Yang Dibahas: Profil 8 Women 2026 Global Landscape Forum, Ada Retno Marsudi

Profil 8 Wanita 2026 Global Landscape Forum

Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional (IWD), Global Landscapes Forum (GLF) kembali menggali peran perempuan dalam menjaga masa depan bumi. Melalui program “8 Women with a New Vision for Earth 2026”, forum tersebut memperkenalkan delapan tokoh wanita dari berbagai negara yang dianggap memberikan ide baru serta tindakan nyata untuk mengatasi berbagai masalah lingkungan.

Retno Marsudi: Pengusaha Air dan Perempuan Pertama di Kementerian Luar Negeri Indonesia

Retno Lestari Priansari Marsudi, yang juga dikenal sebagai Retno Marsudi, memegang posisi Utusan Khusus PBB untuk isu air sejak 1 November 2024. Ia menjadi Menteri Luar Negeri pertama dalam sejarah Indonesia yang dipimpin oleh seorang perempuan sejak masa kemerdekaan. Lahir di Semarang pada 27 November 1962, Retno mengawali kariernya di Kementerian Luar Negeri pada 1986 setelah menyelesaikan pendidikan di bidang Hubungan Internasional UGM pada 1985.

Selama berkiprah, Retno terlibat dalam berbagai forum internasional, termasuk memimpin partisipasi Indonesia dalam 10th World Water Forum di Bali pada 2024. Acara ini menghasilkan deklarasi menteri yang mendorong praktik pengelolaan air lebih berkelanjutan. Saat ini, ia fokus pada upaya meningkatkan ketahanan air dan akses sanitasi, terutama bagi perempuan dan anak-anak yang paling rentan terhadap krisis air global.

“Saya membayangkan dunia yang menempatkan agenda air dan perempuan di pusat kebijakan, program, dan tindakan. Karena memberdayakan perempuan akan mempercepat solusi atas persoalan air, dan membangun ketahanan serta keberlanjutan air berarti melindungi planet ini. Masa depan Bumi bergantung pada keduanya.”

Billie Eilish: Penyanyi Generasi Z yang Berkomitmen pada Keadilan Lingkungan

Billie Eilish Pirate O’Connell, atau Billie Eilish, lahir di Los Angeles pada 18 Desember 2001. Kariernya mulai mencuri perhatian setelah single “Ocean Eyes” (2016) menciptakan gelombang viral. Ia juga menjadi penyanyi termuda yang memenangkan Grammy untuk album “When We All Fall Asleep, Where Do We Go?” (2019).

Dalam dunia musik, Billie telah menulis dan menyanyikan lagu-lagunya sejak usia 18 tahun. Salah satu prestasinya adalah masuk ke peringkat pertama Billboard Hot 100 dengan lagu “Bad Guy”. Di luar hiburan, ia aktif menyuarakan isu sosial dan lingkungan, seperti melalui tur “Hit Me Hard and Soft Tour” di mana ia bekerja sama dengan Reverb untuk memperkenalkan eco-station di setiap lokasi konser.

“Jika kamu adalah seorang miliarder, apa alasan di balik kekayaanmu?”

Inisiatif ini menuntut penonton untuk terlibat dalam aksi nyata, seperti mendaftar sebagai pemilih, berdonasi untuk botol minum daur ulang, mencoba pola makan berbasis nabati, dan terhubung dengan organisasi iklim lokal. Selain itu, ia mendorong penggemarnya membawa perlengkapan luar ruang dan mandi untuk disumbangkan kepada orang yang mengalami tunawisma. Melalui program Changemaker Project, Billie juga menawarkan tiket khusus dengan harga lebih tinggi, sebagian pendapatannya dialihkan ke organisasi seperti Tree Folks dan Youth Climate Institute.

Francia Marquez: Perempuan Kolombia yang Menginspirasi

Francia Elena Márquez Mina, atau Francia Marquez, lahir di Suarez, Kolombia, pada 1 Desember 1981. Sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden, ia aktif dalam berbagai organisasi lingkungan dan sosial. Perannya sebagai figur publik menghadirkan perhatian global pada isu-isu yang menyangkut keadilan lingkungan dan hak-hak komunitas lokal.

Alessandra Yupanqui dan Tokoh Lainnya

Selain tokoh-tokoh di atas, GLF juga memperkenalkan Alessandra Yupanqui dan delapan perempuan lainnya yang memiliki kontribusi signifikan di bidang lingkungan. Mereka berasal dari latar belakang berbeda, namun memiliki visi serupa untuk menciptakan perubahan berkelanjutan.