New Policy: John Herdman ungkap tujuan adakan TC timnas Indonesia pada akhir Mei
John Herdman Ungkap Tujuan Adakan TC Timnas Indonesia Pada Akhir Mei
New Policy – Jakarta, Minggu (tanggal) – Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, membuka pembicaraan tentang rencananya menggelar pemusatan latihan (TC) di akhir Mei. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menguji dan memperkaya pemahaman terhadap kualitas pemain dari BRI Super League. Seperti yang dilansir oleh laman Kita Garuda, TC ini akan menjadi kesempatan untuk memperhatikan performa terbaik para pemain sepanjang musim ini, yang sebelumnya belum sempat dipanggil dalam FIFA Series 2026 dua bulan lalu.
Evaluasi Pemain Domestik Menjadi Fokus Utama
Dalam wawancara terbarunya, Herdman menyatakan bahwa evaluasi pemain lokal merupakan langkah penting untuk membangun basis skuad yang kompetitif. “Kami ingin melihat pemain yang mampu menunjukkan potensi terbaik mereka sepanjang musim, baik dari segi teknik maupun mental,” terangnya. Ia menekankan bahwa TC ini akan menjadi dasar bagi pemilihan pemain yang dianggap layak untuk menghadapi tantangan lebih besar, seperti Piala Asia 2027 yang akan digelar di Arab Saudi mulai Januari tahun depan.
“Pemusatan latihan bulan Mei ini adalah langkah pertama untuk menguji pemain domestik. Kami mencari individu yang mulai menunjukkan profil yang sesuai dengan kebutuhan tim Garuda di masa depan,” kata Herdman, pelatih yang sukses membawa Kanada ke Piala Dunia 2022.
Dalam TC tersebut, Herdman telah memanggil 23 pemain, dengan satu-satunya representasi dari pemain diaspora adalah Marselino Ferdinan. Hal ini menunjukkan bahwa selama ini, pria asal Skotlandia itu lebih mengedepankan penampilan pemain lokal sebelum melibatkan pemain yang bermain di luar negeri. Marselino, yang bermain di Liga Inggris, menjadi pengecualian dalam komposisi ini.
Siapkan Tim untuk Tournaments Masa Depan
Menurut Herdman, TC di Jakarta bukan hanya untuk mengevaluasi, tetapi juga sebagai persiapan strategis bagi dua event besar yang akan datang: FIFA Match Day bulan Juni dan Piala ASEAN 2026. “Kami perlu membangun koneksi internal dan eksternal, serta menyesuaikan gaya bermain tim untuk menghadapi lawan-lawan yang berbeda,” jelasnya. TC ini diharapkan bisa memberikan gambaran jelas tentang kemampuan pemain dalam kondisi fisik dan mental yang optimal.
Kehadiran para pemain di TC ini juga menjadi penjajagan bagi kekuatan timnas Indonesia di Piala ASEAN 2026, yang akan dimulai pada bulan Juli. Dalam turnamen tersebut, Indonesia akan menghadapi Vietnam, Singapura, dan Brunei Darussalam/Timor Leste di Grup A. Herdman menegaskan bahwa keberhasilan dalam TC akan menjadi penentu siapa yang akan terpilih untuk mengikuti ajang kualifikasi tersebut.
Kompetisi di Bulan Juni dan Fase Kritis untuk Piala Asia 2027
Tujuan lain dari TC ini adalah sebagai bahan evaluasi sebelum menghadapi dua laga penting di FIFA Match Day bulan depan. Tim Garuda akan menjalani pertandingan melawan Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni, yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. “Kedua laga ini adalah ujian sekaligus kesempatan untuk melihat bagaimana pemain beradaptasi dengan format kompetisi internasional,” tambah Herdman.
Menurutnya, hasil dari TC di akhir Mei dan performa di FIFA Match Day bulan Juni akan menjadi parameter utama dalam membangun skuad yang lebih kuat. “Kami ingin memastikan bahwa tim kami memiliki identitas yang jelas, baik dalam taktik maupun cara bermain,” katanya. Ia pun mengungkapkan bahwa kesuksesan di Piala ASEAN 2026 dan FIFA Match Day akan menjadi batu loncatan menuju Piala Asia 2027, yang akan menjadi momen krusial dalam karier Timnas Indonesia.
“Fase Juni dan Juli adalah kesempatan untuk menguji kemampuan tim secara komprehensif. Kami perlu memahami lebih jauh karakteristik pemain, termasuk bagaimana mereka bekerja sama dalam kondisi tekanan tinggi,” kata Herdman.
Kompetisi di Piala Asia 2027 akan menjadi momen puncak bagi Herdman, yang telah merancang langkah-langkah jangka panjang untuk memperkuat tim. ” Kami menargetkan untuk menghadirkan pemain diaspora yang memiliki pengalaman di Eropa, karena mereka bisa memberikan perbedaan dalam menghadapi tim kuat di Asia,” jelasnya. Dengan memadukan pemain lokal dan diaspora, Herdman ingin menciptakan tim yang lebih dinamis dan mampu bersaing di tingkat Asia.
Komposisi Pemain dalam TC dan Strategi Masa Depan
Dalam komposisi 23 pemain yang dipanggil, Herdman memilih sejumlah pemain yang menurutnya memiliki konsistensi dalam penampilan. Pemain yang masuk ke TC ini, di antaranya, akan menjadi kandidat kuat untuk tampil di Piala ASEAN 2026 dan FIFA Match Day bulan depan. Marselino Ferdinan, sebagai satu-satunya pemain diaspora, dianggap sebagai bagian penting dalam mengisi variasi di lini depan.
Herdman juga menjelaskan bahwa TC ini dirancang untuk melihat bagaimana pemain lokal bisa membangun chemistry yang solid di dalam tim. “Kami tidak hanya mengevaluasi kemampuan teknis, tetapi juga interaksi di antara pemain, baik di lapangan maupun di luar lapangan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa brotherhood atau persaudaraan dalam tim adalah kunci untuk meraih kesuksesan di kompetisi internasional.
Tantangan Grup F di Piala Asia 2027
Tujuan jangka panjang Herdman tidak hanya terbatas pada Piala ASEAN 2026, tetapi juga terkait persiapan untuk Piala Asia 2027. Dalam grup yang dijagokan, Indonesia akan bertemu dengan tim-tim kuat seperti Jepang, Qatar, dan Thailand. “Grup ini cukup berat, tetapi kami yakin dengan kekuatan pemain yang kami miliki, termasuk pengalaman dari pemain dias