Latest Program: Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional

Share: X Facebook
61640-hotel-sultan

Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional

Latest Program – Pemerintah mengumumkan keputusan untuk merobohkan Hotel Sultan di area Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, setelah sukses menyelesaikan proses pengambilan aset dari pemilik sebelumnya. Keputusan ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan kawasan yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Strategi Pembenahan Kawasan

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa lahan strategis yang sempat dihuni Hotel Sultan akan diubah menjadi pusat ekonomi baru yang ditargetkan sebagai ikon kebanggaan Indonesia. Menurutnya, transformasi ini merupakan bagian dari visi pemerintah untuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata dan infrastruktur.

“Kawasan ini akan menjadi ruang yang lebih luas dan terintegrasi, tidak hanya sebagai tempat penginapan tetapi juga sebagai destinasi ekonomi yang bisa menjangkau berbagai segmen masyarakat,” ujar Rosan setelah bertemu dengan tim eksekusi di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (22/6/2026).

Dalam pembicaraannya, Rosan menyebutkan bahwa pengelolaan Blok 15 GBK akan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pihak utama. Ia menegaskan bahwa proyek ini akan dibangun dengan konsep yang menyesuaikan kebutuhan pasar dan standar internasional. Dengan demikian, kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai penginapan akan terus berkembang menjadi ruang multifungsi.

Rencana Pengembangan dengan Konsep Sport Tourism

Rosan menyatakan bahwa proyek ini berpotensi menjadi destinasi pariwisata yang inovatif, terutama berkat konsep sport tourism yang dirancang. Ia menjelaskan bahwa integrasi kawasan ini dengan GBK akan memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat olahraga dan budaya. “Seluruh fasilitas akan ditingkatkan agar bisa bersaing di tingkat global,” tambahnya.

“Kita akan fokus pada pengembangan yang menyeluruh, termasuk aksesibilitas dan kenyamanan pengunjung. Dengan demikian, kawasan ini bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Rosan.

Presiden Prabowo Subianto, yang menjadi pengambil kebijakan utama, menginginkan kawasan Blok 15 GBK tidak hanya menjadi lokasi bisnis tetapi juga simbol kemajuan Indonesia di ranah internasional. Menurut Rosan, pesan dari presiden ini mendorong tim pengembang untuk merancang proyek dengan pendekatan komprehensif.

Kemungkinan Perubahan Fungsi Bangunan

Kepastian demoli si Hotel Sultan juga diungkapkan oleh Rosan dalam wawancara lanjutan. Ia menegaskan bahwa pembongkaran akan dilakukan untuk mengisi kekosongan lahan tersebut. “Pembongkaran ini adalah langkah awal, dan setelahnya akan ada pengembangan yang lebih strategis,” ujarnya.

“Kalau dulu hotel ini menjadi tempat tinggal, sekarang akan berubah menjadi ruang yang bisa memfasilitasi berbagai aktivitas ekonomi. Ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk Jakarta,” lanjut Rosan.

Dalam pembicaraannya, Rosan mengatakan bahwa pengelolaan kawasan akan dilakukan oleh beberapa BUMN, termasuk PT InJourney dan The Meru. Kedua perusahaan ini, menurutnya, memiliki pengalaman dalam pengembangan kawasan dan kemampuan untuk memenuhi standar internasional. “Perusahaan-perusahaan ini akan bekerja sama untuk merancang fasilitas yang lebih baik,” jelasnya.

Perbandingan dengan Situasi di Malaysia

Rosan mengungkapkan bahwa keputusan demoli si Hotel Sultan juga melihat kondisi kerja di Malaysia sebagai referensi. Dalam beberapa waktu terakhir, negara tetangga tersebut mengalami antrian hingga ribuan pencari kerja, sehingga perlu adanya tindakan preventif untuk menghindari situasi serupa di Indonesia. “Kita harus memastikan proyek ini tidak hanya menghasilkan keuntungan tetapi juga memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” tambahnya.

Menurut Rosan, pengembangan Blok 15 GBK akan menciptakan peluang kerja baru dan meningkatkan kualitas hidup warga sekitar. Ia menekankan bahwa kawasan ini perlu dikelola dengan berkelanjutan, mulai dari infrastruktur hingga layanan yang diberikan. “Kita harus memperhatikan aspek transportasi dan keamanan, agar pengunjung dan pengelola merasa nyaman,” katanya.

Visi Membangun Pusat Ekonomi Internasional

Rosan menyebutkan bahwa proyek ini berpotensi menjadi kawasan ekonomi yang mampu menarik investasi dari luar negeri. Dengan konsep sport tourism yang dipadukan dengan fasilitas modern, kawasan ini diharapkan bisa menjadi magnet bagi wisatawan dan pengusaha. “Ini bukan sekadar peningkatan infrastruktur, tetapi juga strategi untuk memperkuat ekonomi Jakarta secara menyeluruh,” ujarnya.

“Kita harus membuat rencana yang terukur, mulai dari tahun pertama hingga lima tahun ke depan. Proyek ini perlu menghasilkan manfaat yang nyata, baik dari segi ekonomi maupun sosial,” lanjut Rosan.

Rosan juga menyebutkan bahwa pembangunan kawasan ini akan mengutamakan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa seluruh fasilitas akan dirancang agar tidak merusak ekosistem sekitar. “Kita ingin kawasan ini bisa menjadi contoh pengembangan yang ramah lingkungan dan berdaya saing,” tutupnya.

Dengan demoli si Hotel Sultan, pemerintah bertujuan untuk membuka ruang baru yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Rosan berharap proyek ini bisa menjadi langkah awal dalam transformasi kawasan GBK menjadi pusat ekonomi yang lebih modern. Ia menyatakan bahwa keputusan ini merupakan keharusan, karena kawasan ini memiliki potensi untuk menjadi ikon baru di tengah persaingan yang semakin ketat.

Menurut Rosan, selain menangani infrastruktur, pemerintah juga akan fokus pada kualitas layanan dan pengelolaan yang lebih baik. Ia menilai bahwa kawasan eks Hotel Sultan akan menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. “Seluruh fasilitas akan diupgrade agar bisa bersaing di level internasional,” katanya.

Keputusan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah untuk merancang kawasan yang tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Rosan mengatakan bahwa proyek ini akan diluncurkan dalam beberapa bulan ke depan, dengan rencana awal untuk melibatkan para investor dan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. “Kita akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai rencana,” pungkasnya.

Dengan adanya proyek ini, diharapkan akan muncul perubahan positif di sekitar kawasan GBK. Rosan menegaskan bahwa semua aspek, termasuk transportasi, akan diperbaiki agar pengunjung bisa lebih mudah mengakses kawasan tersebut. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan proyek ini akan menjadi pengukur kinerja pemerintah dalam mengelola sektor pariwisata dan ekonomi secara efektif.

Keputusan demoli si Hotel Sultan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi dan budaya. Dengan mengubah fungsi lahan yang sebelumnya dikenal sebagai hotel menjadi kawasan multifungsi, di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *