Setelah Khamenei Tewas – Siapa Penggantinya?
Setelah Khamenei Tewas, Siapa Penggantinya?
Jakarta, IDN Times – Tasnim dan Fars News Agency, dua media Iran, mengumumkan kematian Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang terjadi di Teheran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Awalnya, sejumlah pejabat Iran dan media terkait Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) membantah kabar tersebut, menyebutnya sebagai berita palsu. Namun, kedua media itu akhirnya mengonfirmasi kejadian itu tanpa memberikan detail lengkap mengenai kronologi serangan atau kondisi terkini di dalam negeri.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump melalui akun Truth Social telah menyatakan Khamenei tewas dalam serangan tersebut. Hal yang sama juga disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Meski masih ada perdebatan mengenai kebenaran informasi, fokus kini berpindah pada proses penggantian kepemimpinan di Iran. Kematian Khamenei menimbulkan pertanyaan besar: siapa yang akan mengisi posisi tersebut?
Berdasarkan konstitusi Republik Islam Iran, jika pemimpin tertinggi wafat, kekuasaan secara otomatis berpindah ke sosok pengganti. Namun, hingga saat ini, tidak ada pengumuman resmi mengenai kandidat terkuat. Sebaliknya, pemerintahan sementara akan dipegang dewan transisi yang terdiri dari tiga anggota, yaitu Presiden Iran, Kepala Kehakiman, serta seorang ulama dari Dewan Keamanan Nasional.
Laporan Al Jazeera, Minggu (1/3/2026), menyebutkan bahwa Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, mungkin terlibat dalam penyelesaian tugas tertentu selama masa transisi. Namun, klaim tersebut belum diverifikasi secara independen.
Kelanjutan penunjukan pemimpin baru sepenuhnya bergantung pada Majelis Ahli, lembaga yang bertugas memilih dan mengakhiri masa jabatan pemimpin tertinggi. Jika proses ini dimulai, momen tersebut bisa menjadi perubahan besar dalam politik domestik Iran serta memengaruhi dinamika geopolitik di Timur Tengah secara signifikan.