Tim SAR masih cari tiga pendaki Gunung Dukono
Tim SAR Masih Cari Tiga Pendaki Gunung Dukono
Pencarian Berlanjut Setelah Evakuasi 17 Pendaki Berhasil Dilakukan
Tim SAR masih cari tiga pendaki – Setelah beberapa jam berjalannya operasi penyelamatan, tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) berhasil mengevakuasi satu puluh tujuh pendaki Gunung Dukono yang terjebak akibat letusan vulkanik yang terjadi di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Meski sebagian besar korban berhasil dievakuasi dalam keadaan aman, tiga orang pendaki masih dalam proses pencarian. Peristiwa ini menggambarkan kompleksitas tugas SAR dalam menghadapi bencana alam yang terjadi di daerah terpencil.
“Evakuasi berjalan lancar karena kita mampu mengkoordinasikan tim secara cepat. Namun, kondisi medan yang sulit dan abu vulkanik yang mengguyur area menciptakan tantangan besar dalam menemukan tiga pendaki yang belum ditemukan,” kata Kepala Tim SAR setempat, Yogi Rachman.
Letusan Gunung Dukono terjadi pada Jumat pagi, 12 Mei 2023, setelah mengalami aktivitas vulkanik intensif sepanjang beberapa hari terakhir. Api vulkanik meledakkan awan panas dan abu yang mengarah ke kawasan permukiman di lereng gunung, mengakibatkan sejumlah pendaki terjebak. Tim SAR langsung melakukan intervensi dengan menggunakan helikopter dan alat komunikasi modern untuk mempercepat proses pencarian.
Berdasarkan informasi yang diterima, sebelum letusan, sekitar 25 pendaki berkunjung ke Gunung Dukono. Sebagian besar dari mereka sudah kembali ke kota setelah berhasil dievakuasi. Namun, tiga orang tercatat masih dalam pencarian. Mereka kemungkinan berada di daerah yang lebih dalam, dimana abu vulkanik menyelimuti jalur selama satu jam setelah letusan terjadi. Wilayah ini dikenal memiliki medan curam dan lembah sempit, yang menyulitkan pergerakan tim SAR.
“Kita sedang mengoptimalkan sumber daya yang ada, termasuk meminta bantuan dari warga sekitar yang memahami jalur-jalur tersembunyi. Kami juga menggunakan drone untuk memetakan area yang belum terjangkau,” jelas Satrio Giri Marwanto, anggota tim SAR yang terlibat langsung dalam operasi.
Evakuasi 17 pendaki berhasil dilakukan sekitar pukul 15.00 WIT, setelah tim SAR memastikan bahwa tidak ada korban jiwa yang terluka dalam keadaan kritis. Sejumlah pendaki yang dievakuasi mengalami sedikit luka ringan akibat terkena abu vulkanik, tetapi kondisi mereka stabil dan tidak mengancam nyawa. Koordinasi antara tim SAR, pemerintah setempat, dan perusahaan pariwisata menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
Selain tiga pendaki yang masih hilang, letusan Gunung Dukono juga menyebabkan gangguan pada aktivitas sehari-hari di wilayah Halmahera Utara. Masyarakat setempat dilaporkan mengalami kepanikan akibat abu vulkanik yang mengguyur beberapa desa di sekitar kaki gunung. Jumlah penduduk yang terdampak mencapai sekitar 1.500 orang, yang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Warga yang tinggal di sekitar Gunung Dukono sangat terbantu oleh bantuan dari desa-desa sekitar. Mereka memberikan informasi penting tentang kondisi medan dan tempat-tempat yang bisa digunakan untuk evakuasi,” tambah Rijalul Vikry, anggota tim SAR yang bertugas di lokasi.
Menurut data dari Badan Geologi, Gunung Dukono berada dalam status siaga tinggi setelah beberapa kali mengeluarkan awan panas. Letusan ini tidak hanya memengaruhi pendaki, tetapi juga menyebabkan kegembiraan dan ketakutan di antara masyarakat. Sejumlah warga mengaku masih mengalami kesulitan bernapas akibat paparan abu vulkanik yang berkepanjangan.
Tim SAR berencana untuk memperluas area pencarian hari ini, terutama ke bagian selatan gunung yang belum dikunjungi secara menyeluruh. Pencarian akan dilakukan dengan menggunakan perahu dan jembatan kayu di daerah aliran sungai, yang menjadi jalur alternatif bagi pendaki yang terjebak. Dengan 18 helikopter dan lima mobil derek yang siap beroperasi, harapan untuk menemukan tiga korban yang masih hilang semakin tinggi.
Koordinasi antarinstansi juga menjadi perhatian utama selama operasi ini. Pemerintah daerah, TNI, Polri, dan organisasi non-pemerintah bekerja sama untuk mengupayakan penyelesaian cepat. Selain itu, tim SAR juga melakukan pemantauan terus-menerus terhadap kondisi gunung, karena aktivitas vulkanik dapat kembali menguat dalam waktu singkat.
Setelah selesai, tim SAR akan melakukan evaluasi terhadap proses evakuasi dan pencarian. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar untuk meningkatkan strategi penanganan bencana alam di masa depan. Pada saat ini, masyarakat tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan letusan berikutnya. Jumlah pendaki yang terjebak dan abu vulkanik yang menyelimuti kawasan akan menjadi pengingat penting untuk kehati-hatian dalam melakukan aktivitas di Gunung Dukono.
Para pendaki yang berhasil dievakuasi memberikan laporan bahwa mereka terkejut melihat ledakan yang sangat besar. Beberapa di antaranya mengatakan bahwa mereka hanya mengira Gunung Dukono sedang mengalami aktivitas biasa. “Kita memang tidak tahu seberapa besar risiko yang ada saat mengambil keputusan untuk mendaki. Tapi setelah evakuasi, kita merasa lega,” ujar salah satu pendaki yang berhasil dievakuasi, dikutip dari laporan tim SAR.
Upaya penanganan ini menunjukkan kerja sama yang solid antara berbagai pihak dalam menghadapi bencana alam. Selain itu, letusan Gunung Dukono juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan tanda-tanda aktivitas vulkanik sebelum melakukan pendakian. Pemantauan rutin dan pelatihan kesiapsiagaan diharapkan bisa mengurangi risiko kecelakaan serupa di masa mendatang.
Secara keseluruhan, keberhasilan evakuasi 17 pendaki adalah langkah positif dalam upaya penyelamatan korban. Namun, pencarian tiga pendaki yang masih hilang membutuhkan perhatian ekstra dari semua pihak terlibat. Tim SAR tetap optimis bahwa mereka akan menemukan tiga korban yang belum ditemukan dalam waktu dekat.