Polri gagalkan peredaran sabu dan ekstasi dari Malaysia di Riau
Polri Gagalkan Peredaran Sabu dan Ekstasi dari Malaysia di Riau
Dari Jakarta, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menghentikan upaya penyelunduran narkoba sabu dan ekstasi yang berasal dari Malaysia, terjadi di Riau. Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, menjelaskan kepada wartawan di Jakarta pada Senin bahwa penyelidikan ini dilakukan di Kota Pekanbaru, Riau, pada Jumat, 10 April.
Tersangka dan Barang Bukti
Tiga individu yang ditetapkan sebagai tersangka terdiri dari WH (Wahyu) dan J (Adi) sebagai kurir, serta HFP (Ari) yang berperan sebagai pengarah. Ada satu kurir tambahan dengan inisial H (Kodok) yang masih dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO). Selama operasi, polisi menyita sabu yang disimpan dalam 30 paket plastik besar bertuliskan merek GUANYINWANG dengan berat 29.980,65 gram, serta ekstasi yang terdapat di dalam 4 kemasan plastik besar sebanyak 19.730 butir.
Proses Penyelunduran
Menurut Eko, hasil pemeriksaan terhadap Wahyu dan Adi mengungkap bahwa mereka, bersama Kodok, diperintahkan oleh Ari yang sedang menjalani hukuman di Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai untuk mengambil sabu dan ekstasi tersebut. Dari hasil wawancara Ari di Lapas, dia mengakui meminta Wahyu dan rekan-rekannya untuk mengambil sabu seberat 30 kilogram serta ekstasi sejumlah 20.000 butir.
Dalam wawancara, Eko menyebutkan bahwa narkotika sabu dan ekstasi tersebut didapatkan dari bos Malaysia yang berinisial V, kemudian akan dikirim ke Madura esok hari,” ujarnya.
Nilai dan Dampak Penyelunduran
Selain itu, Eko menambahkan bahwa sabu yang disita dalam kasus ini diperkirakan bernilai Rp53 miliar dan berhasil menyelamatkan 149.903 jiwa. Ekstasi yang diamankan juga diperkirakan bernilai Rp19 miliar serta mencegah kejahatan yang merugikan sebanyak 19.730 jiwa.
Langkah selanjutnya melibatkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap para tersangka, serta ekspansi untuk menangkap DPO dan jaringan terkait.