Topics Covered: CEO Danantara: Indonesia Financial Center akan dikelola badan khusus
CEO Danantara: Indonesia Financial Center akan Dikelola Badan Khusus
Topics Covered – Dalam sebuah wawancara terkini, Rosan Roeslani, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, memberikan penjelasan tentang rencana pembentukan Indonesia Financial Center (IFC). Ia menyatakan bahwa kawasan pusat keuangan ini akan dikelola oleh sebuah badan otoritas tersendiri, yang akan berperan krusial dalam mengoptimalkan pengelolaannya. “Ya nanti itu ada badan otoritas-nya sendiri,” ujar Rosan usai menghadiri rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa.
Pembentukan IFC Masih pada Tahap Awal
Menurut Rosan, pembentukan IFC masih dalam proses perencanaan awal. Pemerintah sedang menyiapkan berbagai aspek pendukung yang akan menjadi dasar pembahasan lebih lanjut. Hal ini melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kita nanti akan dipanggil Bapak Presiden, membicarakan untuk pendirian dari Indonesia Financial Center yang rencananya akan kita lihat lokasi-lokasinya di Bali,” tambahnya.
Keberadaan badan otoritas tersebut dianggap penting untuk menjaga konsistensi dalam pengelolaan IFC. Rosan menjelaskan, badan ini akan bertugas mengawasi pengembangan kawasan keuangan secara khusus, termasuk menyusun kebijakan dan memastikan ketersediaan fasilitas yang mendukung investasi. “Keberadaan otoritas diperlukan untuk mengelola kawasan pusat keuangan secara khusus,” kata dia. Ia menekankan bahwa IFC akan menjadi ruang khusus yang memperkuat daya saing Indonesia di panggung global.
Studi Banding dengan Pusat Keuangan Internasional
Rosan juga menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan studi perbandingan dengan sejumlah pusat keuangan internasional. Langkah ini bertujuan untuk menilai potensi IFC dan menemukan model terbaik yang cocok untuk Indonesia. “Nanti kita juga akan lihat perbandingan dengan Financial Center yang di Dubai, yang ada di Abu Dhabi, yang ada di Singapura dan yang lain-lainnya,” jelasnya.
Dalam studi tersebut, pemerintah akan menganalisis aspek seperti regulasi, kerangka hukum, serta insentif yang diberikan kepada pelaku industri keuangan. Rosan menyebut bahwa IFC diharapkan bisa menjadi pelopor dalam ekosistem keuangan internasional, terutama di kawasan Bali. “Pemerintah tengah menyiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari regulasi, kerangka hukum, hingga insentif untuk menarik pelaku industri keuangan global,” ujarnya.
Kawasan KEK di Bali sebagai Landasan Pengembangan
Sebelumnya, pemerintah juga sedang mematangkan regulasi pembentukan kawasan ekonomi khusus (KEK) sektor keuangan di Bali. KEK ini menjadi landasan pengembangan pusat keuangan internasional, khususnya di kawasan Kura-Kura Bali yang siap menjadi pusat ekosistem keuangan global. Hingga triwulan pertama tahun 2026, kawasan KEK di Bali telah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp5,37 triliun dengan penyerapan tenaga kerja ribuan orang, menunjukkan peluang besar dalam meningkatkan ekonomi berbasis investasi.
Rosan menilai bahwa pengembangan KEK di Bali adalah bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat sektor keuangan nasional. Ia menyebut bahwa proyek ini tidak hanya menjadi penggerak perekonomian lokal, tetapi juga membuka peluang untuk menarik minat investor asing. “Kawasan KEK di Bali sudah menunjukkan hasil yang signifikan, dan ini akan menjadi titik awal bagi IFC yang lebih besar,” katanya.
Rosan: Danantara Berpotensi Sebagai Pemrakarsa Utama
Dalam wawancara, Rosan juga menyebutkan bahwa Danantara berpotensi menjadi salah satu pemrakarsa utama dalam pembangunan IFC. Sebagai badan pengelola investasi, Danantara diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menyiapkan infrastruktur, kebijakan, dan fasilitas yang mendukung pertumbuhan kawasan keuangan. “Danantara akan berperan sebagai mitra kunci dalam mengawal proses pembentukan IFC,” ujarnya.
Menurut Rosan, IFC diharapkan mampu meningkatkan peran Indonesia dalam ekosistem keuangan internasional. Ia menekankan bahwa kawasan ini akan menjadi wadah bagi pelaku usaha, lembaga keuangan, serta investor yang ingin memperluas kehadiran mereka di pasar Asia Tenggara. “Dengan adanya IFC, Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam dunia finansial global,” tambahnya.
Langkah Pemerintah Terus Dilanjutkan
Rosan menegaskan bahwa pembahasan terkait IFC akan terus berlangsung hingga pemerintah menetapkan keputusan resmi. Ia menyebut bahwa proses ini melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk kementerian, lembaga regulasi, dan institusi keuangan. “Pembahasan ini akan berlangsung secara intensif sebelum IFC benar-benar diresmikan,” kata dia.
Pada sisi lain, Rosan menyebut bahwa pemerintah juga akan mengidentifikasi kebutuhan spesifik yang perlu ditindaklanjuti oleh masing-masing pemangku kepentingan. Hal ini termasuk persiapan infrastruktur, regulasi yang lebih fleksibel, serta insentif tarif yang menarik. “Kita akan lihat apa yang diperlukan agar IFC bisa berkembang secara optimal,” jelasnya.
Persiapan Investasi dan Daya Saing Global
Rosan menambahkan bahwa daya saing IFC akan menjadi prioritas utama. Ia menjelaskan, pemerintah akan memastikan bahwa IFC tidak hanya memenuhi standar internasional, tetapi juga mampu menjadi magnet bagi investor dari berbagai negara. “Dengan memiliki badan otoritas khusus, kita bisa memastikan bahwa IFC memiliki struktur yang tepat dan kebijakan yang konsisten,” katanya.
Kawasan KEK di Bali juga dianggap sebagai bentuk kecil dari IFC yang akan terus dikembangkan. Rosan menyebut bahwa KEK ini bisa menjadi contoh nyata dalam penerapan regulasi dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan sektor keuangan. “KEK di Bali telah menunjukkan kinerja positif, dan ini akan menjadi dasar untuk IFC yang lebih besar,” ujarnya.
Harapan untuk Masa Depan Ekosistem Keuangan
Sebagai seorang CEO, Rosan Roeslani menegaskan bahwa Danantara akan berperan aktif dalam membantu pemerintah membangun IFC. Ia menyebut bahwa badan pengelola investasi ini memiliki kapasitas untuk mendorong kolaborasi antar sektor dan memastikan pengembangan yang berkelanjutan. “Kita akan bersama-sama membangun kawasan yang mampu menyaingi pusat keuangan di negara-negara lain,” jelasnya.
Rosan juga menyoroti pentingnya keberadaan IFC dalam meningkatkan partisipasi Indonesia di pasar global. Ia menilai bahwa kawasan ini akan menjadi penopang utama bagi perekonomian nasional, khususnya dalam menarik investasi asing yang memiliki potensi besar. “Dengan I