Special Plan: Menbud: TMII Awards dorong inovasi daerah lestarikan budaya

Menbud: TMII Awards Dorong Inovasi Daerah dalam Lestarikan Budaya

Special Plan – Jakarta – Pada acara TMII Awards 2026 yang diadakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa penghargaan Pradana Nitya Budaya berperan dalam memacu inovasi daerah sebagai upaya mengelola dan melestarikan budaya. “Penghargaan ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem budaya di tingkat daerah. Setiap anjungan harus menjadi representasi terbaik dari kekayaan budaya wilayahnya,” ujarnya. Acara ini menghadirkan penghargaan bagi anjungan yang dinilai berhasil dalam pengelolaan, penguatan budaya, serta pelayanan kepada pengunjung. Menurut Fadli, penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga alat untuk mengukur keberhasilan dan keberlanjutan program budaya di setiap daerah.

“Penghargaan ini mendorong inovasi, mengukur kinerja, serta efisiensi. Sekaligus, mengakui peran pemerintah daerah dalam menjaga budaya Nusantara,” tambahnya.

Dalam sambutan pembukaannya, Fadli menekankan bahwa penghargaan ini memiliki makna yang lebih dari sekadar seremoni. “Ini adalah instrumen untuk membangkitkan semangat inovasi dan meningkatkan kualitas pengelolaan anjungan daerah,” kata Fadli. Menurutnya, setiap daerah harus mampu menyajikan program budaya yang memiliki ciri khas dan mewakili identitas lokalnya. Hal ini sejalan dengan amanat konstitusi, khususnya Pasal 32 ayat 1, yang menegaskan tanggung jawab negara dalam memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.

“Negara menjamin masyarakat untuk memelihara dan mengembangkan nilai budayanya. Ini menjadi dasar penting bagi seluruh kebijakan kebudayaan kita,” ujarnya.

TMII Awards 2026 dianggap sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan daerah dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia. Kementerian Kebudayaan mengharapkan ajang ini dapat memacu setiap anjungan di TMII untuk menghadirkan inovasi yang bermakna dan berakar pada identitas budaya masing-masing wilayah. “Setiap anjungan harus mampu menciptakan program yang orisinal, serta mencerminkan keunikan budaya setempat,” jelas Fadli. Ia juga menyebutkan bahwa TMII, sebagai pusat budaya yang berdiri selama 51 tahun, tetap relevan sebagai ruang edukasi, promosi, dan pelestarian kebudayaan.

“TMII adalah etalase budaya kita, yang menampilkan kekayaan dan keberagaman Indonesia. Ini harus terus kita jaga dan kembangkan agar tetap menjadi kebanggaan nasional,” tambahnya.

Menurut Fadli, TMII merupakan gagasan visioner yang diinisiasi oleh Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, bersama Ibu Negara Siti Hartinah. Sejak awal, kawasan tersebut dirancang sebagai wadah untuk memperkenalkan keberagaman budaya dari Sabang hingga Merauke, serta dari Miangas hingga Pulau Rote. Dengan keberadaan TMII, negara menunjukkan komitmen dalam memperkuat identitas budaya Indonesia, terutama di tengah dinamika globalisasi yang menuntut adaptasi dan inovasi.

Lihat Juga :   Facing Challenges: Mantan istri Andre Taulany dilaporkan atas dugaan penganiayaan ART

Ajang TMII Awards 2026 diharapkan mendorong keberlanjutan pelestarian budaya tidak hanya di pusat kota, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia. “Semangat pelestarian budaya harus terus berkembang di tingkat daerah sebagai bagian dari kekuatan dan identitas bangsa,” tutur Fadli. Ia menekankan bahwa inovasi dalam program budaya bisa menjadi sarana untuk memperkaya pengalaman masyarakat dalam mengakui warisan leluhur mereka.

Dalam perjalanannya, TMII telah menjadi simbol keberagaman Indonesia. Kementerian Kebudayaan berupaya menjadikan TMII sebagai tempat yang tidak hanya memamerkan budaya, tetapi juga menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas. “Dengan TMII Awards, kita memastikan bahwa kekayaan budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga diperkenalkan secara inovatif,” kata Fadli. Ia mengingatkan bahwa peradaban dunia tidak boleh menggantikan keaslian budaya lokal, melainkan menjadi pelengkap untuk memperkaya dimensi kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Adapun nominasi Pradana Nitya Budaya TMII Awards 2026 mencakup 13 anjungan dari berbagai provinsi. Daerah yang masuk dalam daftar tersebut antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Bali. Setiap anjungan menghadirkan program budaya yang berbeda, dengan harapan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengembangkan kebudayaan secara mandiri.

Hasil penilaian menunjukkan bahwa anjungan Provinsi Sumatra Barat dan Sulawesi Barat menjadi pemenang terbaik dalam kategori Pradana Nitya Budaya. Sedangkan untuk kategori resolusi terbaik, anjungan Jawa Timur dinilai sebagai yang terunggul. Di sisi lain, anjungan Kalimantan Selatan berhasil meraih juara pertama, diikuti oleh Bali dan Jawa Tengah sebagai pemenang kedua. Penghargaan ini menegaskan bahwa berbagai wilayah Indonesia memiliki kekuatan sendiri dalam membangun identitas budaya yang unik dan relevan.

Lihat Juga :   Kios kopi di Pasar Santa buka pelatihan barista seharga Rp500 ribu

Menurut Fadli, TMII Awards menjadi bukti bahwa kebudayaan Indonesia tidak terbatas pada satu pusat, tetapi merupakan koleksi yang harus dirawat bersama oleh seluruh elemen masyarakat. “Kementerian Kebudayaan terus berupaya memberikan dukungan kepada daerah-daerah dalam mengembangkan program budaya yang memiliki makna mendalam,” u