Program Terbaru: Berbeda dengan Venezuela, Dino Patti Djalal Menilai Serangan AS-Israel Picu Konflik Berkepanjangan

Berbeda dengan Venezuela, Dino Patti Djalal Menilai Serangan AS-Israel Picu Konflik Berkepanjangan

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei meninggal dunia setelah serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap wilayah Iran. Peristiwa ini memicu reaksi tajam dari Iran, yang mengirim rudal ke beberapa area Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah. Dino Patti Djalal, mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa aksi agresif ini bisa memperbesar risiko konflik global yang berlangsung lama.

Menurut Dino, usaha AS dan Israel untuk menggulingkan pemerintahan Iran tidak hanya bertujuan menghentikan pengembangan senjata nuklir, tetapi juga menggulingkan sistem politik di Teheran secara keseluruhan. Ia mengatakan bahwa tekanan militer dan strategi ini akan menyebabkan kekacauan yang melibatkan pihak-pihak di luar Iran.

“Semua elemen militer, oposisi politik, pergerakan massa, serta konspirasi intelijen akan dikombinasikan untuk menjatuhkan pemerintahan Iran,” tutur Dino melalui akun Instagramnya, Minggu (1/3/2026). Dino menegaskan bahwa Iran berbeda dari negara-negara seperti Venezuela yang sebelumnya menjadi korban intervensi serupa.

Dino menjelaskan bahwa Iran memiliki jaringan kuat di berbagai wilayah Timur Tengah, baik dalam aspek politik maupun militer. Hal ini memungkinkan negara tersebut untuk membalas serangan dengan efektif dan meluaskan dampak konflik ke wilayah lain. “Perang ini akan melibatkan negara-negara global dan menyebarkan krisis yang lebih luas dari batas Iran,” sambungnya.

Mantan menteri ini menambahkan bahwa jatuhnya pemerintahan Iran tidak akan menjadi alasan legal untuk tindakan militer AS dan Israel. Ia juga memperingatkan bahwa aksi agresi seperti ini bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain, sehingga meningkatkan peluang terjadinya Perang Dunia Ketiga.

“Jika negara-negara lain meniru intervensi ugal-ugalan ini, stabilitas dunia akan terganggu dan manusia terancam menghadapi konflik besar yang melibatkan banyak pihak,” ujarnya. Aksi militer AS-Israel diluncurkan pada Sabtu (28/2/2026), yang menewaskan Khamenei dan memicu gelombang kekacauan di kawasan Timur Tengah.

Lihat Juga :   Setelah Khamenei Tewas - Siapa Penggantinya?