PGRI Usulkan Gaji Guru Capai Rp7 Juta, Dukung Wacana Minimum Rp5 Juta sebagai Awal Perubahan
Main Agenda – Manfaatkan main agenda peningkatan kesejahteraan pendidik, Komisi X DPR RI merumuskan usulan gaji minimum guru sebesar Rp5 juta per bulan. Rekomendasi ini dianggap sebagai langkah awal untuk meningkatkan penghasilan pendidik di berbagai daerah. Meski demikian, PGRI menyetujui wacana tersebut, tetapi memandang angka tersebut masih jauh dari ideal. Sebagai organisasi profesi, PGRI menekankan bahwa gaji guru perlu ditingkatkan agar mampu memenuhi standar hidup yang layak di seluruh Indonesia.
Pendapat PGRI: Target Gaji Ideal Harus Lebih Tinggi
Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi, menyambut baik rekomendasi gaji guru Rp5 juta sebagai main agenda kesejahteraan pendidik. Namun, ia menjelaskan bahwa angka ini belum memadai, terutama untuk daerah dengan tingkat kebutuhan hidup yang lebih tinggi. Unifah menegaskan bahwa gaji ideal seharusnya mencapai Rp7 juta per bulan, dengan konsep penggabungan gaji pokok dan tunjangan profesi yang seimbang. “Main agenda peningkatan gaji guru harus diiringi kebijakan yang berkelanjutan,” tambahnya.
“Kalau Rp5 juta ya kami terima kasih sekali,” kata Unifah kepada Suara.com, Kamis (25/6/2026). “Tapi jangan sampai guru menjadi mata duitan. Kami berharap gaji bisa mencapai Rp7 juta agar penghasilan lebih sesuai dengan tugas dan tanggung jawab mereka.”
Konteks Gaji Guru: Muncul dari Respons Presiden Prabowo
Usulan gaji guru Rp5 juta bermula dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengakui upah pendidik masih di bawah standar. Ia menyebut kebocoran anggaran negara menjadi penyebab utama masalah tersebut. Berdasarkan main agenda ini, Komisi X DPR RI memutuskan untuk menetapkan besaran gaji minimal sebagai langkah awal perubahan. Unifah mengapresiasi rekomendasi tersebut, tetapi menekankan perlunya penyesuaian sesuai kondisi daerah masing-masing.
“Main agenda ini adalah pengakuan bahwa gaji guru perlu ditingkatkan. Tapi peningkatan harus bertahap, agar tidak menimbulkan tekanan terhadap anggaran negara,” jelas Unifah.
Penyesuaian Daerah: Faktor Penting dalam Menentukan Gaji
Unifah menegaskan bahwa standar gaji guru tidak bisa disamaratakan. Ia menjelaskan bahwa biaya hidup di setiap wilayah berbeda, sehingga gaji harus disesuaikan dengan kondisi lokal. Untuk daerah dengan tingkat kebutuhan yang lebih tinggi, seperti DKI Jakarta, Rp5 juta mungkin masih kurang. “Main agenda harus mencakup perhitungan yang lebih rinci agar guru di semua kota bisa mendapatkan penghasilan yang adil,” tambahnya.
Dalam konteks ini, PGRI berharap pemerintah tidak hanya mengeluarkan wacana, tetapi juga menyusun kebijakan yang bisa diimplementasikan secara bertahap. Upaya ini diperlukan untuk memastikan guru tetap termotivasi dan bisa menjalankan tugas pendidikannya tanpa tekanan ekonomi.
Peran Pemerintah dalam Membangun Kesejahteraan Guru
Unifah menyoroti bahwa main agenda peningkatan gaji guru bukan hanya tugas satu pihak, tetapi membutuhkan keterlibatan stakeholder. Ia menilai bahwa pemerintah harus memastikan anggaran pendidikan mencukupi kebutuhan pendidik. “Main agenda ini adalah bagian dari upaya membangun sistem pendidikan yang berkelanjutan dan adil,” imbuhnya.
Komitmen PGRI terhadap main agenda gaji guru juga diiringi harapan bahwa kebijakan ini tidak hanya sekadar wacana. Peningkatan penghasilan pendidik diperlukan agar mereka bisa fokus pada tugas utama, yaitu mengembangkan generasi penerus bangsa. Unifah menegaskan bahwa kebijakan yang tidak memadai akan menimbulkan ketidakadilan dan mengurangi kualitas pendidikan.
Langkah Selanjutnya untuk Meningkatkan Kesejahteraan Guru
Sebagai penegas, PGRI menekankan bahwa main agenda gaji guru harus terus dikembangkan. Ia berharap pemerintah bisa memperbaiki sistem gaji dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi daerah, biaya hidup, dan tanggung jawab pendidik. Unifah menyebut bahwa Rp7 juta per bulan adalah target yang lebih realistis, terutama untuk wilayah kota besar. “Main agenda ini tidak hanya tentang angka, tapi tentang keadilan dan keberlanjutan pendidikan,” ujarnya.
Usulan ini menjadi bagian dari perjuangan PGRI dalam mendorong peningkatan kesejahteraan guru. Dengan main agenda yang jelas, PGRI berharap ada perubahan nyata dalam kebijakan pendidikan, sehingga guru tidak hanya menjadi profesi, tetapi juga bisa hidup dengan layak. “Kami yakin kebijakan yang berkelanjutan akan menciptakan masa depan pendidikan yang lebih baik,” tutup Unifah.



