Program Terbaru: Perang dengan Iran, AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Timur Tengah

Perang dengan Iran, AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Timur Tengah

Ketegangan di wilayah Timur Tengah semakin memuncak. Pemerintah Amerika Serikat secara resmi meminta seluruh warganya segera meninggalkan sejumlah negara di kawasan tersebut, terutama setelah eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran memperparah situasi. Seruan ini dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri AS, yang khawatir perang bisa berlangsung lebih lama dan memengaruhi wilayah lebih luas.

Situasi keamanan di kawasan dinyatakan tidak stabil, terutama setelah meningkatnya serangan militer dan respons balik. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan bahwa Iran menargetkan pangkalan militer AS di negara-negara tetangga, bukan wilayah negara-negara itu sendiri.

“Kami menyerang pangkalan-pangkalan militer musuh (AS) yang menggunakan wilayah-wilayah negara tetangga kami. Pangkalan-pangkalan militer itu merupakan wilayah milik musuh tersebut. Jadi kami sama sekali tidak bermaksud menyerang negara tetangga kami, tapi musuh yang memanfaatkan wilayah dari negara tetangga kami,” ucapnya.

Langkah evakuasi warga AS berdampak langsung pada negara-negara seperti Bahrain, Mesir, Iran, Irak, Israel, Tepi Barat, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab, dan Yaman. Namun, hingga kini belum ada kejelasan mengenai rencana evakuasi besar-besaran untuk warga sipil di area rentan.

Dalam laporan terbaru Al Jazeera, Selasa (3/3/2026), terdengar beberapa ledakan di langit Doha, Qatar. Peristiwa ini meningkatkan kekhawatiran mengenai penyebaran dampak perang ke negara-negara Teluk. Presiden AS Donald Trump menyatakan konflik kemungkinan berlangsung hingga empat hingga lima minggu ke depan, sambil mengaku kaget atas serangan Iran yang mengarah ke negara-negara tetangganya.

Konflik antara AS-Israel dan Iran kini menarik perhatian global. Situasi ini bukan hanya berpotensi memicu perang regional, tetapi juga mengancam stabilitas ekonomi dan keamanan energi dunia.

Lihat Juga :   Pembahasan Penting: Terungkap, Cara AS-Israel Temukan & Bunuh Ayatollah Khamenei