Program Terbaru: Trump Pastikan AS Segera Terjunkan Pengawalan di Selat Hormuz, Kapan Mulai?
Trump Pastikan AS Segera Terjunkan Pengawalan di Selat Hormuz, Kapan Mulai?
Langkah AS dalam Konflik Timur Tengah
Washington DC, Kompas.com — Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana segera melakukan pengawalan kapal tanker minyak di Selat Hormuz. Pengumuman ini dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump saat perang dengan Iran memasuki minggu ketiga, setelah serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari memicu respons dari Iran.
Strategi Militer AS yang Belum Siap
Meski Trump menyatakan aksi pengawalan akan dilakukan “sangat segera,” ia tidak merinci tenggat waktu pasti. Seperti yang dilaporkan Wall Street Journal, keputusan ini masih dalam proses finalisasi. Sementara itu, Menteri Energi AS Chris Wright mengungkapkan bahwa militer AS belum siap memulai tugas tersebut.
Dalam wawancara dengan CNBC pada Kamis (12/3/2026), Wright menjelaskan bahwa seluruh aset militer AS saat ini fokus pada operasi langsung terhadap Iran. “Pengawalan kapal tanker akan terjadi relatif segera, tetapi tidak bisa dilakukan sekarang. Kami belum siap,” kata dia. Menurut Wright, langkah ini kemungkinan dimulai sebelum akhir bulan, meski butuh waktu untuk siapkan logistik dan tenaga.
Krisis Ekonomi Akibat Tertutupnya Selat Hormuz
Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital untuk distribusi minyak global, kini berisiko mengganggu pasokan energi dunia. Sebelas dari total pasokan minyak global melewati jalur sempit tersebut. Setelah Iran memutus akses, data dari PBB menunjukkan aliran kapal tanker melalui selat turun hingga 97 persen.
Ali Vaez, Direktur Proyek Iran di International Crisis Group, mengatakan Iran telah mengantisipasi serangan AS-Israel sejak perang singkat Juni tahun lalu. “Jika Iran berhasil mengguncang ekonomi global, Trump akan menjadi pihak yang pertama ‘berkedip’ (menyerah),” tambahnya.
“Itu akan segera terjadi, sangat segera,” kata Trump ketika ditanya kapan AS benar-benar mengawal kapal tanker.
Iran, di sisi lain, memperkuat strategi konflik dengan menutup Selat Hormuz dan meluncurkan rudal ke Israel dini hari. Hizbullah dianggap siap menghadapi perang yang bisa berlangsung lama.