‘Kami Muak’ Menggema di Depan Kejagung, Massa Desak Program MBG Dihentikan

Share: X Facebook
khrisna-edit-1784105175-76fbd9819d

Pondokkebaikan.com – “`Html Special Plan: Massa Desak MBG Dihentikan di Kejagung

Special Plan: Aksi Massa di Kejagung Desak Penghentian Program MBG

Special Plan – Sejumlah kelompok masyarakat yang tergabung dalam Aliansi MBG Watch menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di kawasan Jakarta Selatan pada hari Rabu, 15 Juli 2026. Lokasi yang dipilih dengan cermat adalah Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia sebagai simbol penegakan hukum nasional. Para demonstran menyampaikan tuntutan utama mereka untuk menghentikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang sedang berjalan saat ini. Program yang kontroversial ini telah menjadi sorotan publik sejak awal peluncurannya.

Kehadiran massa di depan gedung kejaksaan dimulai sejak pukul 13.00 WIB dengan jumlah yang semakin bertambah setiap jamnya. Mereka membawa berbagai spanduk dan poster dengan tulisan yang tegas, salah satunya berisi ajakan untuk menghentikan program MBG secara total. Suasana demonstrasi berlangsung dengan tertib, di mana para peserta bergantian menyampaikan orasi di area gerbang utama gedung kejaksaan. Banyak yang membawa bendera dan atribut berwarna merah putih sebagai simbol nasionalisme.

Special Plan: Tuntutan Pembubaran Lembaga Terkait

Salah satu poin penting yang disampaikan oleh para demonstran adalah permintaan agar pemerintah membubarkan dua lembaga yang bertanggung jawab atas program tersebut. Mereka menuntut pembubaran Badan Gizi Nasional serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Alasan utama dari tuntutan ini adalah dugaan kuat adanya praktik korupsi yang terjadi dalam pelaksanaan proyek makan bergizi gratis. Special Plan menyoroti bahwa hal ini menjadi perhatian serius masyarakat.

Seorang orator yang menjadi salah satu perwakilan massa berteriak lantang, “Kami muak! Kami muak!” Pernyataan ini langsung disambut dengan sorak-sorai dari para peserta aksi lainnya. Emosi yang terlihat menunjukkan kekecewaan mendalam terhadap jalannya program yang dinilai tidak transparan. Banyak peserta yang menangis sambil menyampaikan keluh kesah mereka tentang program ini.

Special Plan: Dugaan Korupsi dan Proses Hukum

Dalam orasi mereka, para demonstran juga menyoroti perkembangan kasus hukum yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah. Saat ini, penanganan kasus tersebut berada di bawah naungan Kejaksaan Agung. Kehadiran nama Febrie dalam konteks ini menjadi salah satu pemicu kemarahan massa yang merasa program MBG memiliki keterkaitan dengan masalah hukum yang sedang berlangsung. Special Plan mencatat bahwa kasus ini telah menarik perhatian media nasional.

Aksi ini juga menjadi momen bagi Aliansi MBG Watch untuk menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. Pertama, penghentian total program Makan Bergizi Gratis. Kedua, pembubaran Badan Gizi Nasional dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Ketiga, permintaan agar Kejaksaan Agung mengusut tuntas dugaan korupsi yang terjadi dalam proyek MBG. Keempat, pengalihan anggaran program tersebut ke sektor-sektor yang dinilai lebih mendesak.

Special Plan: Prioritas Anggaran Negara

Para demonstran berpendapat bahwa anggaran negara seharusnya dialokasikan secara lebih tepat sasaran. Mereka mengusulkan agar dana yang selama ini digunakan untuk program MBG dialihkan ke sektor pendidikan, layanan kesehatan, serta program pemberdayaan masyarakat miskin. Menurut mereka, ketiga sektor tersebut memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Special Plan menambahkan bahwa hal ini sejalan dengan aspirasi rakyat kecil.

“Kami tidak mau lagi melihat uang rakyat diboroskan untuk program yang tidak jelas manfaatnya. Kami muak dengan ketidakjujuran yang terjadi,” ujar salah satu peserta aksi.

Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, para peserta masih terus melakukan orasi secara bergantian di depan Gedung Kejaksaan Agung RI. Suasana tetap kondusif tanpa terjadi keributan yang berarti. Special Plan akan terus memantau perkembangan terbaru dari aksi ini dan melaporkan informasi terkini kepada pembaca.

“`

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *