Key Issue: Tersingkir dari Roland Garros, Sinner: “Saya kehabisan tenaga”

Tersingkir dari Roland Garros, Sinner: “Saya kehabisan tenaga”

Key Issue – Jakarta – Jannik Sinner mengakui bahwa ia merasa kehabisan energi setelah mengalami kekalahan mengejutkan di babak kedua turnamen Roland Garros, Kamis lalu. Pemain asal Italia itu menghadapi tantangan fisik yang nyata saat melawan petenis Argentina, Juan Manuel Cerundolo, dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 6-3, 6-2, 5-7, 1-6, 1-6. Meski berada di posisi unggul di set ketiga, Sinner tidak mampu menyelesaikan pertandingan karena kelelahan yang terasa jelas di lapangan Philippe-Chatrier.

Pemikiran Sinner Usai Pertandingan

Dalam konferensi pers pascapertandingan, Sinner menjelaskan perasaannya selama pertandingan. “Saya merasa sangat pusing, bahkan hampir tidak mampu mempertahankan fokus,” ujarnya, mengutip dari ATP. “Energi saya sangat rendah. Saya berusaha mengandalkan servis untuk menyelesaikan pertandingan, tetapi tidak cukup tenaga untuk menyelesaikan gim-gim penting.” Pemain berusia 24 tahun itu mengakui bahwa kondisi fisiknya memengaruhi performa di lapangan, terutama di akhir pertandingan.

“Pada set keempat, saya sedikit lengah. Saya mencoba membangun energi di set kelima, tetapi tidak berhasil. Gim pertama sangat kritis, dan saya gagal mempertahankan servis. Permainan saya pun menurun secara signifikan,” kata Sinner.

Menurut Sinner, kelelahan berawal dari kondisi tubuh yang tidak ideal. “Saya bangun pagi ini dengan rasa sakit di tubuh, dan berusaha mempercepat poin agar tidak terlalu menguras tenaga. Di awal pertandingan, saya bermain sangat bersih dan stabil, tetapi kemudian seperti kehabisan bahan bakar,” tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa meski Sinner memulai pertandingan dengan baik, kelelahan fisik justru menjadi alasan utama kekalahan.

Lihat Juga :   Latest Update: Arthur Fils mundur dari Roland Garros 2026

Penampilan Cerundolo yang Menjadi Pemecah Rekor

Sinner juga mengapresiasi permainan Cerundolo, yang berada di peringkat 56 dunia. Petenis Argentina tersebut tampil sangat solid di paruh kedua pertandingan, menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. “Saya berada di posisi yang bagus, terutama di set ketiga, tetapi tidak bisa menyelesaikan pertandingan dengan servis. Saya cukup kesulitan, terutama di akhir pertandingan,” jelas Sinner.

“Tapi selamat juga untuknya. Saya tidak ingin mengurangi pujian untuk permainannya. Dia memainkan pertandingan yang sangat solid, terutama di akhir, dan itu memang sifatnya olahraga,” kata Sinner.

Keberhasilan Cerundolo dalam memperoleh kemenangan dramatis ini menjadi pengingat bagi Sinner bahwa permainan di Roland Garros tidak hanya bergantung pada teknik, tetapi juga kondisi fisik dan strategi taktis. Pemain muda ini pun menyadari bahwa setiap pertandingan di permukaan tanah liat membutuhkan persiapan khusus, terutama dalam menghadapi lawan-lawan yang bisa mengejutkan.

Prestasi di Turnamen Tanah Liat

Sebelum tersingkir di Roland Garros, Sinner mencatatkan catatan kemenangan yang membanggakan. Ia berhasil meraih 18 kemenangan dari 18 pertandingan, setelah memenangkan tiga turnamen ATP Masters 1000 di permukaan tanah liat, yaitu Monte-Carlo, Madrid, dan Roma. Hanya Rafael Nadal yang mencapai pencapaian serupa pada 2010, menunjukkan bahwa Sinner sedang dalam performa yang mengesankan.

Meski kehilangan 1.250 poin karena kekalahan di babak kedua, Sinner tetap bertahan sebagai pemain nomor satu dunia di peringkat ATP. Ia unggul dari rival terdekatnya, Carlos Alcaraz, yang merupakan penghalang utama dalam perjalanan menuju puncak klasemen. Dengan kekalahan ini, Sinner mengakui bahwa dia perlu mengevaluasi persiapan sebelum memasuki babak berikutnya di Roland Garros.

Kesimpulan dan Perspektif Positif

Sinner berusaha melihat sisi positif dari kekalahan ini. “Banyak hal terjadi bersamaan, sehingga menyebabkan masalah hari ini,” ujarnya. “Tetapi itu bisa terjadi, dan saya hanya perlu waktu untuk memproses apa yang salah, serta hal-hal baik yang sudah kami lakukan sebelum Wimbledon.”

“Selain itu, ada banyak pertandingan yang harus dimainkan di sepanjang musim ini. Setelah Wimbledon, kami akan menghadapi Montreal, Cincinnati, dan US Open. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan perbaikan dan menambah pengalaman,” kata Sinner.

Kekecewaan terhadap kekalahan di Roland Garros tidak mengurangi semangat Sinner untuk terus berkembang. Meski mengalami hambatan, ia yakin bahwa pengalaman ini akan memberikan pembelajaran berharga. Pemain berusia 24 tahun itu juga menekankan pentingnya latihan intensif sebelum turnamen besar, seperti Wimbledon, yang menjadi target utama dalam musim ini.

Lihat Juga :   New Policy: Aldila antisipasi pasangan veteran pada perempat final Madrid Open

Sinner mengakui bahwa pertandingan ini menjadi pengingat bahwa keunggulan di lapangan tanah liat membutuhkan keistimewaan fisik dan mental. “Di awal turnamen, saya merasa cukup siap, tetapi kelelahan dan penyesuaian diri terhadap kondisi permukaan menjadi tantangan yang tidak terduga,” ujarnya. “Namun, kekalahan ini justru menjadi motivasi untuk lebih fokus dalam persiapan musim depan.”

Dengan kehilangan posisi di Roland Garros, Sinner tetap yakin bahwa dirinya bisa bangkit. “Saya percaya bahwa semua petenis di dunia memiliki titik lemah, dan saya harus belajar untuk mengatasi hal itu,” tutup Sinner. Ia pun menegaskan bahwa permainan di permukaan tanah liat tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya, meski sekarang harus menghadapi tantangan baru di babak berikutnya.

Dari kekalahan ini, Sinner juga memperhatikan bahwa ia masih bisa menyelesaikan babak pertama dengan performa yang baik. Meski terlihat kalah, ia menyadari bahwa konsistensi dalam pertandingan dan kemampuan mengatur energi adalah kunci untuk mencapai kesuksesan di Roland Garros. Ia berharap bahwa pengalaman ini akan menjadi fondasi untuk menang di babak berikutnya.

Kekecewaan di Roland Garros menjadi bagian dari perjalanan karier Sinner. Dengan kondisi fisik yang terus meningkat dan pengalaman bertanding yang semakin melimpah, petenis muda ini yakin akan memperbaiki kesalahan dan menghadapi setiap pertandingan dengan persiapan matang. Dari sisi emosional, Sinner juga merasa bahwa kekalahan ini membantu meningkatkan kekuatan mentalnya untuk menghadapi tekanan di turnamen besar.

Ketangguhan Cerundolo di set ketiga dan keempat menjadi faktor utama yang mengubah arah pertandingan. Meski Sinner sempat memimpin di set ketiga, kelelahan dan penyesuaian diri membuatnya kesulitan mempertahankan konsistensi. Pemain Argentina tersebut berhasil memperlihatkan kemampuan menyerang dan memanfaatkan kesempatan di akhir pertandingan, yang menjadi tantangan terbesar bagi Sinner.

Lihat Juga :   Latest Update: Arthur Fils mundur dari Roland Garros 2026

Sinner juga memperlihatkan bahwa ia tetap optimis meski harus menghadapi kekalahan. “Saya memperhatikan bahwa permainan di Roland Garros lebih sulit dibandingkan turnamen lainnya, terutama karena permukaannya yang menyerap energi,” ujarnya. “Namun, dengan latihan yang cukup, saya yakin bisa memperbaiki strategi dan memperkuat stamina untuk menghadapi babak berikutnya.”

Keberhasilan dalam tiga turnamen Masters 1000 tanah liat menunjukkan bahwa Sinner memiliki potensi besar di perm