Latest Program: Prabowo bakal kucurkan KUR bunga 5 persen per tahun

Prabowo Berkomitmen Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat Melalui KUR dan Program Perumahan

Latest Program – Dalam perayaan Hari Buruh Internasional yang diadakan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat lalu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pemerintah untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga maksimal lima persen per tahun. Kebijakan ini dirancang sebagai upaya untuk mengurangi beban finansial yang menghimpit masyarakat kecil, khususnya kelompok pekerja seperti buruh, petani, dan nelayan.

Menurut Prabowo, tingkat bunga pinjaman yang tinggi selama ini menjadi penghalang bagi masyarakat biasa untuk berkembang. Ia mencontohkan bahwa kebanyakan orang kecil meminjam uang dengan bunga mencapai 70 persen per tahun, sehingga sebagian besar penghasilan mereka justru terpakai untuk bayar bunga. “Kita ingin mengubah hal ini dengan bunga 5 persen, agar penghasilan mereka tidak habis hanya untuk cicilan bunga,” jelas Prabowo dalam pidatonya.

“Selama ini rakyat kecil kalau pinjam uang, bunganya luar biasa gilanya. Orang kecil, pinjam uang, bunganya bisa 70 persen setahun,” ujar Prabowo.

Kebijakan KUR ini diharapkan mampu membuka akses permodalan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor produktif. Prabowo menyatakan bahwa seluruh bank milik negara telah diberi instruksi untuk segera menyalurkan dana KUR dengan tingkat bunga yang terjangkau. “Saya sudah perintahkan bank-bank milik RI sebentar lagi kita akan kucurkan KUR maksimal 5 persen satu tahun,” tambahnya.

Dalam menjelaskan dampak kebijakan tersebut, Prabowo menekankan bahwa bunga pinjaman yang rendah akan memberikan ruang bagi rakyat untuk menikmati hasil usaha mereka. Kebijakan ini dilihat sebagai langkah strategis untuk menstabilkan perekonomian rakyat kecil, terutama yang berada di lapisan bawah. Ia menyoroti bahwa kebijakan ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi dirancang untuk berkelanjutan.

Lihat Juga :   New Policy: Pemprov Papua diminta dukung Asta Cita untuk wujudkan kesejahteraan

Kebijakan Perumahan untuk Buruh

Di samping KUR, Prabowo juga mengumumkan program kepemilikan hunian bagi buruh. Ia menjelaskan bahwa saat ini biaya kontrak rumah menguras 30 persen penghasilan pekerja, sehingga diperlukan skema yang lebih efisien. “Tadi saya mengatakan penghasilan kalian 30 persen untuk kontrak, nanti kita akan yakinkan saudara nanti akan miliki rumah tersebut. Jadi yang tadi 30 persen untuk kontrak, kita kurangi, itu adalah untuk kau cicil rumahmu sendiri,” tutur Prabowo.

Program perumahan ini diharapkan mampu mengubah pola konsumsi buruh dalam bidang perumahan. Dengan durasi cicilan yang bisa disesuaikan antara 20 hingga 40 tahun, beban bulanan pekerja dianggap lebih ringan. Prabowo menyatakan bahwa kebijakan ini dirancang untuk memastikan buruh memiliki rumah yang layak secara bertahap, tanpa merugikan kesehatan keuangan mereka.

Menurutnya, kelompok masyarakat yang menetap seperti buruh, petani, dan nelayan memiliki potensi produktif yang tinggi, sehingga pembiayaan rumah melalui KUR bisa menjadi solusi jangka panjang. “Skema ini aman karena buruh, petani, dan nelayan adalah masyarakat yang stabil dan memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian,” kata Prabowo.

Persiapan dan Dukungan Politik

Acara peringatan Hari Buruh Internasional di Monas juga dihadiri oleh sejumlah tokoh buruh, termasuk Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, serta Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat.

Dalam acara tersebut, Prabowo juga memberikan perhatian khusus pada masalah perumahan. Ia menjelaskan bahwa tenor cicilan yang fleksibel adalah kunci keberhasilan program ini. “Kita akan membuat tenor yang memudahkan buruh untuk mencicil KPR, agar lebih nyaman dan tidak memberatkan,” kata Presiden.

Lihat Juga :   Meeting Results: Ibas tegaskan kemitraan strategis dan diplomasi parlemen dengan Korsel

Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memperkuat kesejahteraan sosial. Prabowo menggarisbawahi bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada perekonomian makro, tetapi juga memperhatikan kebutuhan masyarakat secara mikro. “Kesejahteraan buruh adalah prioritas, karena mereka menjadi tulang punggung kehidupan rakyat,” ujarnya.

Prabowo menambahkan bahwa dengan tingkat bunga yang lebih rendah, UMKM dan pekerja mampu menabung lebih banyak, yang kemudian bisa digunakan untuk investasi jangka panjang. “Ini adalah langkah untuk memastikan rakyat tidak hanya bertahan, tetapi berkembang,” tutur Presiden.

Selain itu, kehadiran Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menunjukkan koordinasi yang baik antarlembaga. Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, yang juga menjabat sebagai Kapolri, turut mendukung program ini karena melihat potensi manfaatnya bagi masyarakat.

Kebijakan KUR dan program perumahan ini diharapkan menjadi bagian dari visi pemerintahan Prabowo untuk membangun Indonesia yang adil dan berkeadilan. Dengan memangkas bunga pinjaman dan memberikan akses kepemilikan hunian, pemerintah ingin memastikan bahwa rakyat kecil tidak terlupakan dalam kebijakan pembangunan. “Kita ingin mereka bisa hidup lebih sejahtera, tanpa terbebani oleh biaya yang terlalu tinggi,” pungkas Prabowo.