Visit Agenda: 183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar

Share: X Facebook
31453-kai-daop-1-jakarta-menertibkan-95-bangunan-dan-lapak-liar-di-jalur-stasiun-pasarsenen-pasar-gaplok

183 Warga Pindah ke Hunian Senen, KAI Tegaskan Komitmen Kembangkan Kawasan Rel

Visit Agenda – Pada 27-28 Juni 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta melakukan penertiban terhadap 95 bangunan serta 38 lapak liar yang berdiri di kawasan jalur rel antara Stasiun Pasarsenen dan Pasar Gaplok, Jakarta. Aktivitas ini sebagai bagian dari upaya menyelaraskan ruang yang secara resmi menjadi milik jalur kereta api dengan fungsi penggunaannya yang seharusnya. Selain itu, KAI juga menggandeng pemerintah serta berbagai pihak terkait untuk menyelenggarakan relokasi terhadap 183 warga yang tinggal di sekitar jalur rel. Mereka dipindahkan ke Hunian Senen, yang telah disiapkan sebagai tempat tinggal sementara.

Langkah Sterilisasi untuk Pastikan Keselamatan Operasional

Penertiban yang dilakukan dalam dua hari tersebut bertujuan mengurangi risiko gangguan terhadap perjalanan kereta api. Pembersihan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penghapusan bangunan tidak resmi hingga pembongkaran material yang ditinggalkan. Setelah selesai, area rel diharapkan kembali bersih dan aman, sehingga bisa mendukung kelancaran operasional kereta api. Franoto Wibowo, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, mengatakan bahwa tindakan ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan penggunaan ruang milik jalur kereta api.

“Penertiban ini bertujuan memastikan ruang manfaat dan ruang milik jalur kereta api kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Area di sekitar jalur rel harus tetap steril dari bangunan atau aktivitas yang bisa membahayakan masyarakat serta mengganggu keselamatan perjalanan kereta api,” ucap Franoto dalam keterangan yang diterima, Minggu (28/6/2026).

Sebelumnya, kawasan tersebut menjadi tempat tinggal bagi sejumlah warga yang tinggal di sepanjang jalur rel. Dengan adanya penertiban, KAI berupaya mengembalikan fungsi kawasan ke keadaan semula, yakni sebagai jalur transportasi yang bisa beroperasi secara optimal. Proses penataan ini tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga mengintegrasikan kebutuhan masyarakat sekitar melalui relokasi yang terencana. KAI Daop 1 Jakarta mengatakan bahwa relokasi dilakukan dengan koordinasi ketat antara pihaknya, pemerintah, serta organisasi pendukung lain.

Kolaborasi Membangun Lingkungan Lebih Aman

Dalam upaya ini, KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi. Menurut Franoto, keberhasilan penertiban kawasan bergantung pada sinergi antara berbagai institusi. “KAI berharap kerja sama yang telah terjalin bisa terus berlanjut, agar penataan kawasan perkeretaapian berjalan lancar serta menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Proses relokasi yang dimulai sejak beberapa bulan sebelumnya, mencakup 183 jiwa dari 57 kepala keluarga. Mereka dipindahkan ke Hunian Senen yang merupakan proyek khusus yang dibangun oleh pemerintah untuk mengakomodasi warga yang terkena dampak penertiban. Franoto menambahkan bahwa keberadaan Hunian Senen akan memberikan solusi jangka panjang bagi warga yang harus pindah, sambil memastikan jalur rel tetap bebas dari gangguan.

“Kegiatan bersih lintas ini tidak hanya berfokus pada penataan fisik kawasan, tetapi juga menjadi upaya preventif untuk meminimalkan potensi bahaya di sekitar jalur rel. Contohnya, aktivitas masyarakat yang terlalu dekat dengan rel, keberadaan bangunan liar, serta benda-benda yang bisa menghambat perjalanan kereta api,” papar Franoto.

Dalam dua hari penertiban, petugas melakukan pembersihan material dan pengaturan kembali ruang yang kosong. Franoto menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari komitmen KAI untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. “KAI Daop 1 Jakarta akan terus melakukan pengawasan, penataan, dan kegiatan bersih lintas di sepanjang jalur rel. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa kawasan menjadi lebih tertib serta mendukung kelancaran operasional,” jelasnya.

Kawasan petak Stasiun Pasarsenen hingga Pasar Gaplok yang sudah diterapkan penataan ini diharapkan menjadi contoh sukses dalam pengembangan ruang transportasi. Selain itu, KAI juga memperkenalkan layanan KA Kertanegara yang semakin populer, dengan mencatat jumlah pelanggan hingga Mei 2026 mencapai 168 ribu. Franoto menyebutkan bahwa keberhasilan penertiban kawasan menjadi bagian dari langkah untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jasa transportasi.

Pengelolaan kawasan rel ini tidak hanya mengutamakan kebutuhan transportasi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan warga sekitar. Dengan menempatkan mereka di Hunian Senen, pemerintah berusaha meminimalkan kesulitan akibat keberadaan bangunan liar yang sebelumnya mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Franoto menekankan bahwa penertiban ini bukan hanya tentang fisik bangunan, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keselamatan.

Proses relokasi yang melibatkan berbagai pihak menunjukkan upaya bersama untuk mencapai tujuan yang sama. KAI Daop 1 Jakarta juga menegaskan bahwa mereka akan terus mendorong peningkatan kualitas kawasan rel sebagai bagian dari visi pengembangan infrastruktur transportasi. Franoto menyampaikan bahwa setelah penertiban, area tersebut akan menjadi lebih terbuka dan layak digunakan untuk kegiatan masyarakat yang tidak mengganggu jalur kereta api.

Dengan menjalankan kegiatan ini, KAI Daop 1 Jakarta mencoba menciptakan kawasan yang lebih terstruktur. Franoto berharap, hasil penertiban akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang, termasuk meningkatkan keamanan sekaligus keindahan lingkungan sekitar. “KAI akan terus berupaya memastikan bahwa setiap kawasan rel dikelola dengan baik dan berkelanjutan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *