Important Visit: Khofifah ajak perkuat toleransi lewat Indonesia Walk for Peace

Khofifah Ajak Perkuat Toleransi Melalui Indonesia Walk for Peace

Surabaya: Pemimpin Daerah Berikan Pesan Perdamaian

Important Visit – Dalam upaya memperkuat harmoni antarumat beragama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat untuk bersama-sama mengisi ruang publik dengan semangat toleransi dan kerja sama. Ia memandang acara Indonesia Walk for Peace 2026 sebagai momentum penting untuk menyampaikan pesan perdamaian di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. Acara ini dihadiri oleh sejumlah besar biksu dari berbagai negara, termasuk Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia, yang melakukan perjalanan spiritual sejauh 666 kilometer melalui jalur khas Jawa Timur.

“Selamat datang di Jawa Timur, Bumi Majapahit, bumi yang mengenalkan Bhinneka Tunggal Ika. Di sini kita mengingat bahwa perbedaan tidak membatasi kita, melainkan membentuk satu kesatuan dalam menciptakan harmoni antarmanusia,” ujar Khofifah saat menyambut rombongan biksu di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat.

Khofifah menekankan bahwa perjalanan para biksu membawa makna mendalam tentang keharmonisan dan kebahagiaan yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengungkapkan, perayaan ini bukan hanya simbolis, tetapi juga sarana untuk menginspirasi masyarakat luas. “Saya ingin mengajak kita semua dari Grahadi ini terus menyuarakan perdamaian dan kebahagiaan. Bhante tadi menyampaikan berapa kali pentingnya kehidupan yang bahagia. Dan itulah yang kita butuhkan saat ini,” tambahnya.

Kontingen Internasional dan Lokal Ikuti Jejak Perdamaian

Acara Indonesia Walk for Peace 2026 menyatukan 57 biksu yang berasal dari empat negara, yaitu Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia. Mereka melakukan perjalanan kaki sepanjang 666 kilometer, mengikuti jalur yang dipilih sebagai simbol perjalanan menuju harmoni. Perjalanan ini dimulai dari Kota Ponorogo, Jawa Timur, dan berakhir di Surabaya, dengan lintasan yang melewati wilayah yang kaya akan budaya dan sejarah.

Lihat Juga :   Agenda Kunjungan: Polda PBD bantu pemulihan psikologis warga di tiga kampung Tambrauw

Khofifah menjelaskan bahwa rute ini dirancang secara khusus untuk menggambarkan komitmen Jawa Timur dalam memupuk kebersamaan. “Dengan jalur yang melalui daerah-daerah yang beragam, kita ingin menunjukkan bahwa perbedaan bisa menjadi kekuatan untuk menciptakan kedamaian bersama,” katanya. Ia menilai, kehadiran biksu internasional memberikan kesan bahwa pesan perdamaian tidak hanya berakar pada tradisi lokal, tetapi juga universal dan bisa dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat.

Makna Simbolis dan Keterlibatan Masyarakat

Indonesia Walk for Peace 2026 tidak hanya menekankan aspek spiritual, tetapi juga menggali makna sosial dari perjalanan ini. Khofifah menyatakan bahwa keikutsertaan masyarakat lokal dalam menyambut dan mendukung kegiatan ini menjadi bukti nyata dari keinginan untuk menjaga keharmonisan. “Setiap langkah mereka menggambarkan komitmen masyarakat Jawa Timur dalam menjaga kerukunan antarumat beragama,” ujarnya.

Acara ini diharapkan bisa menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat bersatu dalam keberagaman. Selain itu, Khofifah berharap kegiatan ini mendorong partisipasi lebih luas dari masyarakat, seperti individu, organisasi, atau komunitas, untuk bersama-sama menjaga rasa syukur dan toleransi. “Perdamaian tidak bisa dicapai hanya dengan ucapan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata,” tambahnya.

Peran Biksu dalam Mempertahankan Kedamaian

Biksu yang terlibat dalam acara ini memainkan peran penting sebagai penyebar nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika. Mereka membawa pesan tentang pentingnya kedamaian, kebajikan, dan kerja sama dalam kehidupan sosial. Khofifah menjelaskan bahwa perjalanan spiritual ini mengajarkan cara hidup yang penuh makna, serta bagaimana perbedaan bisa menjadi pelengkap dalam menciptakan keharmonisan.

Dalam perjalanan tersebut, para biksu menempuh rute yang menyentuh berbagai kecamatan, desa, dan kota, sehingga bisa membangun hubungan dengan masyarakat setempat. “Dengan berjalan kaki, mereka menunjukkan keseriusan dalam menjalankan misi perdamaian, dan kita juga harus berkomitmen untuk menjaga keharmonisan dalam lingkungan kita,” kata Khofifah. Ia menambahkan bahwa acara ini menjadi bukti bahwa Jawa Timur mampu menjadi contoh bagus dalam membangun masyarakat yang penuh toleransi.

Lihat Juga :   New Policy: Rumah Sakit Siloam raih sertifikasi Internasional penanganan stroke

Khofifah juga menyoroti peran penting dari pemimpin daerah dalam memperkuat visi perdamaian. Ia menyatakan bahwa peran ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi. “Dengan peran yang sama, kita bisa menyatukan suara dan langkah untuk mencapai keharmonisan yang lebih baik,” ujarnya. Ia berharap acara ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan yang terus mendorong semangat toleransi di Jawa Timur.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Indonesia Walk for Peace 2026 diharapkan bisa memberikan dampak jangka panjang dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya toleransi. Khofifah menjelaskan bahwa acara ini juga bertujuan untuk menjaga lingkungan hidup yang sehat, karena keharmonisan antarumat beragama tidak hanya berdampak pada hubungan sosial, tetapi juga pada lingkungan.

Acara ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk menginspirasi generasi muda dalam menghargai keberagaman. “Dengan berpartisipasi, mereka akan memahami bahwa perdamaian adalah tanggung jawab bersama,” katanya. Khofifah juga menekankan bahwa keberhasilan acara ini bergantung pada dukungan dan partisipasi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Para biksu yang terlibat dalam perjalanan ini memandang bahwa Indonesia Walk for Peace 2026 menjadi simbol dari keinginan untuk menjaga persatuan. Mereka menyatakan bahwa perjalanan ini juga menjadi sarana untuk menyebarluaskan pesan perdamaian ke berbagai lapisan masyarakat. “Kita semua ingin menunjukkan bahwa keharmonisan bisa tercapai meskipun terdapat perbedaan,” kata salah satu biksu. Ia menambahkan bahwa perjalanan ini akan diakhiri dengan acara puncak di Surabaya, yang diharapkan bisa menggema ke seluruh Indonesia.

Dengan berbagai inisiatif seperti ini, Khofifah berharap Jawa Timur tetap menjadi tempat yang harmonis dan sejahtera. Ia menegaskan bahwa pesan perdamaian dan kebersamaan harus terus dihiasi oleh kegiatan-kegiatan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Kita harus membangun kesadaran bahwa perdamaian tidak hanya tentang agama

Lihat Juga :   Visit Agenda: Susmiati nikmati layanan di RSUD Kotamobagu usai jadi peserta JKN