Prabowo Ajak Siswa SD Membaca Sumpah Pemuda di Ruang Perpustakaan
Pondokkebaikan.com – Suasana peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober terasa hangat dalam sebuah kegiatan membaca bersama anak-anak Indonesia. Presiden Prabowo Subianto memimpin sejumlah siswa sekolah dasar mengucapkan teks Sumpah Pemuda di sebuah perpustakaan, sebagaimana terlihat dalam video yang dibagikan melalui akun Instagram resmi @prabowo pada Rabu malam, 28 Oktober.
Rekaman berdurasi kurang lebih satu menit itu menampilkan interaksi akrab antara Presiden dan para siswa. Kegiatan tersebut menempatkan perpustakaan sebagai ruang belajar bersama, sekaligus menjadi latar pembacaan ikrar yang memiliki arti penting dalam perjalanan kebangsaan Indonesia.
Prabowo hadir mengenakan kemeja putih dan peci hitam. Di tangannya terlihat map merah bertuliskan “Membaca Bersama Anak-Anak Indonesia”. Map dengan desain serupa juga dibawa oleh para murid yang duduk dan berdiri di sekelilingnya.
Pembacaan Ikrar Bersama Anak-Anak
Dalam video tersebut, Presiden membacakan bagian demi bagian Sumpah Pemuda dengan suara tegas. Para siswa kemudian mengikuti ucapannya secara bersama-sama. Beberapa anak juga memperoleh giliran menggunakan mikrofon untuk menyampaikan penggalan ikrar di hadapan peserta lain.
Momen ini memperlihatkan cara sederhana untuk mengenalkan nilai persatuan kepada generasi muda. Melalui pembacaan bersama, anak-anak diajak memahami bahwa identitas Indonesia dibangun dari keberagaman daerah, latar budaya, dan bahasa yang dipersatukan dalam satu bangsa.
Hari Sumpah Pemuda sendiri diperingati setiap 28 Oktober. Peringatan ini berkaitan dengan ikrar pemuda Indonesia untuk memiliki satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan. Nilai tersebut terus relevan sebagai pengingat bahwa semangat kebangsaan dapat tumbuh melalui pendidikan, percakapan sehari-hari, hingga kegiatan literasi di lingkungan sekolah.
Titiek Soeharto Hadir dengan Batik Nusantara
Turut mendampingi kegiatan itu, Titiek Soeharto mengenakan busana batik yang senada dengan pakaian para siswa. Batik tersebut didominasi warna merah dan putih serta dihiasi berbagai motif bernuansa nusantara.
Coraknya menampilkan sejumlah gambar, antara lain buku, harimau, bunga raflesia, penyu, dan dedaunan. Pilihan motif tersebut memberi sentuhan visual yang dekat dengan kekayaan flora, fauna, serta semangat belajar anak-anak. Titiek memadukannya dengan selendang merah.
Kehadirannya menambah suasana kebersamaan dalam acara tersebut. Selain pembacaan teks, penampilan anak-anak dengan seragam batik bermotif khas Indonesia juga menjadi bagian yang menonjol dari tayangan itu.
Penutup yang Penuh Semangat
Menjelang akhir video, energi para peserta semakin terasa. Prabowo mengangkat kepalan tangan sebagai tanda semangat, lalu para siswa menyambutnya dengan seruan bersama dan gerakan serupa. Adegan singkat itu menutup kegiatan dengan nuansa optimistis dan penuh antusiasme.
Gestur tersebut bukan sekadar penutup acara, melainkan gambaran keterlibatan anak-anak dalam peringatan nasional yang dikemas dekat dengan dunia mereka. Perpustakaan, buku, batik, serta pembacaan ikrar menjadi unsur yang menyatu dalam kegiatan itu.
Melalui unggahannya, Prabowo juga menuliskan kembali inti janji yang terkandung dalam Sumpah Pemuda. Pesan tersebut menegaskan arti tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia sebagai titik temu seluruh warga negara.
“mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia; berbangsa yang satu, bangsa Indonesia; serta menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”
Pembacaan Sumpah Pemuda bersama siswa sekolah dasar dapat menjadi pengingat bahwa nilai kebangsaan perlu diperkenalkan sejak dini. Anak-anak tidak hanya mengenal teks ikrar sebagai bagian dari pelajaran atau upacara, tetapi juga dapat memaknainya lewat pengalaman langsung bersama tokoh, guru, teman, dan lingkungan belajar mereka.
Dalam konteks kegiatan ini, buku dan perpustakaan turut mengambil peran penting. Ruang baca menjadi tempat yang mendukung rasa ingin tahu, kemampuan memahami sejarah, serta kebiasaan berdialog. Ketika peringatan nasional dihubungkan dengan aktivitas membaca, pesan persatuan dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dan mudah diingat oleh pelajar.
Momentum Hari Sumpah Pemuda pun kembali menegaskan bahwa keberagaman Indonesia tidak menghapus persamaan tujuan. Dari berbagai daerah, budaya, dan bahasa ibu, masyarakat Indonesia dipersatukan oleh komitmen untuk menjaga tanah air, menguatkan rasa kebangsaan, dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Kegiatan yang dipimpin Presiden Prabowo bersama para siswa itu menghadirkan gambaran sederhana tentang pewarisan semangat tersebut. Di tengah suasana perpustakaan, anak-anak membaca ikrar bersejarah dengan lantang, mengenakan motif nusantara, dan menutup acara dengan kepalan tangan penuh semangat.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Dihadiri Titiek Soeharto Momen Prabowo Pimpin?
Dihadiri Titiek Soeharto Momen Prabowo Pimpin is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Dihadiri Titiek Soeharto Momen Prabowo Pimpin matter?
Dihadiri Titiek Soeharto Momen Prabowo Pimpin matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.



