Kebijakan Baru: Khofifah dorong penguatan ekosistem Reyog pascapengakuan UNESCO
Khofifah Dorong Penguatan Ekosistem Reyog Pasca Pengakuan UNESCO
Surabaya – Setelah Reyog Ponorogo diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengusulkan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem seni tersebut. Fokus utama adalah memastikan keberlanjutan dan pengembangan budaya ini secara global.
Khofifah menekankan pentingnya melestarikan serta merajut kembali nilai-nilai Reyog, yang menurutnya mencerminkan identitas bangsa. “Reyog bukan hanya pertunjukan, tapi juga menyimpan filosofi kuat mengenai keberanian, kebenaran, serta harmoni budaya antar suku dan agama,” ujarnya dalam pernyataan di Surabaya, Selasa.
“Filosofi Reyog memiliki substansi strategis untuk membentuk karakter masyarakat dan memengaruhi kebijakan nasional,” tambah Khofifah. Ia menilai seni ini bisa menjadi representasi dari nilai-nilai nasional yang mampu menginspirasi kehidupan sosial.
Pengakuan UNESCO pada akhir 2024, kategori In Need of Urgent Safeguarding, dianggap sebagai momentum penting. Khofifah mengatakan bahwa perlu ada tindakan nyata untuk mendorong penguatan ekosistem Reyog, termasuk dalam aspek seni dan warisan budaya. “Ini adalah kesempatan untuk memperkuat akar budaya serta memastikan Reyog tetap relevan di masa depan,” imbuhnya.