Menekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Jatim Media Summit 2026: Bangun Ekosistem Bersama

Share: X Facebook
81346-menteri-ekonomi-kreatif-ri-teuku-riefky-harsya-suara-dan-beritajatim

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya Berharap Media Lokal Jadi Pilar Ekonomi Nasional

Pondokkebaikan.com – Pada 30 Juni 2026, Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, memberikan dukungan kuat terhadap transformasi media lokal sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat. Dalam audiensi yang diadakan di Jakarta, ia menekankan peran penting media dalam menggerakkan sektor kreatif di Indonesia, khususnya untuk mendorong pengembangan industri daerah.

Jatim Media Summit 2026 sebagai Upaya Kolaboratif

Audiensi tersebut melibatkan tim Suara.com dan Beritajatim.com, dua media yang akan menggelar Jatim Media Summit 2026 di Kota Surabaya. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetitivitas ekonomi kreatif lokal, dengan fokus pada peran media sebagai pendorong pertumbuhan karya kreatif. Riefky Harsya menilai, kerja sama antara media dan pelaku industri kreatif dapat menjadi jalan untuk mewujudkan ekosistem yang lebih inklusif.

“Kemenkraf dan tim Jatim Media Summit bisa berkolaborasi agar IP lokal menjadi lebih terkenal secara nasional bahkan internasional,” ujar Riefky Harsya. Ia menjelaskan, perlindungan hak kekayaan intelektual (IP) merupakan kunci untuk memastikan karya kreatif dari daerah tetap relevan di pasar yang semakin global.

Dalam sesi diskusi, Riefky Harsya menyampaikan bahwa pihaknya memberikan perhatian khusus pada Jatim karena daerah tersebut dinilai sebagai salah satu sentra perkembangan ekonomi kreatif yang pesat. Tantangan utama yang dihadapi pelaku kreatif, menurutnya, meliputi akses pasar, keterbatasan sumber daya, dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri. “Kami ingin memastikan semua pihak, termasuk media, memiliki ruang untuk berkembang secara mandiri,” tambahnya.

Peran Media dalam Mengembangkan Kreativitas Daerah

Transformasi media lokal menjadi lebih berorientasi ekonomi kreatif juga menjadi sorotan dalam diskusi. Riefky Harsya mengungkapkan, media bukan hanya sekadar penyampai informasi, tetapi juga menjadi penyebab utama terciptanya karya-karya yang mampu menjangkau audiens luas. Dalam konteks ini, ia memandang bahwa kolaborasi antara media dan pelaku kreatif harus dilakukan secara profesional untuk memperkuat daya saing.

“Masalah seperti data, pelatihan, pembiayaan, atau kebijakan yang dibutuhkan industri kreatif perlu menjadi perhatian bersama,” jelas Riefky. Ia menambahkan, ekosistem yang dibangun melalui Jatim Media Summit diharapkan bisa memberikan solusi praktis bagi hambatan yang dihadapi oleh media dan kreator lokal.

Suara.com dan Beritajatim.com, sebagai mitra utama, telah melakukan inovasi di luar fungsi media tradisional. Melalui platform podcast, pelatihan di berbagai daerah, serta kerja sama dengan e-commerce, media lokal menjadi motor penggerak ekonomi yang membantu masyarakat menghasilkan pendapatan sambil tetap menjaga kreativitas. Pemimpin Redaksi Beritajatim, Dwi Eko Lokononto, mengakui urgensi perubahan pola pikir di kalangan pengelola media daerah untuk adaptasi terhadap tuntutan pasar.

Perlindungan Karya Kreatif Jadi Prioritas Kemenkraf

Riefky Harsya juga menyoroti masalah pembajakan karya yang sering terjadi di industri kreatif, termasuk di sektor media daring. Ia menekankan bahwa pemerintah sedang memperkuat regulasi untuk melindungi karya dari kebocoran atau penyalahgunaan. “Masalah ini menjadi atensi serius Kemenkraf, karena kreativitas adalah aset yang tidak bisa dilepaskan dari ekonomi,” ujarnya.

Dalam upaya membangun ekosistem yang sehat, Riefky Harsya mengingatkan pentingnya kebersamaan antara pemerintah, media, dan pelaku kreatif. “Kolaborasi ini bisa menciptakan kebijakan yang lebih baik dan memberikan insiprasi ke daerah lain,” kata dia. Ia juga mengatakan bahwa Jatim Media Summit 2026 menjadi langkah konkret untuk mendorong penyebaran karya daerah ke level nasional.

Kontribusi Media Lokal dalam Mendorong Ekonomi Kreatif

Kegiatan Jatim Media Summit 2026 diharapkan menjadi wadah diskusi terbuka tentang tantangan dan peluang di sektor ekonomi kreatif. Suara.com dan Beritajatim.com, yang masing-masing berbasis di daerah, menjadi contoh nyata tentang bagaimana media bisa bertransformasi menjadi aktor utama dalam pengembangan kreativitas lokal. Riefky Harsya menekankan bahwa media harus berperan dalam mengidentifikasi kebutuhan industri kreatif dan menyediakan fasilitas untuk memenuhi mereka.

Selain itu, pihak Kemenkraf juga menyampaikan bahwa pembajakan karya menjadi salah satu masalah yang perlu diatasi secara bersama. “Dengan regulasi yang lebih ketat, kita bisa melindungi hak cipta dan memastikan karya daerah tidak hanya terkenal, tetapi juga dihargai,” kata Riefky. Ia menambahkan bahwa keberhasilan ekosistem ekonomi kreatif bergantung pada keberlanjutan karya yang diproduksi, baik oleh media maupun pelaku kreatif lainnya.

Logo HUT RI ke-81 Diperkenalkan sebagai Simbol Kolaborasi

Pada acara yang sama, pemerintah juga merilis logo HUT RI ke-81 yang telah dipilih oleh rakyat. Logo ini menggambarkan semangat kebersamaan dan inovasi yang menjadi dasar penguatan ekonomi kreatif. Riefky Harsya menilai, penggunaan logo ini bisa menjadi pengingat untuk menjaga komitmen pada kolaborasi antar-sektor.

Dia menjelaskan bahwa Jatim Media Summit 2026 tidak hanya fokus pada penguatan ekosistem lokal, tetapi juga menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan membangun kemitraan nasional. “Kami ingin melibatkan semua pihak agar ekonomi kreatif tidak hanya berkembang di Jatim, tetapi juga menjadi model bagi daerah lain,” ujar Riefky Harsya. Ia menambahkan bahwa dalam lima tahun terakhir, Jatim berhasil mengubah pola pengelolaan media dan kreativitas menjadi lebih efektif.

Kebijakan dan Infrastruktur untuk Mendukung Ekosistem Kreatif

Kemenkraf, dalam audiens tersebut, menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah sedang diarahkan untuk mendukung industri kreatif, khususnya di daerah. Riefky Harsya menegaskan bahwa kreativitas harus didukung oleh infrastruktur yang memadai, termasuk akses ke data dan pelatihan teknis. “Kita perlu membangun kerangka kerja yang memungkinkan media dan pelaku kreatif berkembang secara mandiri,” kata dia.

Transformasi media lokal menjadi penggerak ekonomi kreatif juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan teknologi dan platform digital. Riefky Harsya menilai, inisiatif seperti kerja sama dengan e-commerce dapat menjadi solusi untuk memperluas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *