Hasil Pertemuan: Perang Iran Belum Kelar, Israel Mau Caplok Wilayah Negara Arab Ini

Perang Iran Belum Kelar, Israel Mau Caplok Wilayah Negara Arab Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Israel mengungkapkan rencana menempati sebagian wilayah selatan Lebanon untuk menciptakan “zona penyangga defensif”, sementara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berjanji akan terus menyerang Iran. Pernyataan ini menunjukkan bahwa harapan penurunan eskalasi perang semakin pudar, meskipun Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut peluang kesepakatan untuk mengakhiri konflik masih terbuka.

Dalam pertemuan dengan kepala staf militer, seperti dilaporkan The Guardian pada Kamis (26/3/2026), Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan bahwa pasukan Israel akan “mengendalikan jembatan-jembatan yang tersisa dan zona keamanan hingga Litani”. Ia merujuk pada Sungai Litani, yang bermuara ke Laut Mediterania sekitar 30 kilometer di utara perbatasan Israel.

“Semua jembatan di atas Sungai Litani, yang menurut kami digunakan Hizbullah untuk mengangkut personel dan senjata ke selatan Lebanon, telah diledakkan dan Angkatan Bersenjata Israel (IDF) akan mengendalikan jembatan yang tersisa,” kata Katz.

Sehari sebelumnya, Menteri Keuangan sayap kanan Israel Bezalel Smotrich mengungkapkan bahwa Israel harus “menerapkan kedaulatan” di wilayah selatan Lebanon. Pernyataan tersebut dianggap mencerminkan ambisi ekspansionis dan memicu kekhawatiran dalam dan luar negeri.

Di sisi lain, pemerintah Lebanon memutuskan mengusir duta besar Iran, Mohammad Reza Shibani, dengan menyebutnya persona non grata. Langkah ini menunjukkan pergeseran dari pengaruh Iran yang berlangsung puluhan tahun. PM Lebanon Nawaf Salam menekankan bahwa serangan terhadap Israel tidak terkait dengan kepemimpinan Iran.

“Membalas kepemimpinan Iran tidak ada hubungannya dengan kita,” kata Salam.

Hizbullah, kelompok bersenjata yang didukung Iran, mengecam keputusan pemerintah Lebanon sebagai tindakan yang “melayani Israel” dan memperdalam perpecahan. Di tengah ketegangan, Lebanon semakin terlibat dalam konflik regional dengan Iran setelah Israel melancarkan serangan udara dan bertempur melawan Hizbullah di selatan.

Lihat Juga :   Setelah Khamenei Tewas - Siapa Penggantinya?

Sementara itu, Netanyahu menegaskan akan melanjutkan operasi militer terhadap Teheran, memicu serangan udara baru yang menghantam Iran. “Masih banyak lagi yang akan datang,” katanya, sesuai dengan pandangan tiga pejabat Israel yang menilai Iran kurang mungkin menerima tuntutan AS dalam negosiasi putaran berikutnya.

Korps Garda Revolusi Islam Iran, dalam pernyataan Selasa, mengancam akan meluncurkan serangan rudal dan drone secara masif di wilayah Israel utara serta dekat Gaza, “tanpa pengekangan” jika Israel tidak menghentikan serangan di Lebanon dan Palestina.

Timteng Panas Lagi! Israel Bombardir Negara Arab, Makan Korban Jiwa

Konflik ini semakin memanas dengan serangan udara Israel yang terus berlangsung, menambah korban jiwa di negara-negara Arab. Pihak Iran dan Lebanon tetap dalam tekanan, dengan prospek perdamaian yang tampak semakin jauh. Dubes Saudi juga menyampaikan keputusan terkait ibadah haji 2026, yang dianggap mencerminkan kekhawatiran terhadap perang yang terus berlanjut.