangsa terangkat,” kata Joni, yang telah memimpin PB Perbakin selama delapan tahun.

Ia juga menggarisbawahi bahwa perbaikan kualitas atlet harus dilakukan secara bersinergi, sehingga tidak hanya menyentuh pengurus yang baru dilantik. Contoh yang diberikan Joni adalah konsistensi Jawa Barat dalam menyeleksi pelatih asing, termasuk penggunaan jasa pelatih dari Korea Selatan sejak 12 tahun terakhir. “Komitmen jangka panjang seperti ini sangat penting untuk membangun fondasi yang kuat,” tambahnya.

Lihat Juga :   Klasemen MPL Indonesia Season 17: Dewa United bayangi ONIC di puncak

Penguatan Program Internasional untuk Puncak Prestasi

Sebagai langkah lanjutan, PB Perbakin terus memperkuat kerja sama dengan negara-negara lain untuk meningkatkan kualifikasi atlet. Salah satu program utama adalah training camp (TC) di India yang bertujuan mempersiapkan tim untuk Asian Games 2026 dalam dua periode berbeda. Selain itu, beberapa kejuaraan internasional seperti di Kazakhstan dan China juga dijadwalkan sebagai sarana untuk menguji kemampuan atlet.

Joni menjelaskan, kerja sama dengan negara-negara lain bukan hanya sekadar eksperimen. “Ini bentuk investasi jangka panjang untuk memastikan atlet Indonesia siap bersaing di panggung global,” katanya. Dalam beberapa tahun terakhir, Perbakin telah menerima TC dari Malaysia serta melanjutkan kerja sama dengan Korea Selatan, yang telah terbukti memberi kontribusi signifikan sebelumnya.

“Kolaborasi dengan pelatih asing membantu kami mengakses metode latihan yang lebih canggih, serta pengalaman yang mumpuni,” imbuh Joni, yang menilai prestasi olahraga menembak masih bisa ditingkatkan melalui perbaikan sistem pembinaan.

Program ini diharapkan menjadi dasar untuk menaikkan level keterampilan atlet nasional. Saat ini, ada tiga pelatih asing dari India, Korea, dan China yang aktif membantu proses pembinaan. Joni menyatakan, pihaknya telah mempersiapkan rencana berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan ini terus berlanjut. “Kami tidak hanya fokus pada kejuaraan lokal, tetapi juga berupaya meraih pengakuan internasional,” ujarnya.

Komitmen NTB untuk Terus Berkembang

Di sisi lain, Wakil Ketua Pengprov Perbakin Nusa Tenggara Barat (NTB) M. Izzul Islam menyampaikan apresiasi terhadap PB Perbakin yang terus memberikan perhatian khusus untuk pengembangan olahraga menembak di daerahnya. “Kami berkomitmen meningkatkan kualitas atlet NTB, dan dukungan dari pusat sangat berharga,” katanya.

Menurut Izzul, konsistensi program nasional menjadi peluang besar untuk membangun kekuatan lokal. “NTB siap berpartisipasi aktif dalam semua inisiatif yang ditawarkan PB Perbakin, termasuk training camp dan pelatihan teknik terkini,” tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak hanya bergantung pada sarana fisik, tetapi juga pada motivasi dan kesadaran masyarakat untuk mendukung olahraga tersebut.

Lihat Juga :   Meeting Results: Wapres pastikan dukung tim hoki Indonesia tembus laga internasional

Strategi Jangka Panjang untuk Meraih Kemenangan Global

Dalam menghadapi kompetisi internasional, Joni menyoroti perluasan kerja sama dengan negara-negara lain. “Negara-negara seperti India dan China memiliki sistem latihan yang efektif, sehingga kami ingin mengadopsi pengalaman mereka,” jelasnya. Selain itu, pihaknya juga sedang mengevaluasi program TC di negara-negara lain untuk memastikan kompetensi pelatih dan fasilitas tetap terjaga kualitasnya.

Ia menambahkan, proyeksi meraih medali emas di Olimpiade membutuhkan kesabaran dan perencanaan matang. “Masa depan olahraga menembak Indonesia harus dipandang sebagai proses, bukan target instan,” kata Joni. Untuk mencapai tujuan tersebut, PB Perbakin akan terus mengoptimalkan pelatihan, termasuk memperhatikan aspek psikologis dan teknik atlet.

“Dengan melibatkan pelatih dari berbagai negara, kami ingin menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih dinamis dan inovatif,” ujarnya, menegaskan bahwa keberhasilan di level Olimpiade adalah tujuan utama selama masa kepemimpinannya.

Dalam jangka pendek, Joni optimis bahwa kerja sama internasional akan memberikan dampak nyata. “Kami telah memulai beberapa langkah krusial, dan hasilnya bisa dilihat dalam beberapa bulan ke depan,” katanya. Hal ini menunjukkan bahwa PB Perbakin tidak hanya fokus pada kejuaraan sekarang, tetapi juga mempersiapkan kekuatan untuk masa depan.

Sementara itu, keberhasilan olahraga menembak di daerah-daerah seperti NTB menjadi bukti bahwa pembinaan yang intensif dapat menghasilkan perubahan signifikan. Izzul Islam menyebutkan, NTB telah mengambil langkah konkret untuk menguatkan program latihan, termasuk menyediakan fasilitas khusus dan menggandeng pelatih berpengalaman. “Dukungan masyarakat setempat sangat berperan dalam mempercepat proses pembinaan,” pungkasnya.

Target meraih emas Olimpiade menjadi semangat yang mendorong semua pihak untuk bekerja sama