Visit Agenda: Gubernur Sumut pastikan penanganan korban kecelakaan Bus ALS di Sumsel

Gubernur Sumut pastikan penanganan korban kecelakaan Bus ALS di Sumsel

Visit Agenda – Kecelakaan maut yang terjadi di Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi sorotan Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution. Ia mengungkapkan komitmen pemerintah daerah untuk menangani seluruh korban, baik yang selamat maupun yang meninggal, sejak proses identifikasi hingga pemulangan ke kampung halaman. “Kami turut berduka sedalam-dalamnya. Saat ini yang dibutuhkan keluarga adalah kesabaran. Pemerintah Provinsi Sumut hadir untuk memastikan seluruh korban,” ujar Bobby setelah berkunjung ke Kantor PT Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jalan Sisingamangaraja, Medan, pada hari Kamis.

Detil Kecelakaan

Berdasarkan laporan polisi, insiden kecelakaan bus ALS berlangsung di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Sumsel, pada Rabu (6/5) pukul 12.00 WIB. Bus dengan nomor polisi BK 7778 DL dan truk tangki milik PT Seleraya, BG 8196 QB, terlibat tabrakan di area tersebut. Personel Polres Lubuk Linggau menemukan 16 kantong jenazah korban yang meninggal di Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang pada pukul 05.10 WIB.

Tanggung Jawab Perusahaan

Bobby menegaskan bahwa Pemprov Sumut siap membantu korban, termasuk mereka yang berasal dari luar daerah. “Ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, baik perusahaan otobus maupun pemerintah daerah. Manifes penumpang sangat penting untuk memudahkan identifikasi korban, dan penanganan saat terjadi musibah,” tambahnya. Selain itu, pemerintah Sumut juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumsel sejak malam kejadian untuk mengatur evakuasi korban ke kampung halaman masing-masing.

Lihat Juga :   Special Plan: BGN tegaskan undangan bimtek SPPG yang beredar tidak valid

Bantuan dari ALS

Direktur PT ALS, Chandra Lubis, menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan yang melibatkan bus rute Medan–Semarang. Menurutnya, perusahaan telah langsung turun ke lokasi untuk memantau kondisi kru dan penumpang. “Saat ini perwakilan ALS di Sumsel sudah turun ke lapangan, dan memberikan bantuan akomodasi bagi keluarga korban yang ingin menuju daerah tersebut,” jelas Chandra. Ia menyebut jumlah korban meninggal sementara mencapai 16 orang, sementara ada juga korban mengalami luka dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Perspektif dari Jasa Raharja

Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumut, Nasjwin Andi Nurdin, memastikan seluruh penumpang mendapatkan jaminan santunan. Namun, proses pendataan masih menunggu identifikasi korban karena sebagian dari mereka mengalami luka bakar. “Seluruh penumpang dijamin Jasa Raharja. Namun kami masih menunggu proses identifikasi karena kondisi korban terbakar sehingga membutuhkan waktu,” kata Nasjwin. Ia menekankan bahwa manifes penumpang menjadi alat kunci untuk mengenali korban dan mempercepat pemrosesan bantuan.

Penyebab dan Evaluasi

Bobby menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi. Ia menunjukkan bahwa kecelakaan ini mengingatkan semua pihak, termasuk pengelola jasa angkutan, untuk meningkatkan kehati-hatian dalam pengoperasian kendaraan. “Kami memastikan bahwa semua korban akan dipulangkan dengan penuh perhatian, baik yang dari Sumut maupun luar daerah,” tegasnya. Evaluasi ini mencakup pendataan manifes penumpang dan pemeriksaan kondisi kendaraan, yang dianggap sangat krusial untuk menghindari insiden serupa di masa depan.

Dukungan dari Pemerintah Daerah

Pemprov Sumut tidak hanya berupaya memastikan kelancaran proses identifikasi dan pemulangan, tetapi juga memberikan dukungan logistik dan emosional kepada keluarga korban. Dalam wawancara, Bobby menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memberikan perlindungan maksimal, termasuk melalui mekanisme santunan yang akan diberikan kepada para korban. “Kami bertindak cepat untuk memastikan semua kebutuhan terpenuhi, termasuk transportasi bagi keluarga yang ingin menjemput jenazah di Sumsel,” lanjutnya.

Lihat Juga :   Special Plan: Kemarin, imunisasi rutin cegah KLB hingga penanganan stunting di IKN

Analisis Awal Kecelakaan

Chandra Lubis menambahkan bahwa kondisi jalan yang kurang baik diduga menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan. Bus yang mengambil jalur kanan sebelum bertabrakan dengan truk tangki minyak, menurutnya, mencerminkan potensi risiko yang bisa muncul dalam perjalanan. “Kami sedang mengevaluasi seluruh proses pengoperasian bus tersebut, termasuk protokol keselamatan yang dijalankan,” ujarnya. Ia berharap investigasi lebih lanjut dapat memberikan gambaran lengkap tentang penyebab musibah ini.

Upaya Penanganan yang Berkelanjutan

Sebagai langkah pencegahan, Pemprov Sumut menilai kecelakaan ini sebagai pembelajaran bagi seluruh stakeholder terkait. Dengan adanya manifes penumpang yang lengkap, identifikasi korban bisa dilakukan lebih efisien, terutama dalam situasi darurat. Bobby juga menekankan bahwa perusahaan angkutan wajib memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum beroperasi. “Kami berharap evaluasi ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk memperkuat keselamatan transportasi,” tuturnya.

Kondisi Korban dan Proses Evakuasi

Sejumlah korban yang terluka masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, sedangkan jenazah telah dimobilisasi ke kampung halaman. Polres Lubuk Linggau menjadi pihak utama dalam mengumpulkan korban yang meninggal, sementara pihak ALS aktif memberikan bantuan akomodasi. “Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan semua korban diperlakukan dengan layanan terbaik,” kata Chandra. Proses evakuasi korban dari Sumsel ke Sumut juga diatur secara terstruktur untuk menghindari gangguan.

Langkah-Langkah Selanjutnya

Perusahaan ALS menyatakan akan bertanggung jawab penuh terhadap keluarga korban, termasuk memberikan santunan yang sesuai. Chandra Lubis menegaskan bahwa komitmen ini tidak hanya terbatas pada bantuan materi, tetapi juga emosional. “Kami ingin memberikan rasa nyaman kepada keluarga korban, sehingga mereka dapat fokus pada pemulihan,” ujarnya. Bobby Nasution, di sisi lain, menekankan bahwa pemerintah Sumut akan terus berupaya mempercepat proses penanganan, baik melalui koordinasi dengan Pemprov Sumsel maupun lembaga pendamping korban.

Lihat Juga :   Program Terbaru: Pemprov Bengkulu salurkan 2.000 dosis vaksin rabies

Kesiapan Pemerintah dan Masyarakat

Menurut Bobby, kesiapan pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menangani kecelakaan seperti ini. Ia mengingatkan bahwa sistem keselamatan transportasi perlu diperbaiki, termasuk penggunaan teknologi untuk memantau kondisi jalan dan kendaraan secara real-time. “Kami percaya bahwa dengan kemit