Sampah Menggunung 2 Meter di Rusun Waduk Pluit, Pramono Target 10 Hari
Sampah Menggunung 2 Meter di Rusun – Kondisi lingkungan di kawasan Rusun Waduk Pluit, Jakarta Utara, kembali menjadi sorotan publik setelah Sampah Menggunung 2 Meter di Rusun tersebut. Penumpukan limbah ini telah berlangsung selama tiga tahun terakhir, disebabkan oleh masalah antrean pengangkutan yang tidak berjalan secara rutin menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu di Bantargebang. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah mengerahkan berbagai sumber daya manusia dan alat berat untuk menyelesaikan masalah ini dalam jangka waktu delapan hingga sepuluh hari ke depan.
Dampak yang Dirasakan Warga
Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang berlokasi di wilayah Penjaringan ini kini menjadi sorotan media sosial dan masyarakat luas. Berbagai jenis limbah terlihat meluber, mulai dari sisa-sisa makanan, kantong plastik, bahan styrofoam, hingga potongan-potongan kayu yang menutupi sebagian badan jalan di sekitar area TPS. Bau tidak sedap yang dihasilkan dari pembusukan sampah tersebut terasa hingga jarak sekitar sepuluh meter dari lokasi penumpukan. Selain itu, kehadiran lalat yang mengerumuni tumpukan semakin memperparah kondisi lingkungan.
Warga setempat juga menyampaikan keluhan mengenai munculnya belatung di sekitar tempat tinggal mereka. Hal ini terjadi karena sampah yang menumpuk tidak segera diangkut hingga tuntas. Berdasarkan cerita warga, proses pembersihan selama ini hanya bersifat sementara, yaitu dengan mendorong sampah ke bagian dalam bangunan TPS tanpa benar-benar mengangkutnya keluar. Kondisi ini telah berlangsung hampir tiga tahun lamanya, membuat banyak warga merasa frustrasi dengan situasi yang tidak kunjung membaik.
Respons Pemerintah dan Langkah Penanganan
Permasalahan ini semakin mencuat setelah sebuah video yang diunggah melalui akun Instagram @jakarta.hari.ini menunjukkan kondisi sampah yang telah menumpuk selama hampir dua tahun. Warga menjelaskan bahwa jadwal pengangkutan dari lokasi tersebut tidak berjalan konsisten, paling sering hanya dilakukan dua minggu sekali. Meskipun laporan telah berkali-kali disampaikan melalui aplikasi JAKI, namun tindak lanjut yang serius belum terlihat jelas.
Menyikapi hal tersebut, Gubernur Pramono Anung memberikan kepastian bahwa penanganan akan dipercepat secara signifikan. Ia menjelaskan bahwa akar masalah berasal dari keterlambatan antrean di berbagai TPS menuju Bantargebang, yang kemudian memicu penumpukan di tingkat lokal.
“Di Rusun Waduk Pluit karena adanya keterlambatan antrean di TPS-TPS yang ada, kemudian ke Bantargebang terjadi penumpukan,” ujarnya di Balai Kota Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Pramono menegaskan optimisme bahwa masalah ini dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Ia telah memberikan instruksi tegas agar seluruh tumpukan sampah di lokasi tersebut rampung paling lambat dalam kurun waktu delapan hingga sepuluh hari. Saat ini, tim penanganan telah mengerahkan satu unit alat berat, tiga truk pengangkut, serta sepuluh personel untuk mulai mengurai tumpukan tersebut. Jumlah personel dan armada akan terus ditambah dalam satu hingga dua hari mendatang untuk mempercepat proses pembersihan.
“Mudah-mudahan dalam waktu 8-10 hari semuanya sudah selesai,” harap Pramono.
Pencegahan Jangka Panjang
Selain melakukan penanganan cepat, eks Sekretaris Kabinet ini juga menekankan pentingnya perbaikan sistem pengelolaan kawasan Waduk Pluit. Tujuannya adalah agar masalah serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang. Dengan perbaikan infrastruktur dan penjadwalan yang lebih baik, diharapkan kenyamanan warga dapat kembali terjaga secara optimal. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan publik melalui koordinasi yang lebih baik antara petugas lapangan dan sistem pelaporan digital.
Upaya ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Melalui koordinasi yang lebih baik antara petugas lapangan dan sistem pelaporan digital, diharapkan setiap keluhan warga dapat ditindaklanjuti dengan lebih cepat dan tepat sasaran. Pembersihan total di TPS Rusun Waduk Pluit diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah saat ini, tetapi juga menjadi model penanganan sampah yang berkelanjutan untuk kawasan permukiman padat lainnya di Jakarta. Dengan demikian, Sampah Menggunung 2 Meter di Rusun ini dapat menjadi momentum untuk perbaikan sistem pengelolaan limbah yang lebih efektif di masa depan.



