Butuh Kesempatan Kerja yang Setara, Fajeri di JobFair Jaksel: Padahal Difabel Ada yang Mampu Juga

Share: X Facebook
khrisna-edit-1783547093-8f4d8207a7

JobFair Jaksel 2026: New Policy untuk Kesetaraan Difabel

Pondokkebaikan.com – Perjalanan Fajeri, seorang pemuda tuna rungu berusia 24 tahun yang berasal dari Jakarta Utara, menjadi cukup berat saat ia menghadiri acara JobFair Jakarta Selatan 2026. Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Nyai Ageng Serang, Setiabudi, pada hari Rabu, 8 Juli 2026 itu, memberikan pengalaman yang tidak sepenuhnya memuaskan bagi dirinya. Meskipun antusiasme awalnya cukup tinggi, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa peluang kerja bagi penyandang disabilitas masih sangat terbatas. Melalui New Policy yang digulirkan, diharapkan kesenjangan ini dapat segera ditutup.

Hanya Tiga Perusahaan yang Menyediakan Posisi untuk Difabel

Dari total empat puluh perusahaan yang berpartisipasi dalam acara tersebut, hanya segelintir yang benar-benar membuka kesempatan bagi para penyandang disabilitas. Fajeri mendapati dirinya harus berjalan menyusuri lorong-lorong stan perusahaan dengan harapan yang semakin menipis. Ia akhirnya memutuskan untuk melamar hanya kepada dua perusahaan saja, yaitu Alfa dan Shelter Indonesia. Keputusan ini diambil setelah ia melihat bahwa sebagian besar perusahaan belum sepenuhnya siap menerima karyawan difabel. Implementasi New Policy dalam dunia kerja masih memerlukan waktu dan komitmen lebih besar dari para pelaku industri.

“Saya hanya coba di Alfa dan Shelter Indonesia,” ujar Fajeri saat ditemui oleh Suara.com di lokasi acara. Pernyataan singkat ini mencerminkan kekecewaan yang ia rasakan. Ia berharap lebih banyak perusahaan yang memiliki visi inklusif terhadap penyandang disabilitas. Melalui New Policy, diharapkan setiap perusahaan dapat memberikan kesempatan yang sama kepada semua calon pekerja tanpa memandang keterbatasan fisik.

Perbandingan dengan Job Fair di Bekasi

Kekecewaan Fajeri semakin terasa ketika ia membandingkan pengalamannya dengan Job Fair yang pernah ia hadiri di Bekasi beberapa waktu sebelumnya. Di Bekasi, ia menemukan setidaknya tujuh posisi yang tersedia untuk kaum difabel. Kontras yang sangat mencolok ini membuat Fajeri merasa bahwa akses kerja bagi penyandang disabilitas masih belum merata di berbagai wilayah. New Policy seharusnya menjadi panduan bagi seluruh perusahaan di Indonesia untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil dan setara.

Menurut Fajeri, masalah ini tidak hanya terjadi di Jakarta Selatan, tetapi juga mencerminkan stigma yang masih melekat dalam masyarakat. Banyak perusahaan yang cenderung memandang sebelah mata kemampuan fisik seseorang tanpa melihat potensi sebenarnya. Hal ini menjadi hambatan utama bagi para difabel yang ingin mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka. Dengan adanya New Policy, diharapkan stigma negatif ini dapat perlahan-lahan hilang dari masyarakat Indonesia.

Pesan untuk Pemerintah dan Masyarakat

Fajeri menyampaikan pesan yang cukup mendalam melalui suaranya. Ia tidak hanya menginginkan janji-janji manis dari pemerintah, tetapi juga tindakan nyata. Ia berharap pemerintah dapat menyediakan akses lapangan kerja yang lebih inklusif serta program peningkatan keterampilan yang dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. New Policy yang telah digulirkan harus segera diimplementasikan secara konsisten di seluruh sektor industri.

“Padahal difabel ada yang mampu juga,” celetuk Fajeri singkat namun penuh makna.

Pernyataan ini menjadi inti dari perjuangannya. Bagi Fajeri dan banyak penyandang disabilitas lainnya, pekerjaan bukan sekadar sarana untuk mencari nafkah, tetapi juga tentang martabat dan pengakuan atas kemampuan mereka. Mereka ingin diberi kesempatan yang setara untuk bekerja dan berkarya, bukan hanya dijadikan simbol dalam berbagai acara. Melalui New Policy, harapan ini dapat menjadi kenyataan bagi generasi difabel masa depan.

“Kami tak hanya ingin dijadikan simbol. Tetapi diberi juga kesempatan yang setara untuk bekerja dan berkarya,” tegas Fajeri menutup pembicaraan.

Detail JobFair Jakarta Selatan 2026

JobFair Jakarta Selatan 2026 merupakan acara yang diselenggarakan selama dua hari, yaitu dari tanggal 7 hingga 8 Juli 2026. Acara ini dihadiri oleh 40 perusahaan dari berbagai sektor industri. Meskipun jumlah perusahaan yang berpartisipasi cukup banyak, jumlah posisi yang tersedia bagi penyandang disabilitas masih jauh dari harapan. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif. New Policy menjadi langkah awal yang penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Fajeri berharap bahwa pengalaman yang ia alami di JobFair Jakarta Selatan 2026 dapat menjadi bahan evaluasi bagi para penyelenggara acara dan perusahaan yang berpartisipasi. Ia juga berharap bahwa ke depannya, lebih banyak perusahaan yang akan membuka pintu bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai dengan kemampuan mereka. Dengan dukungan New Policy, masa depan yang lebih cerah bagi kaum difabel di Indonesia semakin dekat untuk diwujudkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *