UMKM Batam tunjukkan peran di sektor ketenagakerjaan

UMKM Batam Tunjukkan Peran Di Sektor Ketenagakerjaan

UMKM Batam tunjukkan peran di sektor – Dalam rangka memperingati Hari Buruh tahun 2026, peran UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Batam, Kepulauan Riau, kembali menjadi fokus pembicaraan. Di tengah tantangan ekonomi yang mengakibatkan keterbatasan peluang kerja, sejumlah usaha kecil seperti Manih Group menunjukkan kemampuan mereka untuk menciptakan lapangan pekerjaan, khususnya bagi tenaga kerja yang belum memiliki kestabilan dalam dunia kerja. Usaha ini bergerak dalam bidang jasa rias dan dekorasi, yang meski terkesan sederhana, ternyata menjadi tulang punggung pengurangan angka pengangguran di wilayah tersebut.

Perusahaan Jasa Rias dan Dekorasi sebagai Model UMKM Berkontribusi

Manih Group, yang dikelola oleh pemiliknya, Farisa, dikenal sebagai salah satu contoh usaha lokal yang mampu menyerap tenaga kerja. Dalam wawancara dengan media, Farisa menjelaskan bahwa perusahaan ini tidak hanya menghasilkan pemasukan bagi dirinya sendiri, tetapi juga memberikan peluang kerja bagi sejumlah karyawan serta pekerja lepas. “KUR menjadi penopang penting bagi bisnis kami, terutama dalam menangani kebutuhan finansial saat awal berdiri,” kata Farisa. Dukungan dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini, menurutnya, memungkinkan perusahaan untuk berkembang sambil tetap menjaga kualitas pelayanan.

“KUR membantu kami dalam menyelesaikan masalah modal, sehingga bisa fokus pada peningkatan kepuasan pelanggan dan keterlibatan komunitas,” ujar Farisa, yang dikenal juga dengan nama panggilan Ica. KUR, yang merupakan program pemerintah untuk mendukung pengusaha kecil, berperan krusial dalam memperkuat ekosistem usaha lokal, terutama di tengah persaingan yang semakin ketat.

Batam, sebagai kota paling strategis di Indonesia, telah lama menjadi pusat bisnis dan perindustrian. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan lapangan kerja di sektor formal tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat. Situasi ini memaksa banyak individu mencari pekerjaan di sektor informal, di mana UMKM menjadi tempat yang paling diandalkan. Pada tahun 2026, angka pengangguran di Batam diperkirakan mencapai 7,2 persen, yang menunjukkan bahwa UMKM harus terus diperkuat sebagai pilar perekonomian.

Lihat Juga :   Key Discussion: Badan Bahasa dorong inovasi Taman Baca Masyarakat di Kendari

Farisa mengungkapkan bahwa bisnis Manih Group dirancang agar bisa mengakomodasi kebutuhan pasar secara fleksibel. Sebagai perusahaan jasa, Manih Group menyediakan layanan rias untuk acara pernikahan, kantor, dan kegiatan komunitas. Pemilik usaha ini juga aktif melakukan kolaborasi dengan desainer dekorasi lokal, sehingga mendorong pertumbuhan industri kreatif di Batam. “Kami ingin menciptakan ruang bagi para seniman muda di sekitar kami, agar mereka bisa berkembang secara profesional,” tambahnya.

KUR tidak hanya membantu pengembangan usaha, tetapi juga menjadi jembatan antara pengusaha dengan masyarakat. Dengan akses ke dana kredit, banyak UMKM lokal berhasil bertahan dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, pada tahun 2025, jumlah UMKM di Batam mencapai 12.800 unit, dengan sekitar 45 persen dari total tersebut bergerak dalam bidang jasa. Angka ini menunjukkan bahwa UMKM jasa memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja.

Dalam konteks penyerapan tenaga kerja, UMKM jasa seperti Manih Group menawarkan fleksibilitas yang tidak ditemukan pada usaha skala besar. Para pekerja lepas di sektor ini bisa berpartisipasi dalam berbagai proyek, mulai dari acara kecil hingga besar, tanpa harus terikat pada jam kerja tetap. Farisa menjelaskan bahwa karyawan di perusahaannya memiliki kontrak kerja yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pasar, sehingga bisa mengurangi risiko kehilangan pekerjaan.

Peran KUR dalam Membangun Keberlanjutan UMKM

Program KUR, yang dikelola oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan berbagai lembaga keuangan, memberikan bantuan finansial berupa pinjaman modal dengan bunga rendah. Hal ini membantu UMKM untuk memperluas operasional tanpa harus mengandalkan investasi besar. Manih Group, misalnya, memanfaatkan KUR untuk membeli peralatan dekorasi, menyewa ruang kerja, serta menutupi biaya promosi.

Lihat Juga :   Integrasi Kaharingan-Hindu perkuat identitas lokal

Pelaku UMKM di Batam juga mengalami tantangan lain, seperti keterbatasan akses informasi dan kurangnya pelatihan keterampilan. Farisa mengatakan bahwa dukungan dari pemerintah dan lembaga seperti KUR bisa menjadi solusi, karena memungkinkan usaha kecil untuk beradaptasi dengan dinamika pasar. “Selain KUR, kami juga mendorong keterlibatan komunitas dalam pelatihan desain dan keahlian rias, agar anggota tim kami bisa terus berkembang,” tambahnya.

KUR tidak hanya memfasilitasi pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperkuat stabilitas ekonomi masyarakat. Setiap pinjaman yang diberikan kepada pengusaha kecil berpotensi menghasilkan penghasilan yang dapat dialokasikan untuk kebutuhan keluarga, membeli rumah, atau bahkan membuka usaha baru. Dalam konteks ini, Manih Group menjadi salah satu contoh nyata bagaimana UMKM mampu menjadi penyeimbang dalam pasar tenaga kerja.

Farisa juga menyoroti pentingnya ekosistem usaha lokal dalam membangun pertumbuhan ekonomi. “UMKM bukan hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat dan menciptakan keberlanjutan ekonomi,” katanya. Hal ini terutama relevan di Batam, dimana sektor jasa sangat tergantung pada permintaan dari masyarakat luas. Dengan munculnya UMKM yang inovatif, seperti Manih Group, pasca-pandemi menjadi kesempatan untuk mengembangkan usaha lokal.

Menurut pengamat ekonomi lokal, perusahaan UMKM kecil seperti Manih Group memainkan peran vital dalam menjaga ketahanan ekonomi. Mereka tidak hanya memberikan pekerjaan, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui kreativitas dan inovasi. “UMKM Batam sudah mulai menunjukkan potensi besar sebagai motor penggerak perekonomian, terutama di sektor jasa,” kata salah satu ekonom yang tidak ingin disebut nama.

Dengan keberadaan KUR dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya usaha kecil, harapan besar terletak pada pengembangan UMKM yang lebih masif. Farisa berharap program seperti KUR bisa terus diperluas, agar lebih banyak usaha kecil di Batam dapat berkembang. “UMKM adalah bagian dari identitas kota ini, dan keberlanjutan mereka akan menentukan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Lihat Juga :   Hakim PN Bandung jatuhi youtuber Resbob vonis 2,5 tahun penjara