Tiba di Jakarta – Bupati Langkat Syah Afandin Digiring Lewat Pintu Belakang KPK

Share: X Facebook
63641-bupati-langkat

Tiba di Jakarta, Bupati Langkat Syah Afandin Digiring Lewat Pintu Belakang KPK

Pondokkebaikan.com – Setelah beberapa hari dilakukan penyelidikan, Bupati Langkat Syah Afandin akhirnya tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta pada Jumat (3/7/2026). Ia langsung diarahkan ke ruang pemeriksaan oleh tim penyidik setelah terjebak dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang berlangsung di beberapa lokasi di Sumatera Utara. Syah Afandin memasuki gedung KPK melalui pintu belakang, bukan melalui lobi utama, sebagai bagian dari proses pemeriksaan yang dijadwalkan intensif.

Operasi Tangkap Tangan Berhasil Memperoleh Tujuh Tersangka

KPK menyatakan operasi anti-korupsi tersebut menangkap tujuh individu, termasuk Syah Afandin, seorang ASN, serta lima warga dari sektor swasta. Penyelidikan dilakukan di tiga wilayah, yaitu Langkat, Binjai, dan Medan. Pihak KPK menjelaskan bahwa penangkapan ini terkait dengan dugaan kesepakatan suap dalam proyek pemerintahan di Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan serta Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat.

“Bupati Langkat, salah satu dari tujuh orang yang diamankan dalam operasi ini, telah tiba di Gedung KPK sekitar pukul 14.30 WIB,” ungkap Budi Prasetyo, juru bicara KPK, kepada wartawan.

Sebelumnya, penyidik KPK telah melakukan penyitaan uang tunai senilai ratusan juta rupiah dari lokasi penangkapan. Uang tersebut diduga sebagai bagian dari imbalan proyek yang diberikan oleh pihak swasta kepada Syah Afandin. Selain itu, tim penyidik juga memasang garis penyegelan di sejumlah lokasi untuk memastikan bukti-bukti keterangan saksi dan dokumen terjaga utuh.

Detail Penyitaan Uang dan Pemeriksaan Bupati

Berdasarkan laporan Suara.com, Syah Afandin tiba di Gedung Merah Putih KPK tanpa melewati pintu depan. Ia diterbangkan ke Jakarta dari rumah pribadinya di Medan, tempat ia ditangkap dalam operasi OTT tersebut. Proses pemeriksaan dimulai segera setelah tiba, dengan fokus pada kasus korupsi yang terkait dengan proyek-proyek yang dikelola dinas pemerintah daerah.

“Dari tujuh orang yang diamankan, satu di antaranya adalah Bupati Langkat,” tambah Budi Prasetyo.

Penyidik menemukan adanya dana yang disita dari tempat penangkapan. Uang tersebut disangka sebagai bentuk pembayaran fee proyek kepada Syah Afandin. Sebagai bagian dari penyelidikan, tim KPK juga mengumpulkan dokumen-dokumen terkait proyek yang dikhawatirkan terlibat dalam praktik korupsi.

Kasus yang Masih Dibuka dan Pihak Lain yang Terlibat

Operasi OTT ini tidak hanya menyasar Syah Afandin, tetapi juga melibatkan anggota pemerintahan lainnya. Dalam penyelidikan, KPK memastikan bahwa semua saksi dan bukti keterangan yang relevan tetap terjaga keasliannya. Selain uang tunai, penyidik juga memperoleh keterangan dari pihak-pihak yang terlibat, termasuk warga Medan dan Binjai.

Menurut informasi yang diperoleh, salah satu dari yang diamankan adalah Raja Juli, seorang pejabat yang mengakui bahwa Bupati Langkat pernah meninggalkan amplop di kantornya. Amplop tersebut diduga berisi uang tunai yang merupakan bagian dari transaksi korupsi. Raja Juli menjelaskan bahwa hal ini menjadi bukti tambahan dalam penyelidikan kasus yang tengah berlangsung.

OTT di Langkat ini memperlihatkan keterlibatan aktif Bupati Syah Afandin dalam praktik penggelapan dana proyek. Penyidik menilai bahwa uang yang disita berhubungan dengan proyek pendidikan dan pembangunan permukiman yang dianggap tidak transparan. Selain itu, penyidikan masih menelusuri kemungkinan adanya penerimaan gratifikasi lain dari pihak-pihak yang terlibat.

KPK: Kasus Masih dalam Penjelajahan

Menurut juru bicara KPK, kasus korupsi yang diungkap tidak hanya terkait satu proyek, tetapi juga berpotensi melibatkan beberapa proyek yang diawasi oleh dinas-dinas pemerintah daerah. Penyidik menegaskan bahwa uang yang disita saat ini menjadi bukti kuat dalam menyusun laporan lengkap kasus tersebut.

“Kasus ini masih dalam proses pengembangan, dan kita akan mengungkap lebih banyak detail dalam waktu dekat,” kata Budi Prasetyo. Ia menambahkan bahwa pihak KPK terus menggali kemungkinan adanya keterlibatan pejabat lain yang belum diperiksa.

Proses Pemeriksaan dan Perkembangan Selanjutnya

Sebagai bagian dari proses hukum, Syah Afandin akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di KPK. Tim penyidik berharap dapat mengungkap seluruh fakta terkait korupsi yang terjadi di dinas pendidikan dan perkim. Proses pemeriksaan ini menandai langkah penting dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

KPK menyatakan bahwa pihak-pihak yang diamankan dalam operasi OTT ini akan menjalani pemeriksaan yang mendalam. Selain itu, penyidik juga akan memeriksa transaksi keuangan yang terkait dengan proyek-proyek tersebut, serta menghubungi pihak-pihak lain yang mungkin terlibat. Operasi ini menunjukkan bahwa KPK tetap aktif dalam menindak tindak korupsi, termasuk yang melibatkan pejabat daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *