Info Terbaru: Kronologi Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau, Pelaku Sudah Niat Beraksi Bawa Golok ke Kampus
Kronologi Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau, Pelaku Sudah Niat Beraksi Bawa Golok ke Kampus
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menyampaikan bahwa antara tersangka dan korban telah memiliki hubungan dikenal sebelumnya. Mahasiswi UIN Suska Kota Pekanbaru, Faradhila Ayu Pramesi (23), menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh teman sekelasnya, R (21). Insiden ini terjadi pada hari Kamis, 26 Februari 2026, sekitar pukul 08.30 WIB.
“Peristiwa terjadi di bagian Fakultas Hukum Syariah, lantai 2,” jelas Pandra saat memberi keterangan kepada wartawan, Sabtu (28/2).
Menurut informasi yang diberikan, pelaku sudah merencanakan tindakan kekerasan sejak awal. Ia membawa senjata tajam berupa golok sebagai alat untuk menyerang korban. “Pelaku sengaja mempersiapkan golok dan parang untuk melakukan penganiayaan,” tambahnya.
Setelah menyerang, korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan medis. Sementara itu, para mahasiswa dan satpam kampus bergerak cepat untuk menangkap pelaku. “Para pihak berhasil mencegah kejadian lebih parah dan mengamankan pelaku,” pungkasnya.
Kasus Pembunuhan oleh Bripda MS
Sidang kode etik mengungkap fakta tak terduga, yaitu Bripda MS, anggota Polres Banjarbaru, pernah memborgol tangan mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat, ZD, sebelum menghabisi nyawanya. Tersangka terpaksa membunuh korban karena takut diusut kasus cinta segitiga.
“Tersangka panik karena diancam akan dilaporkan oleh calon isterinya,” terang sumber.
Kasus tersebut berawal dari konflik hubungan cinta. Bripda Muhammad Seili, usia 20 tahun, menewaskan mahasiswi Unsri karena kekecewaan atas penolakan calon istri. Pelaku terlihat gelap mata saat mengambil kesempatan untuk menghabisi korban.
Kasus Begal Sejoli Mahasiswa Unsri
Korban meninggal akibat luka tusuk badik di tubuhnya, terdiri dari satu tusukan di sebelah kanan tulang rusuk, dua di siku, dan satu di lengan bagian luar. Tindakan kekerasan ini diduga terjadi karena pelaku ingin memalak penjaga toko buah.
“Permintaannya ditolak hingga akhirnya berujung pembacokan,” kata saksi.
Penyidik masih melanjutkan proses investigasi. “Pemeriksaan terhadap R (36) dan NP (27) sedang berlangsung,” tutur polisi. Berdasarkan laporan masyarakat, aksi para pelaku terekam oleh kamera CCTV, yang membantu mengungkap kejadian tersebut.
Kasus ini diungkap melalui metode penyelidikan modern. Dengan bantuan teknologi, polisi berhasil memperjelas kronologi dan mengidentifikasi dua pelaku yang diduga mengkeroyok korban. Penyelidikan terus berjalan hingga saat ini.