New Policy: BPP KAPMI gandeng LSP INSAN untuk cetak mitra usaha bersertifikat

BPP KAPMI dan LSP INSAN Memperkuat Kolaborasi untuk Meningkatkan Kompetensi Usaha Muda

New Policy – Dari Jakarta, Badan Pimpinan Pusat Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (BPP KAPMI) secara resmi melakukan kolaborasi strategis dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Instruktur Nusantara (LSP INSAN) untuk mengembangkan sistem sertifikasi dan pelatihan berbasis kompetensi. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualifikasi anggota KAPMI serta mitra usaha mereka, sehingga mampu bersaing secara lebih kuat di pasar nasional dan internasional.

Ketua Umum BPP KAPMI, Muliansyah Abdurrahman, menegaskan bahwa penguatan kompetensi menjadi faktor kritis bagi kelangsungan usaha muda. “Dengan standar yang terukur dan terakreditasi, pelaku usaha muda tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga mampu naik kelas dan menembus industri besar,” ujarnya dalam siaran pers yang diterbitkan di Jakarta, Kamis.

Muliansyah Abdurrahman menyatakan bahwa kerja sama dengan LSP INSAN memastikan anggota KAPMI menerima sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan sektor industri saat ini. Ini akan menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan pasar dan meningkatkan kualitas layanan usaha,”

Kerja sama ini merupakan upaya konkrit BPP KAPMI untuk menciptakan ekosistem usaha yang terstruktur dan terstandarisasi. Muliansyah menambahkan bahwa BPP KAPMI berkomitmen untuk menyediakan pelatihan yang tidak hanya teori, tetapi juga praktis, sesuai dengan dinamika industri modern.

Kerja sama antara BPP KAPMI dan LSP INSAN mencakup penyusunan program sertifikasi berbasis kompetensi serta pelatihan yang diakui secara nasional. Program ini dirancang untuk diaplikasikan pada berbagai bidang, seperti industri kreatif digital, manufaktur ringan, logistik, hingga layanan profesional. Muliansyah menekankan bahwa keberagaman sektor ini memperluas cakupan keberhasilan program, karena masing-masing memiliki kebutuhan spesifik dalam hal keterampilan dan sertifikasi.

Lihat Juga :   Latest Program: BRI Insurance gandeng PMI gelar aksi sosial donor darah

Dalam peran LSP INSAN, Karvin Fadila, Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Instruktur Nusantara, menjelaskan bahwa skema sertifikasi akan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. “Kami memastikan hasil pelatihan benar-benar aplikatif, baik dalam penerapan langsung oleh BPP KAPMI maupun mitra usahanya,” katanya. Proses asesmen akan diawasi oleh asesor yang telah diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sehingga menjamin kualitas dan kevalidan standar yang dihasilkan.

Program ini akan dijalankan secara bertahap, mulai dari kuartal II 2026. Tahap awal akan fokus pada wilayah Jabodetabek, dengan target melayani ratusan pelaku usaha muda yang memiliki peran penting dalam membentuk ekosistem usaha lokal. Karvin menjelaskan bahwa pemilihan wilayah ini berdasarkan pertimbangan aksesibilitas dan kebutuhan industri yang lebih besar di daerah tersebut.

BPP KAPMI, sebagai organisasi yang mengakomodasi dan memperkuat kapasitas pengusaha muda, akan memperluas program ini ke seluruh Indonesia. Kolaborasi ini mencakup kesesuaian dalam penyusunan materi pelatihan, pendampingan pra-asesmen, dan penyesuaian fasilitasi rekrutmen tenaga kerja yang kompeten untuk mitra industri. Karvin menambahkan bahwa pengembangan ini tidak hanya membantu penguatan sumber daya manusia, tetapi juga mengoptimalkan kinerja usaha dalam skala nasional.

Meningkatkan Profesionalisme Melalui Sertifikasi Nasional

Dalam konteks ekosistem usaha, sertifikasi berbasis kompetensi menjadi alat penting untuk mengukur kualitas pelaku usaha. BPP KAPMI dan LSP INSAN akan memastikan setiap program diakui oleh BNSP, yang merupakan lembaga pengawas sertifikasi nasional. Dengan demikian, sertifikasi yang dikeluarkan memiliki nilai yang dapat diakui secara luas, baik oleh pelaku usaha maupun institusi pemerintah.

Program ini tidak hanya memberikan sertifikasi, tetapi juga membangun struktur pelatihan yang terintegrasi. Karvin Fadila menjelaskan bahwa selain penilaian akhir, pelatihan akan melibatkan sesi pendampingan pra-asesmen untuk mempersiapkan mitra usaha secara menyeluruh. “Dengan pendekatan ini, pelaku usaha muda tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memahami konsep manajemen dan pemasaran yang relevan dengan tuntutan pasar saat ini,” katanya.

Lihat Juga :   Key Strategy: PIHPS: Harga cabai rawit Rp60.000/kg, telur ayam Rp31.000/kg

KAPMI, yang aktif dalam membangun jejaring usaha, akses pasar, dan program penguatan kapasitas, mengharapkan kolaborasi ini dapat menjadi contoh terbaik dalam pengembangan SDM. Karvin menyebutkan bahwa LSP INSAN akan terus mengupdate standar pelatihan sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. “Dengan demikian, mitra usaha yang terlibat dapat mengikuti program yang selalu relevan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pelaksanaan sertifikasi dan pelatihan akan dimulai secara bertahap, dengan tahap pertama fokus pada Jabodetabek. Karvin menjelaskan bahwa penyebaran ke wilayah lain akan dilakukan secara bertahap, agar proses bisa berjalan efektif dan hasilnya terukur. “Target awal adalah melatih ratusan pelaku usaha muda yang memiliki kontribusi signifikan dalam pembentukan ekosistem usaha,” lanjutnya.

Kerja sama ini juga menjadi langkah untuk mengukuhkan peran BPP KAPMI sebagai pusat pengembangan pengusaha muda. Muliansyah menegaskan bahwa BPP KAPMI terus berupaya menciptakan lingkungan usaha yang siap dan terstandarisasi. “Melalui program ini, pelaku usaha muda akan mendapatkan pengakuan yang lebih luas, baik dari mitra industri maupun masyarakat luas,” tuturnya.

Selain itu, BPP KAPMI dan LSP INSAN akan berkoordinasi dalam penyusunan kurikulum pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik sektor industri. Karvin menyebutkan bahwa kesesuaian ini dilakukan melalui konsultasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan lembaga pelatihan lainnya. “Tujuannya adalah memastikan kurikulum yang dihasilkan tidak hanya efektif, tetapi juga bisa diadaptasi ke berbagai tingkat kemampuan dan kebutuhan pelaku usaha,” jelasnya.

Kerja sama antara BPP KAPMI dan LSP INSAN diharapkan dapat menjadi model yang bisa diterapkan di tingkat nasional. Dengan memadukan sertifikasi dan pelatihan berbasis kompetensi, program ini menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas usaha muda dan memberikan jaminan bagi industri yang menjalin kerja sama. Muliansyah menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari visi KAPMI untuk menciptakan ekosistem usaha yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

Lihat Juga :   Special Plan: Lion Parcel dan AstraPay perkuat digitalisasi keuangan agen logistik

Proses pelaksanaan sertifikasi akan melibatkan evaluasi yang ketat, termasuk penggunaan metode asesmen yang berbasis kinerja. Karvin menambahkan bahwa LSP INSAN akan memast