Strategi Penting: Dewan Profesor Unpad Kecam Serangan Israel-AS ke Iran, Minta Pemerintah Bersikap Tegas
Dewan Profesor Unpad Kecam Serangan Israel-AS ke Iran, Minta Pemerintah Bersikap Tegas
Dalam sebuah pernyataan resmi, para dosen senior menilai bahwa serangan terhadap Iran melanggar prinsip hukum internasional, bahkan memicu konflik regional. Seruan Padjajaran, yang dikeluarkan pada Kamis, 5 Maret 2026, menjadi media untuk menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan agresi militer oleh Israel dengan bantuan Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran.
“Serangan terhadap suatu negara berdaulat merupakan eskalasi ekstrem yang mengabaikan hukum internasional, mengancam stabilitas kawasan, dan memperbesar risiko konflik regional yang lebih luas,” tulis pernyataan tersebut.
Selain itu, dewan ini menyampaikan rasa duka atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan tersebut. Para akademisi menyatakan bahwa tragedi ini menciptakan preseden berbahaya dalam praktik hubungan internasional, karena pembunuhan kepala negara seakan dinormalisasi sebagai kebijakan luar negeri.
Ketua Dewan Profesor Unpad, Prof. Atwar Bajari, menegaskan bahwa kebijakan luar negeri yang ‘aktif’ harus tetap memihak nilai-nilai kemanusiaan dan menjunjung martabat manusia. “Meskipun Indonesia memiliki kebebasan untuk menentukan posisi diplomatik sesuai kepentingan nasional, tidak berarti tidak mengambil sikap ketika terjadi pelanggaran kemanusiaan atau ketidakadilan yang nyata,” katanya.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan duka mendalam atas kematian Khamenei, sementara Pakar Hukum Internasional dari Universitas Andalas, Prof. Ferdi, menegaskan bahwa serangan AS-Israel melanggar Piagam PBB dan hukum internasional, khususnya terkait pembunuhan pemimpin tertinggi Iran.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyatakan keprihatinan terhadap peluang diplomasi yang telah terbuang dalam perundingan nuklir, menyerukan deeskalasi segera di tengah meningkatnya ketegangan. Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengutuk tindakan AS dan Israel yang dianggap sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan Iran.
Di sisi lain, Qatar menganggap serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara mereka. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga mengecam tindakan AS, sementara Israel mendukung langkah tersebut. PBNU serta negara-negara Muslim lain yang mendukung Iran menyatakan penolakan terhadap eskalasi konflik militer di kawasan.
Pemerintah Indonesia memastikan belum ada korban WNI dalam serangan tersebut dan menekankan koordinasi dengan KBRI setempat. Negara ini mengutuk tindakan Israel dengan fokus pada ancaman terhadap instalasi nuklir Iran. Indonesia juga mengingatkan negara-negara Eropa agar tidak terlibat dalam agresi terhadap Iran, karena negara itu hanya menargetkan sasaran militer sebagai respons atas serangan yang ditujukan kepada wilayahnya.