Latest Program: IHSG Senin sore ditutup menguat 15,15 poin ke 6.971,95

IHSG Senin Sore ditutup Menguat 15,15 Poin ke 6.971,95

Latest Program – Jakarta, Senin – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup dengan kenaikan 15,15 poin atau 0,22 persen, mencapai level 6.971,95 pada Senin sore. Meski sempat dibuka dengan penguatan yang mengarah ke level 7.069, IHSG cenderung bergerak stagnan di sesi II, dengan penguatan melambat dan indeks mengalami fluktuasi. Aktivitas pasar saham dalam beberapa sesi terakhir menunjukkan pola yang tidak konsisten, bergerak antara naik dan turun.

Analisis Kebijakan Pemerintah dan Dampak pada GOTO

Menurut Ratna Lim, Analis Riset Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG terutama disebabkan oleh koreksi saham GOTO setelah pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 yang membatasi potongan aplikator maksimal 8 persen. “Hal ini memicu kecemasan investor terhadap prospek saham GOTO, karena kebijakan tersebut dinilai dapat mengurangi pendapatan dan margin perusahaan,” katanya.

Pergerakan Indeks Saham Asia dan Peran Teknologi

Di sisi lain, indeks saham Asia pada Senin sore (4/5) ditutup dengan peningkatan, menurut laporan Phillip Sekuritas Indonesia. Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang mencatat kenaikan hingga 3 persen, didorong oleh penguatan signifikan KOSPI sebesar 5,12 persen dan TAIEX 4,57 persen. Pasar saham Tiongkok dan Jepang tidak beroperasi karena hari libur nasional.

Sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kembali menjadi fokus utama pasar, setelah gencatan senjata antara AS dan Iran berhasil meredakan kekhawatiran investor. Tren ini membantu indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang menghapus penurunan 13,5 persen yang terjadi pada Maret lalu akibat konflik Timur Tengah. Asia dinilai sebagai pusat pengembangan AI, didukung dominasi manufaktur semikonduktor dan meningkatnya permintaan infrastruktur data.

Lihat Juga :   Solving Problems: IdScore: Industri kredit nasional solid di tengah tekanan geopolitik

Beberapa perusahaan utama yang terlibat dalam industri AI antara lain Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), Samsung Electronics, dan SK Hynix. Kinerja saham-saham ini memberikan dorongan signifikan pada pergerakan indeks Asia, mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan teknologi dan adopsi inovasi.

Perkembangan Pasar Komoditas dan Harga Minyak

Pada pasar komoditas, harga kontrak berjangka minyak mentah turun tipis setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan inisiatif Project Freedom untuk membantu kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz. Inisiatif ini melibatkan kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat, serta 15.000 personel militer. Namun, Pentagon belum memberikan rincian detail terkait implementasinya.

Arah harga minyak tetap menjadi sumber ketidakpastian utama bagi perekonomian global, terutama di tengah konflik Iran. Pekan lalu, harga minyak mentah melonjak sekitar 8 persen karena kekhawatiran terganggunya distribusi melalui Selat Hormuz. Dalam beberapa hari terakhir, volatilitas pasar minyak mencerminkan ketidakstabilan situasi geopolitik dan permintaan energi yang berubah.

Impact of Conflict on Manufacturing Activity

Dalam laporan terbaru, Phillip Sekuritas Indonesia menyoroti indikator aktivitas manufaktur di Asia yang menunjukkan gangguan rantai pasok akibat konflik Timur Tengah. “Data Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) dari S&P Global menunjukkan bahwa meskipun produksi di negara-negara besar meningkat, hal ini sebagian didorong oleh kekhawatiran mengenai kekurangan pasokan bahan bakar dan kenaikan harga energi karena konflik Iran menghambat arus perdagangan,” tulis mereka.

Konflik yang dimulai sejak akhir Februari berdampak pada kenaikan harga energi dan komoditas lainnya, yang secara langsung memengaruhi biaya produksi dan sentimen pasar. Kondisi ini menimbulkan tekanan terhadap sektor-sektor yang bergantung pada pasokan luar negeri, terutama di kawasan Asia. Peningkatan biaya operasional dan ketidakpastian politik menjadi faktor utama yang memperlemah kinerja industri.

Lihat Juga :   Solving Problems: IdScore: Industri kredit nasional solid di tengah tekanan geopolitik

Kinerja IHSG Hari Ini dan Sektoral

Dari penutupan perdagangan IHSG hari ini, frekuensi transaksi saham mencapai 2.441.740 kali, dengan volume perdagangan 60,30 miliar lembar saham senilai Rp21,12 triliun. Sebanyak 327 saham menguat, 357 saham melemah, dan 134 saham stagnan. Pada sektor barang konsumen primer, kenaikan tertinggi tercatat sebesar 2,53 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen nonprimer 1,53 persen, sektor infrastruktur 0,96 persen, dan sektor perindustrian 0,03 persen.

Sementara itu, sektor-sektor lain menunjukkan penurunan. Sektor kesehatan turun 1,63 persen, sektor teknologi 1,56 persen, sektor transportasi 1,52 persen, sektor energi 1,20 persen, sektor barang baku 0,69 persen, sektor keuangan 0,16 persen, serta sektor properti 0,01 persen. Perubahan arah ini mencerminkan respons pasar terhadap dinamika ekonomi global dan risiko regional.

Perspektif Jangka Panjang dan Perkembangan Selanjutnya

Keb