Jual Mobil Demi Keliling Dunia, Pesepeda Wanita Iran Ini Ungkap Rahasia Bahagia Lewat ‘Slow Life’
New Policy – Arezoo Eskandari, seorang perempuan dari Iran, menjadi inspirasi bagi banyak orang dengan perjalanan keliling dunia yang ia lakukan menggunakan sepeda. Dalam usahanya untuk mengikuti alur hidup yang lebih tenang dan bermakna, Arezoo menunjukkan bahwa kebahagiaan bisa ditemukan dalam ritme pelan, jauh dari kecepatan hidup yang serba cepat di era modern.
Bukan Hanya Hobi, Tapi Perjalanan Berjiwa
Perjalanan Arezoo tak hanya sekadar aktifitas olahraga, melainkan representasi filosofi hidupnya. Ia menceritakan bahwa setiap langkah di atas roda sepeda menjadi kesempatan untuk merasakan dunia dengan cara yang berbeda. Selama berbulan-bulan menempuh jarak yang sangat jauh, Arezoo berusaha membuktikan bahwa kebahagiaan bisa diperoleh melalui keterbukaan hati dan keberanian menghadapi tantangan.
“Hidup bukan tentang seberapa cepat kita sampai, tapi tentang apa yang kita rasakan di sepanjang jalan,” kata Arezoo, Senin (8/6/2026), saat diwawancara di AFK Beauty Skin Clinic, Mampang.
Keliling Dunia Tanpa Dukungan Pemerintah
Arezoo tidak memulai petualangannya dengan dana dari pemerintah. Ia bukan pegawai negeri atau utusan resmi, melainkan seorang individu yang memutuskan untuk mewujudkan mimpi besar dengan cara mandiri. Saat ini, ia bekerja di sektor swasta, tetapi pengorbanan yang diperlukan untuk mengayuh sepeda ke berbagai belahan dunia membuatnya rela meninggalkan kehidupan yang nyaman.
Sebelum memulai perjalanan ini, Arezoo Eskandari menghabiskan waktu di Iran, di mana ia lulus dari program psikologi dan aktif dalam dunia pendidikan. Namun, rasa ingin tahu tentang dunia dan keinginan untuk mengubah perspektif hidupnya mengarah pada keputusan yang tak terduga: menjual mobil untuk membiayai perjalanan sepeda yang menghabiskan waktu hampir satu tahun.
Dari Jakarta ke Bali: Rute dan Makna
Indonesia adalah negara keenam yang ia kunjungi dalam perjalanan ini. Sejak tiba di Jakarta pada 6 Juni 2026, Arezoo berencana melanjutkan petualangan ke Denpasar, Bali, sebagai bagian dari perjalanan yang telah menempuh lebih dari 8.000 kilometer. Meski Jakarta dikenal sibuk dan terkenal dengan kemacetannya, Arezoo tak terganggu. Ia percaya bahwa kecepatan bukanlah penentu utama kebahagiaan, melainkan kualitas pengalaman yang dirasakan selama perjalanan.
Perjalanan ke Bali tidak hanya menjadi tujuan geografis, tetapi juga kesempatan untuk membangun persahabatan baru. Arezoo menekankan bahwa batas-batas negara bisa dilebur melalui interaksi yang tulus di jalan raya. Ia menambahkan, “Saya memilih sepeda karena itu mengajak saya untuk melihat dunia dari sudut pandang yang lebih dekat, lebih jujur, dan lebih mengesankan.”
Di Balik Kekhawatiran: Nyali dan Kemandirian
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul kepada Arezoo adalah tentang keberaniannya melakukan perjalanan solo. Bagaimana mungkin seorang perempuan mampu melewati jarak yang sangat jauh, melewatkan kota-kota besar, dan menghadapi kondisi yang tak terduga dengan sepeda? Dengan senyum tulus, Arezoo menjawab bahwa musuh terbesarnya bukanlah jarak atau orang asing, melainkan isi pikiran sendiri.
“Saya memiliki latar belakang pendidikan psikologi di Iran, saya juga aktif di dunia pendidikan di Iran. Dan apa yang saya sedang lakukan sekarang dengan mandiri bersepeda ke berbagai negara,” ungkap Arezoo, Senin (8/6/2026), dalam wawancara di Jakarta.
Blokade Gaza dan Filosofi ‘Slow Life’
Sebagai bagian dari misi yang ia bawa, Arezoo juga ingin mengangkat isu kemanusiaan yang terjadi di Gaza. Ia mengatakan bahwa kekhawatiran sering kali hanya menjadi dinding imajiner yang membatasi langkah kita. “Yang saya ingin bagikan dengan rekan-rekan wartawan, adalah kekhawatiran sering kali hanya berada dalam pikiran kita, dan pikiran kita yang membatasi langkah dan gerakan kita,” tuturnya.
Di tengah situasi politik yang rumit, Arezoo tetap berpegang pada konsep ‘slow life’. Ia percaya bahwa perjalanan lambat-lambat justru memberikan kepuasan yang lebih dalam. “Saya merasa lebih tenang ketika menghabiskan waktu di jalanan, melihat kehidupan orang lain, dan mengenali budaya yang berbeda,” tambahnya.
Pengorbanan dan Inspirasi untuk Dunia
Arezoo tidak hanya ingin mengeksplorasi dunia, tet



