Revolusi Masjid Raya JIC: Gubernur Pramono Anung Buka Kerjasama dengan Investor Pasca Kebakaran 2022
Renovasi Jelang Empat Tahun Pasca Bencana
4 Tahun Mangkrak Usai Kebakaran Pramono – Masjid Raya Jakarta Islamic Centre yang selama ini terabaikan kini akan segera mengalami transformasi besar-besaran. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi mengumumkan rencana komprehensif untuk merenovasi bangunan bersejarah tersebut yang telah terbengkalai sejak peristiwa kebakaran dahsyat pada tahun 2022 lalu. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk mengembalikan kemegahan ikon keagamaan di ibu kota.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk proyek revitalisasi tersebut. Selain itu, pihak pemerintah juga secara aktif membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta untuk mendukung proses perbaikan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat dalam menyelesaikan masalah yang telah berlangsung cukup lama.
Sudah ada indikasi positif dari pihak eksternal yang menyatakan kesediaannya untuk mendanai perbaikan masjid di wilayah Jakarta Utara. Kesediaan ini datang sebagai wujud nyata dari tanggung jawab sosial yang semakin ditekankan dalam dunia bisnis modern. Hal ini memberikan harapan baru bagi masyarakat Jakarta yang telah lama menantikan penyelesaian proyek ini.
Proses Perhitungan dan Pembukaan Opsi Kerjasama
Gubernur Pramono Anung secara rinci menjelaskan bahwa rencana perbaikan Masjid Raya Jakarta Islamic Centre yang berlokasi di Koja, Jakarta Utara, sedang dalam tahap persiapan matang. Bangunan ikonik ini hingga saat ini masih dalam kondisi terbengkalai akibat dampak kebakaran hebat yang melanda pada tahun 2022 silam.
Pernyataan penting tersebut disampaikan oleh Pramono saat ditemui wartawan di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, pada hari Kamis tanggal 16 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, gubernur menegaskan bahwa proses perhitungan anggaran sedang berlangsung intensif untuk memastikan perbaikan dapat segera dimulai.
“Untuk Islamic Center atau masjid yang ada di Jakarta Utara, sekarang sedang dalam proses perhitungan untuk segera dilakukan perbaikan dan renovasi,” ucap Pramono dengan tegas.
Eks Sekretaris Kabinet tersebut menjelaskan bahwa proyek revitalisasi ini sudah terlalu lama tertunda tanpa pengerjaan signifikan. Oleh karena itu, pihaknya memutuskan untuk membuka opsi kerja sama dengan pihak eksternal sebagai solusi strategis. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian proyek yang telah menelan waktu cukup lama.
“Karena sudah terlalu lama tidak dikerjakan, kami membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak luar,” kata orang nomor satu di Jakarta saat ini.
Skema Kerjasama Mirip Program CSR
Pramono belum bersedia mengungkapkan secara rinci identitas pihak luar yang dimaksud dalam rencana kerjasama tersebut. Ia berjanji akan menyampaikan informasi lebih lengkap pada kesempatan berikutnya. Namun, ia memberikan analogi bahwa skema kerjasama ini mirip dengan program tanggung jawab sosial perusahaan yang biasa diterapkan oleh kalangan swasta.
“Kalau di swasta kan ada CSR, tapi itu kurang lebih seperti itulah,” lanjut sang politisi senior dengan penjelasan sederhana.
Meskipun belum membeberkan nama spesifik investor atau mitra kerjasama, Pramono memastikan bahwa sudah ada pihak yang menyatakan kesediaannya untuk membiayai perbaikan masjid tersebut. Komitmen ini memberikan sinyal positif bahwa proyek revitalisasi JIC akan segera terealisasi dalam waktu dekat.
“Alhamdulillah, sekarang sudah ada yang bersedia untuk memperbaiki, merenovasi masjid tersebut,” katanya dengan rasa syukur.
Sejarah Kebakaran dan Dampaknya
Masjid Raya JIC diketahui mengalami kebakaran hebat pada tanggal 19 Oktober 2022 yang menyebabkan kerusakan parah. Kubah bangunan ikonik runtuh akibat intensitas api yang sangat tinggi, dan sejumlah bagian beton hangus terbakar. Sejak insiden tragis tersebut, proses perbaikan bangunan tak kunjung dilakukan secara optimal.
Kondisi bangunan yang terbengkalai kembali menjadi sorotan publik setelah video kondisi terkininya beredar luas di media sosial beberapa hari belakangan. Perhatian masyarakat terhadap nasib masjid bersejarah ini semakin meningkat seiring dengan viralnya footage tersebut.
Rencana revitalisasi JIC sebenarnya sempat mencuat sebelumnya dengan kabar pendanaan dari Arab Saudi. Hal ini menyusul janji Putra Mahkota Mohammed bin Salman pasca penyelenggaraan KTT G20 di Bali pada tahun 2022. Namun, realisasi dana tersebut belum tampak di lapangan hingga pertengahan Juli 2026 ini.
Dengan pernyataan terbaru dari Gubernur Pramono Anung, proses revitalisasi Masjid Raya JIC kini memasuki tahap perhitungan oleh Pemprov DKI Jakarta. Pemerintah provinsi sedang menunggu kepastian mitra kerjasama yang akan digandeng untuk memastikan keberhasilan proyek besar ini. Masyarakat Jakarta dapat berharap bahwa bangunan bersejarah ini akan segera kembali megah dan berfungsi optimal sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan.



