New Policy: Legislator Jabar dorong kelanjutan rumah Panggung anti banjir Bekasi

New Policy: Legislator Jabar Dorong Rumah Panggung Anti Banjir Bekasi

New Policy – Dalam upaya meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana, New Policy diwacanakan oleh anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, M. Faizin, sebagai solusi terhadap tantangan banjir yang sering menghantui wilayah Pondok Gede Permai, Kota Bekasi. Program rumah panggung anti banjir ini diharapkan dapat terus dikembangkan, khususnya untuk keluarga yang tinggal di daerah rawan genangan air. Faizin menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk mencegah dampak banjir dan memastikan kenyamanan hidup warga.

Implementasi Program yang Masih Perlahan

Saat ini, pembangunan rumah panggung di area tergenang air belum mencapai target. Diketahui hanya 10 unit yang telah selesai dibangun hingga 2026, padahal sekitar 80 kepala keluarga masih membutuhkan bantuan. Faizin menyoroti bahwa anggaran yang dialokasikan masih terbatas, sehingga kebutuhan warga harus menjadi prioritas utama dalam New Policy ini. “Dengan dana yang memadai, progres pembangunan bisa dipercepat agar lebih banyak keluarga terjangkau,” katanya.

Pemprov Jabar dinilai perlu meningkatkan komitmen untuk memastikan kelanjutan proyek. Faizin mengusulkan alokasi anggaran yang lebih besar agar New Policy ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang dalam menghadapi bencana alam. Dengan demikian, kebutuhan ratusan keluarga bisa terpenuhi dalam waktu yang lebih singkat.

Desain Rumah Panggung yang Inovatif

Program rumah panggung anti banjir dianggap inovatif karena menggabungkan kenyamanan dan ketahanan terhadap bencana. Setiap unit dibangun dengan anggaran sekitar Rp125 juta, menggunakan bahan beton pracetak berstandar nasional (SNI) untuk memastikan kekuatan struktur. Proses konstruksi dirancang agar efisien, dengan pemasangan struktur utama hanya memakan waktu dua hari, sehingga proyek selesai dalam empat bulan.

Lihat Juga :   Special Plan: Elnusa Petrofin hadirkan Pena Petrofin Awards apresiasi peran media

Rumah panggung juga memperhatikan kenyamanan penghuni. Area di bawah bangunan bisa dimanfaatkan sebagai ruang terbuka untuk aktivitas ekonomi, pertanian, atau tempat parkir. Faizin menjelaskan bahwa desain ini tidak hanya mencegah kerusakan akibat banjir tetapi juga memberikan nilai tambah bagi warga, terutama di tengah keterbatasan lahan.

Kawasan Pondok Gede Permai menjadi contoh nyata tantangan banjir yang mengganggu kehidupan warga. Luapan air tahunan telah merusak properti dan mengurangi semangat penduduk. New Policy ini diharapkan menjadi jawaban konkret bagi masyarakat yang membutuhkan hunian aman dan adaptif. “Dengan New Policy ini, warga bisa terhindar dari risiko banjir dan memiliki kepastian dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Rumah panggung anti banjir juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. Karena bangunan berada di atas permukaan air, aliran air bisa lebih lancar, mengurangi risiko penggenangan di wilayah lain. Selain itu, desain terbuka dan bahan ramah lingkungan memungkinkan ruang bawah digunakan sebagai alternatif ekonomi. Faizin berharap program ini bisa menjadi contoh bagi kawasan serupa di Indonesia.

Sebagai legislator, Faizin menekankan pentingnya partisipasi aktif Pemprov Jabar dalam New Policy ini. Ia menyarankan alokasi dana daerah yang terpadu untuk memastikan progres yang optimal. Dengan dukungan penuh, program rumah panggung anti banjir diharapkan dapat berjalan lebih cepat, memenuhi kebutuhan warga dan menciptakan lingkungan yang lebih aman.