Topics Covered: Ketua Komisi XI DPR optimis stabilitas kurs rupiah segera membaik
Ketua Komisi XI DPR Optimis Stabilitas Kurs Rupiah Segera Membaik
Topics Covered – Dalam wawancara di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyatakan yakin bahwa kestabilan nilai tukar rupiah akan segera pulih berkat upaya bersama pemerintah dan lembaga ekonomi yang terus dilakukan secara bertahap. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang konsisten serta kepercayaan masyarakat harus dijaga agar tidak mengalami gangguan. Menurut Misbakhun, hal tersebut menjadi kunci untuk memperkuat sentimen positif di pasar keuangan.
Upaya Terkoordinasi untuk Stabilkan Rupiah
Misbakhun menekankan bahwa peran pemerintah dan otoritas ekonomi tidak terlepas dari upaya memperbaiki situasi nilai tukar rupiah. Ia menyebut bahwa langkah-langkah yang diambil selama ini cukup intensif, dan DPR RI tetap aktif dalam mendukung serta mengawasi proses tersebut. “Semua pihak tidak diam, termasuk legislatif, dalam menghadapi tantangan yang dihadapi rupiah saat ini,” ujarnya.
“Di belakang layar, pembahasan mengenai stabilitas rupiah dan langkah-langkah penguatannya terus dilakukan secara intens. Pemerintah dan DPR tidak diam,” kata Misbakhun.
Dalam konteks global yang kian tidak menentu, Misbakhun menggarisbawahi pentingnya keselarasan antara kebijakan ekonomi pemerintah dengan respons dari lembaga-lembaga seperti Bank Indonesia dan otoritas keuangan. “Koordinasi yang terus berjalan ini diharapkan mampu memberi arah yang jelas bagi pasar, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pergerakan kurs,” tambahnya.
Konteks Pelemahan Rupiah dan Tanggapan Masyarakat
Konteks pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi belakangan ini menjadi fokus utama pemerintah dan pelaku ekonomi. Misbakhun menilai bahwa pihak-pihak terkait telah memperhatikan dinamika ini secara serius, terutama karena dampaknya langsung terasa pada daya beli masyarakat dan kebutuhan sehari-hari. Namun, ia juga mengingatkan agar publik tidak mengambil sikap yang berlebihan hingga memicu kepanikan. “Kurangnya ketenangan bisa berdampak negatif pada psikologi pasar, sehingga langkah antisipasi harus diimbangi dengan kepercayaan yang stabil,” jelasnya.
“Yang ingin disampaikan Presiden adalah masyarakat tidak perlu panik berlebihan setiap kali melihat nilai tukar bergerak. Bukan berarti pelemahan rupiah dianggap tidak penting atau disepelekan,” katanya.
Misbakhun menyatakan bahwa pesan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya menjaga ketenangan di tengah volatilitas ekonomi global. “Kalau ada gelombang besar, tentu nakhoda harus bekerja serius menjaga arah kapal, tetapi penumpang juga tidak perlu panik seolah kapal akan tenggelam,” ujarnya.
Ketahanan Ekonomi dan Peran DPR
DPR RI, menurut Misbakhun, telah memahami sensitivitas dampak kurs terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari. Hal ini terutama terlihat dalam pengaruhnya terhadap harga energi, bahan pangan impor, serta biaya produksi industri. “Komisi XI akan terus memantau dinamika nilai tukar rupiah dan berkomunikasi intens dengan pemerintah, Bank Indonesia, serta lembaga keuangan lainnya,” tuturnya.
Misbakhun menambahkan bahwa perbaikan stabilitas kurs rupiah bukan hanya tentang kebijakan moneter, tetapi juga melibatkan aspek kebijakan fiskal dan penguatan sektor ekonomi. “Pasar mulai memahami bahwa langkah-langkah yang diambil adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ekonomi nasional,” katanya.
“Saya yakin pasar akan mulai melihat arah perbaikannya,” ujar Misbakhun.
Dalam pernyataannya, Misbakhun juga menyoroti kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara kebijakan yang ketat dan kebijakan yang fleksibel. “Dengan mengatur tata kelola keuangan secara bijak, kita bisa mengurangi tekanan eksternal terhadap rupiah,” tegasnya. Ia menekankan bahwa stabilitas ekonomi harus dijaga agar pertumbuhan perekonomian tetap berjalan lancar.
Pelemahan rupiah belakangan ini dianggap sebagai tantangan yang wajar dalam situasi ekonomi global yang sedang berubah cepat. Misbakhun menilai bahwa pemerintah dan lembaga ekonomi telah menyiapkan berbagai instrumen untuk mengatasi permasalahan tersebut. “Langkah-langkah yang dilakukan tidak hanya untuk menjaga nilai tukar, tetapi juga untuk memastikan daya saing ekonomi Indonesia tetap terjaga,” katanya.
Ketua Komisi XI DPR juga mengingatkan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa pergerakan kurs rupiah merupakan bagian dari dinamika pasar yang normal. “Jika kita terlalu reaktif, bisa jadi malah mengganggu kepercayaan investor dan perekonomian secara keseluruhan,” tambahnya.
Kebijakan yang Berkelanjutan dan Mitra Strategis
Dalam upaya memperkuat rupiah, Misbakhun menyarankan adanya konsistensi dalam penerapan kebijakan ekonomi. Ia menyatakan bahwa koordinasi antarlembaga tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga bentuk komitmen untuk mencapai tujuan yang sama. “Kerja sama yang terjalin antara pemerintah, DPR, dan Bank Indonesia menjadi fondasi utama dalam menstabilkan ekonomi,” jelasnya.
Misbakhun juga menyoroti peran Bank Indonesia dalam menjaga inflasi dan kebijakan moneter. “Bank Indonesia telah menunjukkan keberpihakannya pada pasar domestik, yang menjadi dasar untuk menjaga stabilitas kurs,” katanya. Selain itu, ia menegaskan bahwa DPR RI akan terus memastikan bahwa kebijakan yang diambil selaras dengan kebutuhan rakyat.
Dalam konteks krisis ekonomi global, Misbakhun menilai bahwa Indonesia memiliki kelebihan