Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
Facing Challenges – Hasil survei Litbang Kompas selama periode April 2026 mencatat peningkatan signifikan dalam tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri, yang mencapai 82,4 persen. Angka ini menunjukkan respons positif dari publik terhadap upaya transformasi dan perbaikan kinerja institusi kepolisian. Perubahan tersebut terjadi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi selama beberapa tahun terakhir.
Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menyatakan kenaikan kepercayaan ini menjadi bukti nyata efektivitas reformasi yang dilakukan Polri. Menurutnya, hasil survei menggambarkan keberhasilan perbaikan internal yang terus digencarkan, serta adaptasi Polri terhadap kebutuhan masyarakat modern.
Puncak Persepsi Masyarakat
Survei ini menempatkan Polri sebagai lembaga penegak hukum yang paling dihargai oleh publik, melebihi institusi hukum lain seperti Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Fenomena ini menunjukkan pergeseran citra kepolisian yang signifikan, seiring upaya transformasi yang terus berjalan.
Rudianto menekankan bahwa angka 82,4 persen ini bukan sekadar data statistik, tapi sinyal kuat bahwa reformasi Polri mulai berbuah hasil. Ia menyoroti peningkatan kinerja di berbagai bidang, mulai dari pelayanan administratif hingga penegakan hukum di lapangan, yang dirasakan oleh masyarakat secara langsung.
“Ini adalah modal sosial yang penting bagi Polri. Peningkatan sampai 82,4 persen ini patut diapresiasi. Sebab publik menilai ada perbaikan pelayanan, profesionalitas, serta kinerja polisi,” ujar Rudianto, Sabtu (27/6/2026).
Rekor Baru di Tengah Persaingan
Hasil survei Litbang Kompas yang digelar antara 9-18 April 2026 menunjukkan pertumbuhan kepercayaan publik yang konsisten. Dalam data sebelumnya, pada 2025, tingkat kepercayaan terhadap Polri mencapai 76,2 persen. Kenaikan sekitar 6 persen dalam satu tahun menunjukkan bahwa upaya perbaikan tidak hanya bertahan, tetapi juga menciptakan dampak nyata.
Di samping kepercayaan umum, kepuasan masyarakat terhadap layanan spesifik Polri juga meningkat. Dari 65,1 persen di tahun 2025, angka ini naik menjadi 67,6 persen. Peningkatan ini memperkuat bahwa Polri tidak hanya memperbaiki reputasi, tetapi juga menjawab harapan masyarakat terhadap layanan hukum yang lebih efektif dan responsif.
Transformasi yang Dinamis
Keberhasilan Polri dalam membangun kepercayaan publik menurut Rudianto Lallo didorong oleh dua faktor utama: modernisasi institusi dan responsivitas terhadap tuntutan masyarakat. Ia mengatakan kemampuan polisi untuk beradaptasi dengan perubahan jaman, baik dalam teknologi maupun metode pelayanan, menjadi kunci utama peningkatan citra.
Reformasi kepolisian yang berjalan saat ini dianggap lebih dinamis dibandingkan masa lalu, terutama di tengah tekanan publik yang semakin kritis. Menurut Rudianto, pergeseran ini bukan hanya hasil dari upaya internal, tetapi juga terbentuk dari keterlibatan masyarakat dalam menilai kinerja polisi secara langsung.
Kelembagaan Polri juga melihat peningkatan dalam citra keseluruhan. Dalam survei, angka citra mencapai 71,5 persen, naik dari 64,4 persen pada tahun sebelumnya. Tren ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya mempercayai Polri sebagai penyelenggara hukum, tetapi juga menghargai keandalan dan konsistensi institusi tersebut.
Kepuasan Masyarakat sebagai Bukti
Peningkatan kepercayaan tidak hanya mencerminkan peningkatan kualitas layanan, tetapi juga keberhasilan Polri dalam menciptakan hubungan yang lebih harmonis dengan publik. Rudianto Lallo menyebut bahwa angka ini menjadi bukti bahwa reformasi tidak hanya berjalan di tingkat kebijakan, tetapi juga menjangkau kehidupan sehari-hari warga.
Dalam konteks persaingan lembaga hukum, Polri kini mengungguli KPK, Mahkamah Agung, dan Kejaksaan Agung. Dari segi reliabilitas, responden survei menilai Polri lebih unggul dalam menjalankan tugas penegakan hukum. Fenomena ini menggambarkan penyesuaian Polri terhadap ekspektasi masyarakat yang berubah seiring perkembangan zaman.
Kenaikan 6 persen dalam satu tahun menunjukkan adanya komitmen yang terus menerus dari Polri untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Rudianto menambahkan bahwa polisi sekarang lebih mampu merespons kebutuhan masyarakat, seperti penanganan kasus korupsi atau kejahatan kecil dengan cepat dan transparan.
Penyesuaian Terhadap Tuntutan Publik
Dalam survei Litbang Kompas, polri dinilai mampu menjawab tantangan yang dihadapi, termasuk kebutuhan akan transparansi dan akuntabilitas. Rudianto Lallo menyebut bahwa perbaikan ini bukan hanya hasil dari kebijakan internal, tetapi juga terbentuk dari keberhasilan Polri dalam melibatkan masyarakat dalam proses reformasi.
Peningkatan kepercayaan publik ke Polri mencerminkan pergeseran paradigma kepolisian dari institusi tradisional menjadi entitas yang lebih proaktif. Dengan angka kepercayaan mencapai 82,4 persen, Polri kini berada di posisi terdepan dalam menjaga kredibilitasnya di tengah dinamika sosial yang terus berubah.
Rudianto juga menyoroti peran Polri dalam memperkuat pilar keadilan nasional. Dengan kepercayaan yang tinggi, masyarakat lebih percaya bahwa Polri mampu menjalankan tugasnya secara profesional dan tidak berpihak. Hal ini berdampak pada peningkatan kerja sama antara institusi dan masyarakat dalam menegakkan hukum.
Peningkatan kepercayaan dan kepuasan masyarakat juga menjadi motivasi bagi Polri untuk terus berinovasi. Rudianto berharap tren positif ini terus berlanjut dan dijaga dengan baik, agar kepercayaan terhadap Polri tetap menjadi fondasi untuk pelayanan yang lebih baik di masa depan.



