Meeting Results: UI perluas jaring kemitraan global gandeng SOAS Inggris

UI dan SOAS Inggris Jalin Kerja Sama Global untuk Perkuat Pendidikan

Meeting Results –

Dalam upaya meningkatkan jaringan kerja sama internasional, Universitas Indonesia (UI) baru-baru ini melakukan kolaborasi strategis dengan School of Oriental and African Studies (SOAS) University of London, Inggris. Kemitraan ini bertujuan untuk menciptakan platform pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman akademik yang lebih luas, serta mendorong inisiatif pendidikan global.

“Kami menargetkan kerja sama yang lebih dalam dengan SOAS, mencakup berbagai bidang studi, terutama ilmu sosial dan humaniora. Ekonomi, khususnya, menjadi salah satu fokus utama yang sudah lama menjadi fondasi utama SOAS,”

kata Wakil Rektor UI Bidang Akademik, Prof. Mahmud Sudibandriyo di Depok, Senin.

Kolaborasi ini diharapkan memberikan dampak signifikan bagi seluruh sivitas akademika kedua institusi, serta masyarakat luas. Selain mempercepat proses internasionalisasi pendidikan UI, kehadiran SOAS juga dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dan peneliti, membuka akses ke sumber daya global, dan memperkuat ekosistem akademik yang saling menguntungkan. Prof. Sudibandriyo menambahkan bahwa kerja sama ini akan menjadi langkah penting dalam mengembangkan potensi UI sebagai pusat pendidikan unggul di Asia Tenggara.

SOAS Berharap Jadi Jembatan Antara Inggris dan Indonesia

Sementara itu, Prof. Adam Habib, Vice-Chancellor SOAS, menyampaikan bahwa kerja sama dengan UI bertujuan untuk menjadi jembatan antara kolaborasi akademik Inggris dan Indonesia. “Kemitraan ini juga berperan dalam memperkuat hubungan dengan negara-negara Asia dan Afrika lainnya, membentuk jaringan global yang lebih solid,” ujarnya.

Lihat Juga :   Special Plan: Unhas perkuat pengembangan pendidikan vokasi di Selayar

Prof. Habib, yang menjabat sebagai kepala SOAS sejak 2021, menjelaskan bahwa penguatan hubungan dengan UI akan mencakup berbagai program, termasuk pertukaran dosen, penelitian bersama, dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Kami percaya bahwa UI memiliki kapasitas besar untuk menjadi mitra strategis dalam menghadapi tantangan global, terutama dalam bidang kebijakan publik dan studi sosial,” katanya.

Dalam sesi diskusi, Prof. Habib mengungkapkan bahwa SOAS memiliki ambisi untuk mengembangkan kerja sama dengan UI dan kampus-kampus unggulan dari Global South. Tujuan utama adalah membentuk Sekolah Global Kajian Publik yang akan menjadi pusat penelitian dan pembelajaran lintas batas negara. “Kami ingin menciptakan lingkungan akademik yang kolaboratif, menggabungkan perspektif lokal dan global untuk menghasilkan solusi inovatif bagi masalah yang relevan,” tambahnya.

Strategi UI dalam Membangun Jaringan Global

UI telah melakukan berbagai langkah untuk memperluas jaringan kemitraan di luar negeri. Selain SOAS, universitas ini juga aktif menjalin hubungan dengan institusi pendidikan di Eropa, Amerika, dan Asia Tenggara. “Kerja sama dengan SOAS merupakan bagian dari visi UI untuk menjadi pusat pendidikan global yang diakui, terutama di bidang studi sosial dan ekonomi,” kata Prof. Sudibandriyo.

Menurutnya, kolaborasi dengan SOAS akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa UI untuk mengikuti program magang atau pendidikan lanjutan di Inggris, serta memberikan wawasan tentang isu-isu yang menjadi fokus utama institusi tersebut. “SOAS terkenal dengan pendekatannya yang holistik, menggabungkan studi budaya, politik, dan ekonomi. Kami percaya bahwa integrasi ilmu ini akan memberikan manfaat besar bagi pembelajaran di Indonesia,” ujarnya.

Dalam konteks yang lebih luas, kehadiran SOAS di Indonesia diharapkan memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. “Kolaborasi ini juga akan menjadi fondasi untuk kerja sama antara universitas-universitas di Asia Tenggara dengan institusi pendidikan di Inggris, serta menggali potensi pertukaran pengetahuan yang lebih dalam,” terang Prof. Sudibandriyo.

Lihat Juga :   Rencana Khusus: UIN Ar-Raniry siap jadi pelopor zona KHAS perguruan tinggi di Aceh

Adapun Sekolah Global Kajian Publik, nantinya akan menjadi tempat untuk menggali kebijakan publik yang terkait dengan isu-isu seperti perubahan iklim, migrasi, dan pembangunan berkelanjutan. “Sekolah ini akan menjadi ruang diskusi lintas budaya, mendorong masyarakat global untuk memahami dinamika sosial dan politik di Asia serta Afrika,” kata Prof. Habib.

Potensi Pengembangan Kampus Global

UI dan SOAS juga berharap kerja sama ini akan memfasilitasi pertukaran penelitian antara dosen dan mahasiswa. “Program-program seperti penelitian bersama atau workshop akan menjadi bagian dari strategi UI untuk memperkaya kurikulum dan memperluas wawasan akademik,” kata Prof. Sudibandriyo.

Kemitraan ini akan melibatkan berbagai fakultas, termasuk Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, serta Fakultas Sastra. “Kami ingin menyelaraskan kurikulum UI dengan pendekatan SOAS, yang sudah terbukti efektif dalam menghasilkan lulusan yang adaptif di dunia internasional,” jelasnya.

SOAS sendiri memiliki program pendidikan tinggi yang berfokus pada studi budaya, politik, dan ekonomi Asia Tenggara serta Afrika. Prof. Habib menyatakan bahwa UI akan menjadi mitra yang penting dalam mengembangkan program-program tersebut. “Kehadiran UI di sini akan memperkaya wawasan akademik SOAS tentang konteks lokal, sementara SOAS memberikan perspektif global,” tambahnya.

Menurut rencana, kolaborasi ini akan dimulai dengan penelitian bersama dalam bidang kebijakan publik, kemudian berkembang ke program pendidikan lanjutan dan peningkatan kapasitas akademik. “Kami ingin menciptakan sistem pendidikan yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat di Asia Tenggara,” kata Prof