Polda DIY Tegaskan Tidak Ada Senjata Api dalam Pengamanan Kericuhan Malioboro
Pondokkebaikan.com – Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menepis kabar adanya penembakan saat terjadi kericuhan di kawasan Malioboro pada Rabu malam, 28 Oktober 2026. Kepolisian menyatakan petugas yang berjaga sejak pengamanan demonstrasi hingga penanganan kerusuhan tidak membawa maupun dibekali senjata api.
Penjelasan itu disampaikan untuk meredakan informasi yang beredar di media sosial, termasuk isu mengenai penggunaan senjata api dan dugaan korban luka tembak. Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menegaskan bahwa isu tersebut tidak sesuai dengan situasi di lapangan.
Sampai dengan saat ini kami tidak ada menggunakan senjata api ya.
Kericuhan muncul setelah demonstrasi dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda. Massa tak dikenal kemudian terlibat gangguan di area Malioboro, sehingga aparat melakukan langkah pengendalian untuk menjaga ketertiban dan melindungi fasilitas publik di kawasan tersebut.
Personel Pengamanan Tidak Membawa Senjata Api
Ihsan menyebut penugasan polisi telah disiapkan tanpa senjata api sejak awal kegiatan penyampaian aspirasi. Ketentuan itu berlaku bagi personel yang mengawal jalannya demonstrasi maupun petugas yang menangani situasi setelah kerusuhan pecah.
Kami juga sudah tegaskan di video awal kami bahwa petugas yang kami terjunkan untuk melakukan pelayanan penyampaian aspirasi tidak ada yang membawa senjata api.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa tidak ada dasar bagi klaim penembakan oleh petugas. Polda DIY juga menyatakan tidak menerima fakta yang membenarkan kabar adanya korban terkena peluru dalam peristiwa itu.
Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai unggahan, potongan video, atau pesan berantai yang belum jelas konteksnya. Informasi mengenai situasi keamanan dapat berkembang cepat ketika kerumunan dibubarkan, sehingga publik perlu memeriksa fakta sebelum meneruskan kabar yang berpotensi menimbulkan kekhawatiran.
Sekali lagi tidak ada yang membawa senjata api dan kami pastikan bahwa itu tidak benar ya.
Water Cannon dan Gas Air Mata Digunakan untuk Membubarkan Massa
Dalam penanganan di lapangan, aparat menggunakan water cannon dan gas air mata. Kepolisian menyebut langkah itu sebagai tindakan tegas dan terukur setelah massa didorong untuk meninggalkan lokasi, namun situasi masih mengganggu fasilitas publik.
Iya, gas air mata tadi itu bagian dari tindakan tegas terukur ya. Jadi massa ini sudah kita dorong, kita menggunakan water cannon, dan memang karena tadi, mereka mengganggu fasilitas publik.
Water cannon umumnya digunakan untuk mendorong mundur kerumunan dari titik tertentu melalui semprotan air bertekanan. Sementara itu, gas air mata dipakai dalam pengendalian massa untuk menciptakan jarak dan membuka ruang agar orang-orang meninggalkan area yang dianggap tidak lagi aman. Dalam kasus ini, Polda DIY menekankan bahwa kedua sarana tersebut, bukan senjata api, digunakan saat kericuhan berlangsung.
Kawasan Malioboro merupakan salah satu ruang publik yang ramai di Yogyakarta. Gangguan keamanan di area tersebut dapat berdampak langsung pada mobilitas warga, pengunjung, pelaku usaha, serta akses di sekitarnya. Karena itu, penanganan kerumunan yang berubah ricuh menjadi perhatian penting, terutama ketika fasilitas umum disebut telah terganggu.
Imbauan untuk Tetap Tenang dan Memilah Informasi
Polda DIY mengajak warga tetap tenang menyikapi perkembangan situasi. Publik juga diingatkan agar lebih berhati-hati saat menerima informasi tentang peristiwa keamanan, khususnya materi yang tersebar luas di media sosial tanpa penjelasan waktu, lokasi, atau asal rekamannya.
Kabar yang belum terverifikasi dapat memperkeruh keadaan apabila dibagikan secara berulang. Dalam situasi seperti kericuhan massa, perbedaan antara bunyi, visual, dan konteks kejadian sering memunculkan penafsiran yang keliru. Klarifikasi dari pihak berwenang diperlukan agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai tindakan yang dilakukan di lapangan.
Penegasan Polda DIY berfokus pada dua hal: petugas tidak dipersenjatai senjata api, serta langkah pembubaran massa dilakukan dengan water cannon dan gas air mata. Kepolisian berharap penjelasan tersebut dapat menghentikan spekulasi tentang penembakan dan dugaan korban luka tembak di Malioboro.
Warga yang berada di sekitar lokasi atau memperoleh informasi terkait peristiwa ini diimbau menjaga ketenangan, menghindari penyebaran rumor, dan memperhatikan perkembangan informasi resmi mengenai kondisi keamanan di Yogyakarta.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Bantah Isu Penembakan di Kericuhan Malioboro?
Bantah Isu Penembakan di Kericuhan Malioboro is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Bantah Isu Penembakan di Kericuhan Malioboro matter?
Bantah Isu Penembakan di Kericuhan Malioboro matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.



