Satu calon haji Embarkasi Banjarmasin wafat di tanah suci

Satu Calon Haji dari Embarkasi Banjarmasin Meninggal di Tanah Suci

Satu calon haji Embarkasi Banjarmasin wafat – Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, salah satu peserta ibadah haji yang berasal dari Embarkasi Banjarmasin dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perjalanan ibadah di Arab Saudi. Informasi duka cita tersebut diumumkan oleh Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, Eddy Khairani, pada Jumat (14 Mei 2026) pukul 18.48 Waktu Arab Saudi (WAS). Korban meninggal adalah Muhammad Darmawan (66 tahun), yang tergabung dalam Kloter 06 dari Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, dalam musim haji tahun 1447 H/2026 M.

PPIH Memberikan Dukungan dan Doa untuk Keluarga Almarhum

Eddy Khairani mengungkapkan rasa sedih yang dalam atas kepergian Muhammad Darmawan. “Atas nama pribadi dan keluarga besar PPIH, serta Kementerian Agama, kami menyampaikan belasungkawa yang tulus untuk almarhum,” tutur Eddy. Ia juga menyampaikan doa agar almarhum diberi keberkahan dan keselamatan di akhirat, serta diampuni segala dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan. “Semoga seluruh amal ibadah yang ia lakukan selama berada di Tanah Suci diterima Allah SWT, dan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya.

“Semoga seluruh amal ibadah almarhum selama menjalankan ibadah haji diterima Allah SWT dan menjadi haji yang mabrur,” kata Eddy Khairani, yang juga menjabat Kepala Kanwil Kemenhaj Kalsel.

Keluarga almarhum telah diberi dukungan secara emosional dan spiritual oleh petugas kloter serta tim PPIH. Eddy menegaskan bahwa pemulasaraan dan pemakaman almarhum akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. “Almarhum berangkat menunaikan ibadah haji bersama istrinya, Mariyamah Anang Gani, dan dimakamkan di Pemakaman Al Shoraya 64, Mekkah,” tambahnya.

Lihat Juga :   Penangkapan pelaku kasus Pati momentum putus kekerasan seksual ponpes

Proses Pemulasaraan dan Koordinasi dengan Pihak Terkait

Pihak Embarkasi Banjarmasin menekankan bahwa mereka terus melakukan pendampingan dan komunikasi dengan tim medis, petugas haji, serta pihak lokal Arab Saudi untuk memastikan proses pemulasaraan berjalan lancar. Eddy menjelaskan bahwa langkah-langkah ini dilakukan agar keluarga almarhum dapat menikmati kesempatan terakhir untuk berdoa dan berbagi kenangan bersama sang wafat.

Menurut Eddy, kondisi kesehatan almarhum turun secara tajam sebelum kejadian tersebut. “Kloter 06 mengalami perubahan situasi di Makkah, terutama pada saat ia menjalani ibadah di Arafah dan Muzdalifah,” katanya. Meski demikian, ia memastikan bahwa seluruh jamaah dalam kloter tersebut diberi perhatian khusus sejak tiba di Tanah Suci.

Kloter 06 menjadi salah satu dari 19 kloter yang diberangkatkan oleh Embarkasi Banjarmasin dalam musim haji 2026. Total jumlah jamaah yang tergabung dalam 19 kloter tersebut mencapai 6.822 orang, terdiri dari 5.197 jamaah dari Kalimantan Selatan dan 1.561 jamaah dari Kalimantan Tengah. Eddy menjelaskan bahwa Embarkasi Banjarmasin telah menerbangkan 15 kloter sebelumnya, dengan total peserta mencapai 5.389 orang, sebelum kejadian wafat ini terjadi.

Peringatan untuk Jamaah agar Jaga Kesehatan

Dalam menghadapi kondisi cuaca yang ekstrem di Arab Saudi, Eddy mengimbau semua jamaah haji untuk memperhatikan aspek kesehatan. “Suhu dan tingkat kelembapan di Makkah bisa memengaruhi stamina para jamaah, terutama saat menjalani ibadah di Arafah dan Muzdalifah,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya menjaga istirahat, memperbanyak konsumsi air, dan tidak memaksakan diri dalam kegiatan fisik di luar jadwal yang diberikan.

Dalam kesempatan ini, Eddy juga menyampaikan pesan kepada seluruh jamaah untuk tetap komunikatif dengan petugas pembimbing haji dan staf kesehatan. “Kami terus memantau kondisi para jamaah, terutama di area yang rawan panas atau lembap, agar tidak terjadi hal serupa,” katanya. Pihak Embarkasi Banjarmasin juga melakukan evaluasi terhadap pengaturan kegiatan kloter, termasuk penggunaan alat bantu pernapasan dan pengobatan tradisional yang diterapkan untuk mengatasi kelelahan.

Lihat Juga :   Latest Program: Upaya bersama majukan desa lewat Kopilaborasi

Sebagai salah satu embarkasi terbesar di Indonesia, Embarkasi Banjarmasin memegang peran penting dalam pengorganisasian jamaah haji. Eddy menyoroti kesiapan tim penyelenggara untuk menangani situasi darurat selama perjalanan ibadah. “Dukungan penuh dari Kementerian Agama dan lembaga terkait menjadi penjamin keselamatan jamaah di Tanah Suci,” tambahnya. Selain itu, ia menyebutkan bahwa proyeksi jumlah jamaah yang diberangkatkan akan terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan haji tahunan.

Kelancaran Pelayanan Haji dan Peran Embarkasi Banjarmasin

Embarkasi Banjarmasin sejauh ini telah mengirimkan 19 kloter ke Arab Saudi, yang terdiri dari 14 kloter dari Kalimantan Selatan dan 5 kloter dari Kalimantan Tengah. Eddy menyatakan bahwa ini merupakan langkah strategis untuk membagi beban pengelolaan jamaah ke berbagai kota di Indonesia. “Kloter dari Kalimantan Tengah diberangkatkan dengan dukungan khusus karena jarak yang jauh dan kondisi transportasi yang dinamis,” jelasnya.

Sebagai informasi tambahan, Embarkasi Banjarmasin telah mencatatkan 6.822 jamaah untuk musim haji 2026. Angka ini mencakup 5.197 orang dari Kalimantan Selatan dan 1.561 orang dari Kalimantan Tengah. Eddy menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji bergantung pada koordinasi yang baik antara tim penyelenggara, jamaah, serta pihak pemerintah Arab Saudi. “Kami telah mengatur logistik, akomodasi, dan pendampingan kloter secara terpusat untuk memastikan seluruh jamaah mendapatkan pengalaman haji yang mulia dan aman,” katanya.

Kejadian wafat Muhammad Darmawan dianggap sebagai bagian dari tantangan yang sering dihadapi selama penyelenggaraan haji. Eddy mengatakan bahwa para petugas selalu siap memberikan bantuan darurat, baik berupa pelayanan medis maupun psikologis. “Pemulasaraan dan pemakaman almarhum dilakukan dengan cepat dan teratur, sesuai ketentuan hukum dan agama,” ujarnya.

Dalam wawancara terpisah, Eddy juga menjelaskan bahwa Embarkasi Banjarmasin terus meningkatkan kualitas pelayanan haji. “Kami memperkuat sistem pemantauan kesehatan jamaah, termasuk penggunaan teknologi pemantauan jarak jauh untuk memastikan semua peserta tetap sehat selama berada di Tanah Suci,” katanya. Harapan ini sejalan dengan misi Kementerian Agama untuk menjadikan haji sebagai bentuk ibadah yang bermakna dan berkes

Lihat Juga :   Topics Covered: Anggota DPR sebut "Banyumas Ngibing" jadi penggerak wisata budaya