Pembahasan Penting: Kalahkan Alcaraz, Sinner raih gelar Monte-Carlo dan posisi No.1 dunia

Kemenangan Sinner di Monte-Carlo dan Juara Dunia

Jannik Sinner, petenis dari Italia, meraih gelar pertamanya di level Masters 1000 pada permukaan tanah liat Monte-Carlo Masters, Minggu (12/4), sekaligus menempati peringkat pertama dunia setelah mengalahkan Carlos Alcaraz dengan skor 7-6(5), 6-3. Hasil ini menandai pertemuan pertama mereka sejak November, ketika Sinner menang di final Nitto ATP Finals.

Momen Puncak Pertandingan

Dalam laga berdurasi dua jam 15 menit, Sinner berhasil memenangkan set pertama di tie-break setelah Alcaraz melakukan kesalahan ganda di set point. Meski hanya memasukkan 51 persen servis pertamanya, petenis berusia 24 tahun itu bangkit dari ketertinggalan 1-3 di set kedua. Alcaraz, yang mencatatkan 45 kesalahan sendiri, menjadi lawan yang tangguh.

“Kami datang ke sini untuk mencoba memainkan sebanyak mungkin pertandingan, mendapatkan umpan balik yang baik sebelum turnamen besar lainnya yang akan datang. Hari ini adalah level permainan yang tinggi dari kami berdua,” kata Sinner, dikutip dari ATP.

Rekor dan Tantangan

Sinner, yang sebelumnya tidak kehilangan satu set pun dalam perjalanannya ke gelar Masters 1000 di Paris, Indian Wells, dan Miami, menjadi petenis putra pertama yang mencapai “Sunshine Double” tanpa kehilangan satu set pun. Dia juga memperbarui rekor sebagai petenis ketiga dalam sejarah yang memenangkan empat gelar Masters 1000 secara beruntun, bergabung dengan Novak Djokovic dan Rafael Nadal.

Pengakuan dari Alcaraz

“Sungguh mengesankan apa yang Anda capai saat ini,” ujar Alcaraz kepada Sinner selama upacara penyerahan trofi. “Hanya satu orang yang memenangi ‘Sunshine Double’ dan Monte-Carlo, dan Anda sekarang menjadi yang kedua. Ini sesuatu yang luar biasa dan saya baru saja merasakan betapa sulitnya itu. Selamat atas segalanya dan kerja keras yang Anda lakukan bersama tim Anda.”

Dalam perjalanan menuju kemenangan, Sinner mengakhiri catatan sejarahnya dengan 37 set tanpa kekalahan di level Masters 1000. Kekalahan terakhirnya terjadi di Shanghai pada Oktober, saat mengundurkan diri dari pertandingan melawan Tallon Griekspoor.

Alcaraz, yang masuk sebagai petenis peringkat satu dunia, telah menjuarai 17 pertandingan terakhirnya di lapangan tanah liat. Sejak musim lalu, ia memenangkan final di Roma dan Roland Garros. Namun, dalam pertandingan di Monako kali ini, ia tidak mampu menunjukkan konsistensi di depan Sinner.

Sinner, yang berada di posisi No.1 dunia selama 66 minggu, mengakhiri periode tersebut setelah mencapai puncak peringkat setelah memenangkan Paris Masters. Saat ini, ia akan memasuki pekan ke-67 sebagai petenis nomor satu dunia.