Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru
Special Plan – Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan fasilitas rumah sakit umum daerah (RSUD) di Kabupaten Lampung Barat pada Rabu, 10 Juni 2026, sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan layanan kesehatan nasional. Kunjungan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menyusun program prioritas pemerintah, yang diharapkan bisa memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas kesehatan di daerah. Dalam perjalanan ke Lampung, Prabowo akan melibatkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai pendamping utama, sebagaimana diungkapkan oleh Budi setelah bertemu dengan Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Kunjungan ke Lampung: Evaluasi Program Prioritas
Menurut informasi yang diberikan Budi, kunjungan ke Lampung Barat nantinya bertujuan untuk meninjau langsung berbagai inisiatif pemerintah dalam bidang kesehatan, khususnya pembangunan serta peningkatan aksesibilitas layanan kesehatan di 66 RSUD yang telah ditetapkan sebagai prioritas nasional. Program ini menjadi salah satu dari tiga quick wins yang dicanangkan Prabowo dalam agenda pemerintahan pertamanya. Quick wins ini dirancang untuk mempercepat realisasi proyek-proyek yang memiliki dampak cepat dan signifikan bagi masyarakat.
“Besok diajak ke Krui, Lampung Barat, mau ikut nggak? Resmikan rumah sakit,” kata Budi saat dicegat wartawan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Budi menjelaskan bahwa dalam kunjungan tersebut, Prabowo akan melakukan evaluasi terhadap beberapa proyek kunci, termasuk program layanan kesehatan gratis, pengendalian tuberculosis (TBC), serta pembangunan 66 RSUD. “Kan beliau kasih tiga quick wins. Jadi tadi diminta update. Yang pertama itu cek kesehatan gratis, yang kedua TBC, sama rumah sakit yang 66 itu,” ujar Budi dalam wawancara singkat.
Menkes Bantah Isu Perombakan Kabinet
Kehadiran Budi di Istana Kepresidenan Jakarta juga menarik perhatian publik karena dilakukan tidak lama setelah sejumlah tokoh seperti ekonom senior Chatib Basri dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menghadap Prabowo. Situasi ini memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan adanya perombakan kabinet, terutama soal kemungkinan Budi mengisi posisi baru sebagai Menteri Keuangan.
“Apa? lho itu kan kata situ,” kata Budi saat ditanya wartawan mengenai isu dirinya masuk bursa Menteri Keuangan.
Meski demikian, Budi menegaskan bahwa ia tetap fokus pada tugas utamanya di Kementerian Kesehatan. “Sekarang masih jadi Menkes,” tambahnya, mengungkapkan bahwa belum ada keputusan resmi mengenai pergeseran jabatannya. Ia juga menyatakan bahwa kunjungan ke Lampung Barat lebih bersifat evaluasi program, bukan tanda-tanda perubahan struktur kabinet.
Program RSUD: Perluasan Akses Layanan Kesehatan
Pembangunan dan peningkatan 66 RSUD menjadi proyek unggulan pemerintah dalam upaya memperluas akses layanan kesehatan di berbagai wilayah. Menurut Budi, sebagian dari proyek tersebut sudah mulai beroperasi, dengan 20 RSUD yang telah menyelesaikan pembangunannya dan mulai melayani masyarakat. “Dan itu kan sudah jadi. 20 sudah beroperasi 12. Jadi beliau ‘ya udah saya mau lihat’, gitu. Jadi mungkin rencananya ingin mengunjungi,” terang Budi, menjelaskan alasan Prabowo memilih Lampung Barat sebagai tempat untuk meninjau langsung hasil proyek.
Rumah sakit daerah, terutama di daerah terpencil, menjadi penting karena dapat mengurangi beban rumah sakit umum dan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih dekat ke masyarakat. Dengan adanya RSUD baru, diharapkan masyarakat Lampung Barat bisa mendapatkan akses lebih mudah terhadap fasilitas medis, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan yang lebih kompleks. Proyek ini juga bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan, sejalan dengan visi pemerintah membangun sistem kesehatan yang lebih inklusif.
Langkah Strategis dalam Percepatan Pelayanan
Kunjungan Prabowo ke Lampung Barat dianggap sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa proyek-proyek kesehatan yang telah direncanakan bisa berjalan sesuai target. Dalam pertemuan dengan Budi, Prabowo juga berharap mendapatkan pemutakhiran mengenai progres program-proyek tersebut. “Beliau ingin tahu kemajuan proyek, jadi saya sampaikan update mengenai kesehatan gratis, TBC, dan 66 RSUD,” kata Budi, yang menjadi penjelasan awal dari kunjungan ini.
Kebijakan quick wins ini diharapkan bisa memberikan dampak langsung dalam beberapa bulan pertama pemerintahan Prabowo. Dengan meresmikan RSUD baru di Lampung Barat, pemerintah menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan masalah kesehatan secara cepat. Menurut Budi, proyek-proyek seperti ini memerlukan koordinasi yang baik antara Kemenkes dan daerah, agar bisa berjalan optimal. “Jadi kita perlu kerja sama yang lebih baik dengan provinsi dan kabupaten, agar RSUD bisa beroperasi dengan baik,” imbuhnya.
Peran Menkes dalam Quick Wins
Sebagai Menteri Kesehatan, Budi mengakui bahwa posisinya sangat strategis dalam mendukung program quick wins. Ia menyebut bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kerja sama antarinstansi, termasuk dukungan dari daerah dan pihak swasta. “Kita perlu menggerakkan semua pihak untuk mencapai hasil yang diharapkan dalam waktu singkat,” tuturnya, menegaskan bahwa peningkatan akses layanan kesehatan bukan hanya tentang jumlah RSUD yang dibangun, tetapi juga kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Peluncuran RSUD baru di Lampung Barat juga diharapkan menjadi contoh yang bisa diikuti oleh daerah-daerah lain. Dengan melibatkan Menkes dalam peresmian, pemerintah menunjukkan bahwa prioritas kesehatan tetap menjadi fokus utama, meski ada spekulasi tentang perubahan struktur kabinet. Budi berharap kunjungan tersebut bisa menjadi momentum untuk menegaskan komitmen terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui layanan kesehatan yang lebih baik.
Dalam konteks nasional, proyek pembangunan 66 RSUD dianggap sebagai bagian dari upaya menyelaraskan kebijakan antara pusat dan daerah. Budi menyebut bahwa pemerintah telah berupaya keras untuk memastikan proyek ini bisa diselesaikan dalam waktu singkat. “Kita perlu kerja keras dan kes



