BMKG: Sembilan wilayah di Sultra berpotensi hujan sedang hingga lebat
BMKG: Sembilan Wilayah di Sultra Berpotensi Hujan Sedang Hingga Lebat
BMKG – Kendari, BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan deras yang mengancam sembilan wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra). Peringatan ini diberikan sebagai langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada aktivitas masyarakat. Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Kendari, Faizal Habibie, menjelaskan bahwa pihaknya mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang bisa disertai kilat, petir, serta angin kencang.
Prediksi Cuaca Ekstrem pada Siang hingga Sore Hari
“Potensi cuaca ekstrem tersebut diprediksi terjadi antara siang hingga sore hari di wilayah Kolaka Utara, Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Buton Utara, Muna, dan Muna Barat,”
Faizal Habibie menegaskan bahwa wilayah-wilayah ini berada dalam zona risiko tinggi terhadap curah hujan tinggi. Dalam peringatan dini yang diterbitkan, BMKG mencatatkan bahwa kondisi cuaca di Sultra berpotensi berubah drastis, dengan hujan deras yang mungkin mengganggu transportasi laut atau darat.
Sementara itu, untuk kondisi atmosfer di Bumi Anoa, peringatan dini menyebutkan bahwa pagi hari di Sultra secara umum akan cerah hingga berawan. Namun, mulai tengah hari hingga menjelang senja, selain sembilan wilayah yang masuk kategori berpotensi hujan lebat, daerah seperti Kendari, Bombana, Konawe Kepulauan, Buton Tengah, Buton, Baubau, dan Wakatobi juga akan mengalami hujan ringan. Faizal Habibie menambahkan bahwa wilayah-wilayah ini membutuhkan pantauan lebih lanjut untuk mengantisipasi perubahan cuaca.
Kondisi Cuaca Malam dan Dini Hari
“Lalu, pada malam hari terdapat potensi hujan ringan diprakirakan mengguyur wilayah Kolaka, Kolaka Utara, Konawe Utara, Konawe, dan Konawe Selatan, serta dini hari di wilayah Kolaka Utara masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan,”
Menurut Faizal, hujan ringan juga mungkin terjadi di sejumlah daerah lain pada malam hari. Wilayah Kolaka, Kolaka Utara, Konawe Utara, Konawe, dan Konawe Selatan menjadi fokus perhatian, karena tingkat kelembapan udara yang tinggi berpotensi memicu peningkatan intensitas hujan. Selain itu, dini hari di Kolaka Utara dianggap masih berisiko mengalami pengguyuran air hujan yang lemah.
Kondisi suhu dan kelembapan udara pun menjadi perhatian. BMKG mencatatkan suhu lingkungan berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan mencapai 65 hingga 95 persen. Faizal menyatakan bahwa kelembapan tinggi bisa memperparah risiko cuaca ekstrem, terutama pada daerah dataran rendah yang rentan banjir. Dengan suhu yang tidak terlalu ekstrem, masyarakat diimbau tetap menjaga kesehatan dan siapkan perlengkapan pengendalian cuaca di rumah.
Angin dan Pengaruhnya terhadap Cuaca
“Sementara itu, angin diprakirakan bertiup dari arah timur menuju selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 20 kilometer per jam,”
Faizal menjelaskan bahwa arah angin yang berubah dari timur ke selatan berdampak pada pergerakan udara lembap dan panas. Kecepatan angin yang tidak terlalu tinggi, namun masih berpotensi mengalami peningkatan, akan menyebabkan peningkatan risiko terjadinya angin kencang, terutama di daerah pesisir. Dampaknya, angin bisa menimbulkan kejadian seperti pohon tumbang atau genangan air di permukiman.
Untuk mengatasi potensi bencana, BMKG menyarankan warga mengakses situs resmi mereka melalui https://cuaca.bmkg.go.id/ untuk mendapatkan informasi prakiraan cuaca yang lebih spesifik hingga tingkat kecamatan. Faizal juga mengingatkan bahwa daerah-daerah yang rentan banjir, seperti Muna dan Muna Barat, harus lebih waspada terhadap air yang menggenang karena intensitas hujan yang mungkin terjadi.
Pengaruh Hujan terhadap Aktivitas Masyarakat
Dengan kondisi hujan yang diprediksi berlangsung hampir sepanjang hari, kegiatan seperti pertanian, perikanan, dan pendidikan bisa terganggu. Terutama, di daerah pesisir Sultra, hujan lebat bisa mengakibatkan pengendapan air di laut, memengaruhi nelayan yang melakukan aktivitas laut. Di sisi lain, wilayah daratan bisa mengalami banjir ringan jika tidak diimbangi dengan sistem drainase yang memadai.
Faizal Habibie berharap masyarakat mampu menyesuaikan kegiatan sehari-hari dengan prakiraan cuaca. Dengan memantau informasi dari BMKG, warga dapat mengambil langkah pencegahan sejak dini. Selain itu, pihaknya juga menyarankan warga mengantisipasi adanya kilat dan petir yang mungkin muncul sebagai dampak dari hujan deras, terutama di wilayah pantai.
Kendari menjadi pusat pengelolaan peringatan dini ini, karena merupakan kota pelabuhan yang sering terdampak perubahan cuaca. Faizal mengungkapkan bahwa BMKG terus memantau kondisi atmosfer secara real-time, dengan menggunakan data satelit dan radar untuk menangkap perubahan pola angin serta intensitas hujan. Kebutuhan akan informasi akurat sangat penting, terutama di wilayah Sultra yang terdiri dari banyak pulau dan daerah terpencil.