Topics Covered: Pelindo-DPRD percepat Pelabuhan Sorong jadi hub logistik di KTI
Pelindo-DPRD percepat Pelabuhan Sorong jadi hub logistik di KTI
Topics Covered – Makassar, Senin – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 dan DPRD Provinsi Papua Barat Daya melanjutkan upaya mempercepat pengembangan Pelabuhan Sorong sebagai pusat logistik strategis di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Pada kesempatan ini, Yusida M Palesang, Kepala Divisi Operasi Pelindo Regional 4, menjelaskan bahwa sinergi antara perusahaan pelabuhan dan lembaga legislatif menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah timur. “Kawasan Timur Indonesia terus berperan sebagai motor penggerak perekonomian nasional. Salah satu langkah kunci untuk memperkuatnya adalah melalui pengembangan Pelabuhan Sorong sebagai titik koneksi utama,” ujar Yusida dalam wawancara di Makassar, Senin.
Kunjungan untuk memetakan strategi
Pembahasan strategi ini dimulai dari kunjungan kerja Komisi III DPRD Papua Barat Daya ke kantor PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 di Makassar. Selama kunjungan tersebut, anggota dewan memetakan langkah-langkah untuk menjadikan pelabuhan tersebut sebagai simpul logistik utama. Pertemuan dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Papua Barat Daya, Fredrik F A Marlissa, dan Ketua Komisi III, Max A Hehanussa. Dalam kesempatan ini, mereka juga membahas potensi pelabuhan sebagai pintu masuk ekspor-impor serta kemudahan akses bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah KTI.
“Kota Sorong memiliki lokasi yang sangat strategis, baik secara geografis maupun ekonomi. Untuk memaksimalkan peran ini, kami menegaskan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan pelabuhan,” kata Fredrik Marlissa. Ia menekankan bahwa fasilitas yang memadai akan mempercepat proses distribusi barang dan meningkatkan daya tarik investasi. “Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Pelabuhan Sorong bisa menjadi penyangga ekonomi bagi wilayah KTI, terutama dalam memperkuat konektivitas laut dan udara,” tambahnya.
Menurut Max Hehanussa, keberhasilan pengembangan pelabuhan tergantung pada kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku bisnis. “Sinergi yang kuat antara DPRD dan Pelindo akan memastikan program pengembangan berjalan tepat sasaran. Dengan begitu, manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung,” jelasnya. Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung inisiatif ini melalui berbagai mekanisme, termasuk monitoring kinerja dan evaluasi progres secara berkala.
“Kami sangat optimis bahwa Pelabuhan Sorong akan menjadi salah satu pusat logistik terdepan di Indonesia. Pengembangan yang terencana akan menciptakan efisiensi dalam distribusi barang, serta meningkatkan daya saing daerah dalam kompetisi nasional dan internasional,” tambah Max Hehanussa. Pemimpin Komisi III tersebut juga menyebutkan bahwa KTI memiliki potensi besar dalam sektor ekspor, terutama untuk komoditas seperti kayu, bahan tambang, dan produk pertanian.
Sebagai tindak lanjut, Pelindo Regional 4 telah menyusun beberapa rencana strategis yang fokus pada peningkatan kapasitas terminal, modernisasi fasilitas bongkar muat, dan penguatan sistem operasional berbasis digital. Yusida M Palesang menjelaskan bahwa langkah-langkah ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan, sehingga mampu menampung volume ekspor-impor yang semakin besar. “Dengan peningkatan infrastruktur, kita bisa mengurangi biaya logistik dan waktu pengiriman, yang sangat penting bagi keberlanjutan bisnis di KTI,” katanya.
Yusida juga menyoroti pentingnya teknologi dalam memperkuat peran pelabuhan. “Pelindo akan memprioritaskan penggunaan sistem digital dalam pengelolaan kegiatan pelabuhan, termasuk layanan e-logistik dan platform informasi terintegrasi. Ini tidak hanya memudahkan proses distribusi, tetapi juga memberi nilai tambah kepada pelaku usaha,” imbuhnya. Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur fisik, seperti jalan dan jembatan, akan disertai dengan perbaikan lingkungan hidup dan manajemen kawasan pelabuhan.
Dalam konteks KTI, Pelabuhan Sorong dikenal sebagai salah satu akses utama ke wilayah Papua dan Maluku. Lokasinya yang dekat dengan jalur laut ke Pasifik membuatnya menjadi titik pemerintahan, ekonomi, dan pertukaran barang antar pulau. Namun, Yusida mengakui bahwa masih ada tantangan dalam pengembangan pelabuhan, seperti keterbatasan anggaran dan kesulitan dalam koordinasi antar lembaga. “Kami berharap dukungan dari berbagai pihak bisa terus diperkuat, sehingga proses percepatan dapat berjalan optimal,” ujarnya.
“Kawasan Timur Indonesia memiliki keunggulan geografis dan sumber daya alam yang luar biasa. Jika Pelabuhan Sorong bisa dikembangkan secara maksimal, maka KTI akan lebih mudah mengakses pasar global,” kata Fredrik Marlissa. Ia juga menyebutkan bahwa komitmen jangka panjang dari pemerintah daerah akan menjadi penentu utama keberhasilan inisiatif ini. “Kami berencana menyusun rencana aksi jangka menengah yang melibatkan berbagai sektor, termasuk perusahaan swasta, organisasi internasional, dan pemerintah pusat,” lanjutnya.
Pelindo Regional 4 dan DPRD Papua Barat Daya sepakat bahwa pelabuhan ini harus menjadi salah satu titik keberangkatan utama bagi ekspor produk lokal. Yusida menyebutkan bahwa rencana pembangunan pelabuhan mencakup peningkatan jumlah kapal yang beroperasi, pelatihan SDM, serta pengoptimalan kebijakan tarif. “Dengan menjaga keseimbangan antara investasi dan kualitas layanan, kita bisa menjamin konsistensi pertumbuhan ekonomi di KTI,” katanya.
Dalam jangka pendek, target utama pembangunan Pelabuhan Sorong adalah meningkatkan volume lalu lintas barang dan mempercepat waktu pengiriman. Yusida menjelaskan bahwa perusahaan sudah menyiapkan beberapa proyek prioritas, termasuk pembangunan dermaga baru dan penyempurnaan sistem manajemen bongkar muat. “Proyek-proyek ini akan diimplementasikan secara bertahap, dengan penyesuaian berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi ekonomi daerah,” tambahnya.
Masa depan pelabuhan yang berkelanjutan
Max Hehanussa berharap pengembangan Pelabuhan Sorong tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada aspek lingkungan dan sosial. “Kita perlu memastikan bahwa pembangunan ini tidak mengor