Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun
Main Agenda – Presiden Prabowo Subianto melakukan penyesuaian dana untuk pengembangan riset nasional menjadi sebesar Rp4 triliun dalam pertemuan di Istana Negara. Perubahan anggaran ini dianggap penting untuk mendorong inovasi di berbagai sektor dan menyelesaikan tantangan sosial serta ekonomi yang dihadapi bangsa Indonesia. Pemerintah berkomitmen menyatukan seluruh upaya penelitian dalam satu strategi terpadu, yang diharapkan menjadi fondasi untuk pembangunan berkelanjutan.
Konteks Pertemuan KSTI 2026
Penegasan anggaran penelitian tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat menutup acara Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh akademisi dan peneliti nasional ini menjadi ajang diskusi strategis tentang peran ilmu pengetahuan dalam kemajuan bangsa. Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa keputusan penambahan dana riset merupakan bagian dari kebijakan nasional yang lebih luas.
Peta Jalan Riset Nasional
Dalam pidatonya, Prasetyo Hadi menyoroti pentingnya menyusun satu dokumen perencanaan terpadu untuk mengarahkan seluruh penelitian ke tujuan yang sama. “Dengan satu peta jalan, kita bisa memastikan semua upaya riset sejalan dengan kebutuhan bangsa,” katanya. Menurutnya, peta jalan ini tidak hanya menjadi panduan, tetapi juga instrumen untuk mengukur progres dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat solusi atas isu-isu seperti polusi lingkungan, ketergantungan energi, dan ketahanan pangan.
Koordinasi Antar Kementerian
Penambahan anggaran riset tidak hanya menjadi keputusan pemerintah pusat, tetapi juga melibatkan kerja sama dari berbagai lembaga. Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan bahwa arahan tersebut sudah diterima oleh Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains, Teknologi, serta Kementerian Bappenas. Selain itu, Badan Riset Nasional (BRIN) juga turut terlibat dalam merumuskan jalur integrasi riset. “Semua pihak harus berkolaborasi agar tidak ada celah atau perbedaan arah dalam pengembangan penelitian,” tambah Pras.
Harapan Pemerintah untuk Riset Berdampak
Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penambahan dana riset bukan sekadar angka, tetapi juga kunci untuk mewujudkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Riset harus terukur, dan dampaknya langsung terlihat dalam penyelesaian masalah kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Ia memberikan contoh spesifik seperti penelitian mengenai sampah plastik dan konversi limbah menjadi energi. Proyek ini, katanya, bisa mengurangi ketergantungan pada bahan bakar LPG serta mempromosikan penggunaan CNG sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan.
“Beliau menegaskan bahwa peta jalan riset ini harus menggabungkan semua proyek yang sedang berjalan, sehingga tidak ada perbedaan tujuan antar program,” kata Prasetyo Hadi. “Kita perlu menyatukan kekuatan sumber daya manusia, teknologi, dan pendanaan agar hasil penelitian bisa diterapkan secara efektif di lapangan.”
Dalam kesempatan itu, Prasetyo Hadi juga membahas langkah-langkah pengelolaan dana riset. Ia menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam alokasi anggaran, serta kesetaraan antara penelitian dasar dan terapan. “Dana riset tidak hanya untuk mengeksplorasi hal baru, tetapi juga untuk menjawab kebutuhan jangka pendek dan menengah,” jelasnya. Pemerintah juga berencana memperkuat kerja sama dengan lembaga swadaya dan sektor swasta dalam mengakselerasi penelitian yang relevan.
Penyisihan Laba BUMN untuk Riset
Di sisi lain, Prabowo Subianto menyetujui inisiatif penyisihan laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mendanai program penelitian. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur riset di Indonesia. “Laba BUMN bisa menjadi tambahan dana untuk proyek-proyek yang membutuhkan biaya besar,” kata Prasetyo Hadi dalam wawancara khusus. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini diharapkan mempercepat terwujudnya solusi inovatif di bidang ekonomi, teknologi, dan lingkungan hidup.
Prasetyo Hadi juga menyinggung tantangan dalam mengelola anggaran riset. Meski dana sebesar Rp4 triliun telah dialokasikan, ia menekankan bahwa penggunaannya harus terarah dan dapat dipantau. “Kita perlu memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan hasil maksimal,” katanya. Menurutnya, kunci sukses penelitian terletak pada sinergi antara lembaga pemerintah, akademisi, dan praktisi lapangan.
Potensi Dampak ke Masa Depan
Penambahan anggaran riset ini dinilai memiliki potensi besar untuk mengubah paradigma pembangunan Indonesia. Dengan dukungan keuangan yang lebih besar, lembaga penelitian diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang bisa diadopsi oleh masyarakat. Prasetyo Hadi menyebutkan bahwa inisiatif ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadi negara yang mandiri dalam teknologi dan penelitian. “Riset adalah fondasi kekuatan ekonomi, dan kekuatan ekonomi adalah fondasi kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
“Dalam pertemuan sebelumnya, beliau sudah memberikan arahan bahwa dana riset harus ditingkatkan hingga mencapai Rp4 triliun,” ucap Prasetyo Hadi. “Kita perlu mengoptimalkan semua kegiatan



