Latest Program: PPIH imbau jamaah gunakan jasa pendorong kursi roda resmi

PPIH Imbau Jamaah Gunakan Jasa Pendorong Kursi Roda Resmi

Latest Program – Di Makkah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberikan pesan penting kepada para jamaah Indonesia yang melakukan ibadah umrah di kawasan Masjidilharam. Mereka menekankan pentingnya menggunakan jasa pendorong kursi roda resmi guna memastikan keamanan serta kenyamanan selama proses ibadah. Kepala Seksi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Jamaah Haji (PKP2JH) serta pengelola jamaah lansia dan disabilitas di Daerah Kerja Makkah, Ridwan Siswanto, memberikan peringatan khusus tentang risiko yang bisa muncul jika jamaah mengandalkan pendorong ilegal.

Risiko Penelantaran Jamaah

Dalam wawancara di Makkah, Sabtu, Ridwan mengungkapkan bahwa pendorong kursi roda yang tidak resmi sering kali menimbulkan ancaman serius. Jika terjadi razia oleh petugas keamanan atau askar, para pendorong ilegal yang tertangkap atau kabur bisa menyebabkan jamaah terlantar di lokasi kejadian. “Ini membuat jamaah calon haji merasa stres karena tidak mendapatkan bantuan yang diperlukan,” tambahnya.

“Jika terjadi razia oleh petugas keamanan atau askar, pendorong yang ditangkap atau kabur akan langsung menurunkan jamaah di lokasi razia. Kan kasihan jamaah calon haji jadi stres karena telantar,”

kata Ridwan. Ia menekankan bahwa seluruh jamaah harus memahami betul peran pendorong resmi untuk menghindari kekacauan selama ibadah.

Identifikasi Pendorong Resmi

Ridwan menyarankan jamaah untuk memperhatikan dua ciri utama pendorong kursi roda yang sah. Pertama, mereka harus memiliki kartu izin (tasreh) yang merupakan dokumen identitas resmi. Kartu ini tidak hanya memberikan pengenalan, tetapi juga menjadi bukti bahwa pendorong tersebut beroperasi secara legal. “Jamaah wajib memastikan pendorong memiliki kartu tasreh, karena banyak oknum ilegal yang mengenakan rompi serupa untuk mengelabui jamaah,” jelas Ridwan. Kedua, pendorong resmi mengenakan rompi berwarna merah marun. Rompi ini digunakan oleh pendorong yang bertugas pada sif pagi, sedangkan rompi abu-abu berfungsi sebagai identitas bagi mereka yang bertugas pada sif sore dan malam hari.

Lihat Juga :   Key Strategy: Kemenhaj siapkan klinik satelit layani jamaah haji dengan cepat

Pendorong Ilegal dan Keterlibatan Warga

Berkaitan dengan itu, PPIH menjelaskan bahwa praktik pendorong kursi roda ilegal sering melibatkan warga lokal hingga pemukim Indonesia di tanah suci. Karenanya, pengelolaan identitas menjadi penting dalam mencegah kejadian tak terduga. “Banyak dari pendorong ilegal berasal dari lingkungan sekitar, bahkan ada yang berasal dari komunitas jamaah sendiri,” ujar Ridwan. Ia menegaskan bahwa penelantaran jamaah bisa terjadi jika mereka tidak memperhatikan penampilan atau identitas pendorong yang digunakan.

Program Kartu Kendali untuk Kemudahan

Sebagai bentuk mitigasi tambahan, layanan PKP2JH bersama tim lansia dan disabilitas telah meluncurkan program kartu kendali. Program ini bertujuan memudahkan jamaah, terutama kelompok rentan, mendapatkan layanan pendorong resmi sejak dari terminal kedatangan, seperti Syib Amir, Ajyad, dan Jabal Ka’bah, menuju Masjidilharam. Dengan kartu kendali, jamaah bisa mengenali pendorong yang terdaftar secara langsung. “Ini memberikan rasa aman karena jamaah tidak perlu khawatir beralih ke pendorong tidak sah,” tutur Ridwan. PPIH juga mengimbau agar jamaah terus memantau keberadaan pendorong yang mengenakan rompi merah marun maupun abu-abu.

Kelancaran Ibadah dan Kepedulian Keselamatan

Program kartu kendali ini diharapkan bisa memberikan kemudahan bagi para jamaah, terlebih bagi yang memiliki keterbatasan mobilitas. Selain itu, upaya ini juga menjadi bagian dari upaya PPIH untuk menjaga kekonsistenan layanan serta mengurangi potensi risiko selama perjalanan ke Masjidilharam. “Kartu kendali tidak hanya sebagai identitas, tetapi juga sebagai alat untuk memastikan pendorong memberikan layanan sesuai standar,” tambah Ridwan. Ia menambahkan bahwa pendorong resmi akan terus mendampingi jamaah hingga proses ibadah selesai, sehingga tidak ada gangguan saat menjalani ibadah umrah.

Koordinasi dan Penguatan Kepercayaan

Koordinasi antara PPIH dengan pihak-pihak terkait, seperti petugas keamanan dan pengelola terminal, dianggap sangat penting untuk memastikan sistem berjalan lancar. Ridwan menjelaskan bahwa keberadaan pendorong resmi tidak hanya meminimalkan risiko, tetapi juga meningkatkan kepercayaan jamaah terhadap layanan yang diberikan. “Kehadiran pendorong yang terdaftar memastikan bahwa jamaah tidak terlewat dari jadwal ibadah,” kata dia. Ia juga menekankan bahwa program ini bisa menjadi contoh baik dalam menyelesaikan masalah serupa di masa depan.

Lihat Juga :   Latest Program: Kemarin, penanganan korban laka kereta Bekasi-Rp57M untuk riset kampus

Komitmen PPIH terhadap Keselamatan Jamaah

Dalam kesimpulannya, Ridwan menyampaikan komitmen PPIH terhadap keselamatan jamaah. “Kami berupaya maksimal agar jamaah Indonesia tidak mengalami hambatan selama melaksanakan ibadah,” ujarnya. Ia berharap program ini bisa menjadi solusi efektif untuk memperkuat pengawasan terhadap pendorong kursi roda. Selain itu, PPIH juga sedang menyiapkan mekanisme pemeriksaan lebih ketat di berbagai titik akses masuk ke Masjidilharam, termasuk area sekitar Masjid Nabawi. Dengan langkah-langkah ini, jamaah diharapkan bisa merasa lebih tenang dan fokus pada pengalaman ibadah mereka.

Program kartu kendali ini menjadi bukti bahwa PPIH terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan menjamin kenyamanan para jamaah. Selain memperkuat identifikasi pendorong resmi, langkah ini juga memberikan ruang bagi jamaah untuk memilih layanan yang paling tepat. Dengan memahami ciri-ciri pendorong sah, jamaah dapat menghindari pengalaman buruk dan tetap menjalankan ibadah dengan tenang.