Pramono Anung Meluncurkan Transformasi Jalan Rasuna Said: Menjadi Ikon Ruang Publik Seperti Paris
New Policy – Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta secara resmi meluncurkan tampilan baru Jalan HR Rasuna Said di Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2026). Kawasan ini, yang selama ini dikenal sebagai koridor diplomatik strategis, kini mendapatkan perhatian khusus sebagai wajah baru kota yang berstandar internasional. Revitalisasi yang dijalankan mencakup sejumlah penyesuaian fisik dan fungsi ruang publik, yang diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas bagi warga serta pengunjung.
Penataan Fisik dan Strategi untuk Ruang Publik
Proses revitalisasi Jalan HR Rasuna Said melibatkan penghapusan tiang monorel yang telah mangkrak sejak lama, serta perbaikan trotoar yang sebelumnya terkesan kacau akibat perbedaan tinggi antara jalur cepat dan lambat. Dengan langkah ini, kawasan yang dulu terlihat sempit dan kurang terorganisir kini berubah menjadi jalur pedestrian yang lebih lebar, nyaman, dan terintegrasi. Pemprov DKI Jakarta juga menargetkan kawasan tersebut menjadi ruang publik modern yang tidak hanya menunjang aktivitas diplomatik tetapi juga mendorong interaksi sosial yang lebih harmonis.
Revitalisasi ini didukung oleh berbagai upaya teknis, seperti pembersihan jalur lalu lintas, penambahan fasilitas hiburan, dan penguatan struktur jalan agar tahan terhadap beban lalu lintas yang meningkat. Selain itu, pihak pemerintah juga berencana mempercantik lingkungan sekitar melalui penataan taman, pencahayaan, dan elemen desain yang memperkuat identitas kawasan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menciptakan ruang yang tidak hanya estetis tetapi juga fungsional, sehingga mampu memenuhi harapan masyarakat dan diplomat.
Mimpi Pramono Anung untuk Menghadirkan Suasana Paris
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa perubahan di Jalan Rasuna Said menjadi bagian dari visi jangka panjang untuk meningkatkan citra Jakarta sebagai kota yang modern dan berkelas. “Saya membayangkan suatu hari kalau ini sudah rapi seperti di Paris, orang datang sambil masang kunci gembok untuk tanda cinta,” ujarnya. Kalimat ini mencerminkan harapan Pramono bahwa kawasan ini bisa menjadi tempat yang ikonik, bahkan menarik minat wisatawan dan masyarakat luar negeri.
“Setiap saya ketemu duta besar, ketemu diplomat, yang dibicarakan pertama pasti selalu Rasuna Said,” pungkas Pramono.
Dalam wawancara terpisah, Pramono menegaskan bahwa kawasan ini memiliki peran penting sebagai etalase kota yang menampilkan keberagaman budaya dan hubungan diplomatik. Menurutnya, sebelumnya kondisi Jalan Rasuna Said sering kali menimbulkan keluhan dari para diplomat, khususnya terkait pengaturan lalu lintas dan kurangnya kenyamanan berkunjung. Dengan perubahan yang dilakukan, kawasan ini diharapkan mampu menjadi contoh kota yang tidak hanya memiliki infrastruktur lengkap tetapi juga lingkungan yang ramah dan estetis.
Pemprov DKI Jakarta juga memperlihatkan komitmen dalam menghadirkan ruang publik yang lebih berkualitas. Selain penataan jalan, rencana revitalisasi sungai oleh Dinas Sumber Daya Air akan menjadi penyelesaian akhir untuk mengatasi masalah genangan air yang sering mengganggu pengunjung. Dengan membangun jembatan kecil dan mengoptimalkan aliran air, kawasan ini diharapkan terbebas dari genangan dan menjadi destinasi wisata alam yang menarik.
Proses Perubahan dan Kolaborasi
Pemimpin kota ini melibatkan berbagai pihak dalam proses revitalisasi, termasuk tokoh-tokoh penting seperti mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto. Peresmian wajah baru Jalan Rasuna Said dilakukan secara serius dengan rencana implementasi yang terstruktur. “Ini bukan hanya perubahan fisik, tetapi juga transformasi mental masyarakat terhadap ruang publik,” tambah Pramono, yang mengakui bahwa kawasan ini membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Sebagai koridor diplomatik, Jalan HR Rasuna Said sebelumnya terlihat sebagai representasi Jakarta di dunia internasional. Namun, keberadaannya juga selama ini menjadi sumber keluhan karena rasa kacau yang diakibatkan infrastruktur lama dan pengaturan lalu lintas yang tidak efisien. Revitalisasi ini bertujuan untuk menghadirkan wajah yang lebih menarik, sekaligus memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat kegiatan ekonomi dan diplomatik.
Sejumlah kritik pun muncul sebelum peresmian. Banyak warga mengeluhkan bahwa perubahan ini memakan waktu lama dan masih ada titik-titik yang perlu diperbaiki. Namun, Pramono menegaskan bahwa hasil akhir dari revitalisasi akan memberikan manfaat jangka panjang. “Kawasan ini menjadi simbol perubahan Jakarta, dan kami yakin masyarakat akan merasakan perbedaannya,” kata mantan Sekretaris Kabinet tersebut.
Pengembangan Jalan Rasuna Said tidak hanya diarahkan ke ruang publik yang lebih modern, tetapi juga ke keberlanjutan lingkungan. Pemprov DKI Jakarta menggandeng berbagai lembaga untuk memastikan bahwa perubahan ini tidak hanya estetis tetapi juga ramah lingkungan. Dengan adanya taman-taman yang dikelola secara profesional dan penggunaan material ramah lingkungan, kawasan ini diharapkan mampu menjaga keindahan sekaligus menjaga ekosistem sekitarnya.
Dalam pandangan Pramono, kawasan Rasuna Said memiliki potensi besar untuk menjadi kawasan kelas dunia. Ia menekankan bahwa revitalisasi ini merupakan langkah awal dari rencana besar untuk menyejajarkan Jakarta dengan kota-kota besar internasional. “Jalan ini bukan hanya tempat berkumpul para diplomat, tetapi juga menjadi ruang bagi seluruh masyarakat Jakarta untuk menikmati kota yang lebih indah dan nyaman,” pungkasnya.
Masa Depan yang Menjanjikan
Pemprov DKI Jakarta menyatakan bahwa kawasan Rasuna Said akan terus dikembangkan dalam beberapa tahun mendatang. Selain penataan infrastruktur, pihak pemerintah juga berencana menghadirkan berbagai elemen baru, seperti spot foto, pilar penerangan, dan area hiburan yang bisa diakses oleh publik. “Kami ingin membuat kawasan ini lebih dinamis, sehingga bisa menarik pengunjung dari segala penjuru,” ujar Pramono.
Revitalisasi Jalan HR Rasuna Said menjadi salah satu dari sekian proyek besar yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta. Dengan kawasan ini, pemerintah berharap mampu memperlihatkan komitmen terhadap pengembangan kota yang ramah wisatawan dan berbasis keberlanjutan. Pramono Anung, yang juga menjadi panutan dalam proyek ini, menyatakan bahwa tampilan baru Jalan Rasuna Said akan menjadi bukti nyata bahwa Jakarta mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan global.
Perubahan ini juga diharapkan meningkatkan kualitas hidup warga sekitar. Dengan adanya ruang publik yang lebih baik, kehidupan sehari-hari akan lebih nyaman, sekaligus memperkuat hubungan sosial antar komunitas. Pramono menyatakan bahwa peresmian wajah baru Rasuna Said adalah langkah awal dari transformasi yang akan berkelanjutan. “Kami tidak ingin berhenti di sini, tetapi terus berinovasi agar kawasan ini menjadi kebanggaan Jakarta,” pungkasnya.



